
Terkait penurunan nilai UN tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya, menurut Zaini, tidak lepas dari pelaksanaan UN tingkat SMA yang banyak menimbulkan masalah. "Meskipun di Cimahi tidak separah daerah lain, itu berdampak kepada pelaksanaan UN SMP dan tentunya sedikit banyak berpengaruh kepada mental peserta itu sendiri," paparnya. Mengenai persiapan UN SMP, Zaini mengatakan sudah dipersiapkan dengan baik. Hal itu antara lain mulai dilakukannya sosialisasi UN sampai program pemantapan siswa kelas 6 SD dan siswa kelas 3 SMP serta program try out.
Nilai UN SMP Melorot, Passing Grade SMA pun Turun - Kepala Kesiswaan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Cimahi, H. Zaini Anwar mengatakan, nilai rata-rata Ujian Nasional (UN) tingkat SMP di Kota Cimahi mengalami penurunan dua digit dari tahun sebelumnya. Ia menyebutkan, nilai rata-rata UN tahun ini masih dicek, sedangkan UN tahun lalu yaitu 28. "Tahun ini ada penurunan sebesar dua digit. Tapi kami masih mengecek nilai rata-rata UN Kota Cimahi. Sedangkan nilai tertinggi diraih SMPN 1 Cimahi," kata Zaini saat dihubungi "GM", Minggu (2/6). Ia mengatakan, kelulusan siswa tahun ini mencapai 100 persen dari seluruh peserta UN SMP sebanyak 7.764 orang. Hal ini sama dengan hasil UN tahun sebelumnya.
Ia memastikan, penurunan hasil UN SMP ini akan memengaruhi passing grade penerimaan siswa baru di SMA. Hal ini, katanya, harus menjadi perhatian para orangtua saat memilihkan sekolah bagi anak-anaknya. Meski mengalami penurunan dua digit, Zaini mengaku tetap bangga karena Kota Cimahi menduduki peringkat ketiga nilai UN SMP di Jawa Barat, setelah Kota Bandung dan Kota Banjar. Nilai UN Jawa Barat sendiri adalah 26,12. Rincian nilai rata-rata setiap mata pelajaran adalah bahasa Indonesia (7,29), bahasa Inggris (6,35), matematika (6,12), dan ilmu pengetahuan alam (6,36).
Jangan corat-coret - Dalam kesempatan itu, Zaini mengimbau agar siswa tidak mencorat-coret seragam saat merayakan kelulusannya. Ia mengatakan, hasil UN diterima siswa melalui sekolahnya masing-masing. "Surat kelulusan dari provinsi sudah dikirimkan ke masing-masing sekolah. Jadi tidak melalui pos yang dinilai lebih memakan waktu," katanya. Dengan diumumkan melalui sekolah, diharapkan para guru bisa mengimbau setiap siswanya agar tidak merayakan kelulusan dengan cara tak terpuji. "Jangan sampai aksi corat-coret baju seragam seperti yang dilakukan siswa SMA juga dilakukan oleh siswa SMP," tambah Zaini.
#Lihat Pula Update : Pengumuman Kelulusan Ujian Nasional tingkat SMP 2015