Angin Puting Beliung Porak Porandakan Bandung

Angin puting beliung memporak-porandakan kawasan Bandung Timur. Di Kelurahan Cipadung Wetan saja, sedikitnya 500 rumah yang rusak. Rata-rata kerusakan terjadi di bagian atap. Tak sedikit juga tembok rumah warga yang ambruk.

Kerusakan dari yang ringan hingga rusak berat. Namun belum ada data berapa jumlah rumah yang rusak sesuai kategorinya. Catatan sementara, ada 100 KK yang mengungsi ke masjid dan sanak saudaranya serta tetangganya karena rumah mereka rusak.

Pemukiman warga porak poranda dan gelap gulita usai tersapu badai. Dilaporkan ada tiga warga terluka karena sabetan seng saat mengendarai sepeda motor. Seng-seng dari pabrik maupun rumah beterbangan seperti kertas.

Kabel listrik terjuntai putus dan membahayakan. Genteng, batu bata, besi, hingga batang pohon berserakan di Jalan Pangaritan, Kelurahan Cipadung Wetan Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung.

Pantauan di lapangan, akses masuk Jalan Pangaritan (samping Borma Cipadung) berantakan. Seng, besi, batu bata, dan material lainnya berserakan di jalan. Mobil tak bisa melintas. Hanya sepeda motor, itu pun harus hati-hati.

Seng-seng yang berterbangan menghamtam rumah warga dan juga menyangkut di antara pepohonan. Kebetulan pemukiman di Jalan Pangaritan ini memang dekat dengan sebuah pabrik CV Pudak, produsen alat-alat sekolah.

Didapat kabar ada warga yang tersetrum saat mengendarai sepeda motor dan tiba-tiba kabel listrik putus. Angin puting beliung yang melanda Jalan Pangaritan juga membuat seorang nenek berusia 98 tahun, Suti, meninggal karena tertimpa tembok rumah yang ambruk.

Angin puting beliung menyapu sembilan kios semi permanen di Jalan Rumah Sakit atau tak jauh dari Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. Kondisi kerusakan bangunan bervariasi. Kejadiannya sebelum magrib.

Kios yang berada di pinggir jalan ini bangunannya saling berdempetan. Melihat angin kecang berputar mengarah kios, orang-orang di sekitar kios yang sedang berteduh langsung berlarian menyelamatkan diri.

01:50 | 0 komentar | Read More

Larangan Jilbab dan Berjenggot di BUMN

Netizen saat ini ramai memperbincangkan larangan jilbab syar'i di sebuah BUMN. Perbincangan di dunia media sosial ini berawal dari upload akun twitter @estiningsihdwi atas surat larangan dari sebuah BUMN itu.

Ketua Komisi I DPR RI Mohammad Hanafi Rais akan menelusuri kabar tentang aturan larangan jilbab syar'i di sebuah BUMN yang ramai di bicarakan netizen hari ini sangat mengada-ada. Aturan tersebut justru akan mencari masalah tersendiri.

"Itu sangat mengada-ada, aturan yang sudah ada cukup baik kenapa dibikin ramai. Larangan itu tidak ada kaitannya dengan kinerja BUMN jadi Menteri BUMN harus menegurnya," katanya di Yogyakarta dalam kunjungan ke konstituenya pada masa reses DPR RI, Senin (15/12).

Menurut Hanafi, BUMN adalah perusahaan milik negara yang harusnya profesional sehingga tidak usah membawa sentimen agama dalam aturan-aturannya. BUMN sebagai lembaga milik negara kata dia, harus lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat. "Nanti lama-lama ukuran celana juga diatur. Ini benar-benar mengada-ada,"
01:33 | 0 komentar | Read More

Teror Hantu Pocong di Desa Timbulharjo

Warga Kampung Kepuhan RT 08 dan RT 09, Dusun Dobalan, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon dibuat resah dengan isu kemunculan pocong di kampung mereka. Menurut penuturan Parni (54) warga RT 09, isu kemunculan pocong tersebut sangat meresahkan warga kampung yang berbatasan dengan dusun lain ini.

Sebulan silam ada anak perempuan yang masih sekolah di bangku SMP dibuat ketakutan setelah melihat sosok pocong di belakang rumah Sriyono, ketua RT 08. "Setelah peristiwa itu beberapa malam kampung ini sepi," ujarnya, Minggu (14/12/2014).

Isu pocong tersebut sempat mereda, namun setelah dua minggu kembali ada warga yang melihat sosok pocong tak jauh dari lokasi pertama. Kali ini warga kampung lain yang masih satu dusun juga kembali melihat sosok pocong sedang berjalan berjingkat-jingkat di dekat rumah Sujariah.

Dua warga lain masing-masing pacar dari salah seorang warga kampung tersebut juga melihat sosok pocong sedang masuk ke salah satu kuburan di kampung tersebut. Terakhir sekitar seminggu lalu, Warjono (49) warga Kampung Gonalan, Dusun Ngasem, Desa Timbulharjo juga melihatnya. "Pak Warjono juga sempat mengejarnya. Tetapi katanya tidak berhasil menangkapnya," timpalnya.

Warga yang lain, Septiana (37) mengatakan, meski heboh dengan isu pocong namun dirinya belum pernah menjumpainya. Dia berharap, itu hanya isu semata, dan bukan merupakan maling yang sengaja menyamar menjadi pocong untuk menakut-nakuti warga. "Tetapi sekarang di atas jam 9 malam kampung ini sepi," tandasnya.
11:46 | 0 komentar | Read More

Hujan Deras, Wonosobo Dikepung Longsor

Longsor Banjarnegara Wonosobo Dikepung Tanah LongsorHujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Wonosobo menyebabkan tanah longsor di sejumlah wilayah kecamatan, Kamis (11/12). Seperti tanah longsor terjadi di Jalan Raya Wonosobo-Dieng, tepatnya di Desa Tieng dan Desa Patakbanteng Kecamatan Kejajar. Sedikitnya ada 5 titik senderan jalan dan tebing yang longsor.

Kepala Kantor Kesbangpolinmas Wonosobo Drs Hadi Soesilo mengatakaan, sejauh ini pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo tengah mengkaji apakah tanah longsor tersebut membahayakan pemukiman yang berada di bawahnya atau tidak.

Disebutkan, bahwa tanah longor juga terjadi di Jalan Kaliwiro-Sawangan Wonosobo tepatnya di Desa Dempes. Tebing setinggi 15 meter ambrol dan sempat menimbun badan jalan. Pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Wonosobo telah melakukan pembersihan material longsoran, sehingga kemacetan terjadi bisa terurai.

Tebing longsor juga terjadi di Jalan Wonosobo-Banyumas di kawasan Selokromo dan Jalan Wonosobo-Mojotengah sebelah utara Makam Ketinggring Argopeni. Sedangkan tanah longsor di sejumlah titik lain, dinilai masih dalam kategori ringan.

Kondisi ini membuat Wonosobo dikepung tanah longsor. Pihaknya bersama-sama BPBD Wonosobo terus melakukan pemantauan dan meningkatkan kewaspadaan di kawasan rawan bencana. (Art)- krjogja

Hujan deras yang terjadi di wilayah Wonosobo Jawa Tengah selama dua hari belakangan menyebabkan terjadinya bencana alam di 37 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Bencana tersebut kebanyakan terjadi di wilayah perbukitan berupa longsor hingga tanah ambles.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo mendata setidaknya ada 112 titik di wilayah yang terkena bencana hingga tanah ambles tersebut. Saat dikonfirmasi wartawan, Bupati Wonosobo, Kholiq Arif mengatakan, sepanjang satu pekan ini melakukan koordinasi secara aktif dengan para camat, agar melakukan koordinasi dengan para Kades.

"Karena sebagian wilayah Wonosobo berada pada kontur tanah perbukitan yang dipenuhi tebing tinggi. Tetapi, hingga sejauh ini tidak ada korban jiwa, hanya satu orang luka ringan karena terkena longsor di rumahnya," katanya, Kamis (11/12).

Selain itu, bencana longsor sempat memutus beberapa jalur transportasi. Tetapi, pihaknya sudah mengerahkan alat berat untuk segera memindah material yang menutup jalan raya.

Sementara itu, di Jalan Dieng KM 21 yang berada di Desa Tieng Kecamatan Kejajar, akses jalan menuju obyek wisata Dieng longsor sepanjang 20 meter. Sehingga saat ini, arus kendaraan menuju Dieng coba dibatasi.

Camat Kejajar Supriyadi mengatakan jalan menuju Dieng juga ikut terkena longsor seperti di Desa Patak Banteng dan Desa Tieng. "Akses jalan menuju Dieng masih aman, cuma harus dilakukan pembatasan, sedangkan untuk kendaraan besar dihentikan," katanya.
[hhw] - merdeka
12:39 | 0 komentar | Read More

Pembunuh Guru SDN Kraton di Pekalongan

Pembunuh guru SDN Kraton Kota PekalonganZaenal Muqorobin alias Robin alias Babon (21), warga Jalan Sulawesi gang 3 RT 03 RW 03, Kelurahan Bendan, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, digelandang ke Mapolres Pekalongan Kota pada Jumat (12/12) sekitar pukul 02.00 WIB. Pembunuh guru SDN Kraton Kota Pekalongan yang sedang hamil 8 bulan, Istanti, itu sebelumnya ditangkap di Terminal Lebak Bulus, Jakarta (sebelumnya tertulis Ciputat, Tangerang), oleh tim Buser Satreskrim Polres Pekalongan Kota pada Kamis (11/12) pagi.

Pelaku, Robin, tiba di Mapolres Pekalongan Kota dengan kawalan ketat anggota Buser. Kaki kanan Robin ditembak petugas, lantaran saat akan ditangkap sempat melakukan perlawanan dan hendak melarikan diri. Robin mengaku, dirinya sebelumnya tak berniat membunuh korban, melainkan ingin mengambil harta milik korban seperti perhiasan, ponsel, laptop, dan sepeda motor. Keinginan itu muncul setelah Robin melihat korban sendirian di dalam kamar kos, yang bersebelahan dengan kamar yang ia tempati.

“Dia (korban, red) saat itu pulang dari mengajar. Lalu masuk kamar. Saya lewat depan kamarnya, dia sedang duduk di lantai kamar sambil menelpon menggunakan HP. Nggak tahu telponan sama sia. Saat itu situasi sepi. Lalu saya masuk ke kamarnya, mau mengambil harta dia karena saya butuh uang,” kata pemuda yang pernah bekerja sebagai kernet truk gas elpiji ini.

Melihat kedatangannya, kata Robin, korban langsung berdiri. Robin lalu langsung mencekik leher korban, membekap korban pakai bantal, dan menindih perut korban. Korban sempat berteriak beberapa kali, kemudian tak bergerak. Sampai akhirnya, korban meninggal dunia. Setelah korban meninggal, Robin ke luar sambil membawa cincin, dompet, laptop, dan kunci sepeda motor korban. Lalu, Robin mengunci pintu kamar kos korban dari luar. Kemudian kabur menggunakan sepeda motor milik korban. “Motor, laptop, HP, dompet, uang 40 ribu, dan cincinnya saya ambil. Pintu saya kunci dari luar, kuncinya jadi satu dengan kunci motor,” terangnya.

Di hadapan penyidik, pelaku menyesali perbuatannya. Dia mengaku sebelumnya tidak tahu kalau korban sedang hamil. “Pertamanya saya nggak tahu kalau dia hamil. Tahunya setelah dia meninggal,” kata pemuda jebolan kelas V SD ini. Pemuda bertato di lengan kiri ini menuturkan, sekitar setengah jam setelah membunuh korbannya, dia sempat membalas SMS suami korban. Sebab, sebelumnya suami korban mengirim SMS menanyakan keadaan korban. “Di HP itu ada SMS, bunyinya, ‘bunda kenapa teriak?’. Lalu saya jawab, gak apa-apa, tadi ada tikus,” ujarnya.

Robin mengaku, dirinya berada di tempat kos di Jalan Teuku Umar, Pasirsari, Pekalongan Barat, itu adalah untuk melarikan diri dari kejaran pihak leasing. Sebelumnya, dia kredit sebuah sepeda motor, dan nunggak setoran sekitar dua bulan. Ditambah lagi, dirinya ada masalah keluarga, dan baru putus dengan sang pacar. Robin menumpang di kamar kos temannya, berinisial D, yang beberapa hari sebelumnya sudah mengontrak kamar kos tersebut. “Saya cuma numpang di situ, sejak tiga hari sebelum kejadian itu,” tuturnya.

Setelah membunuh korban, Robin kabur ke beberapa tempat, dan menjual barang-barang hasil kejahatannya. Pertama-tama, tempat yang ia tuju adalah Kebonsuwung, yang terkenal sebagai kompleks terselubung di daerah Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. “Di situ habis Rp 250 ribu, Karena duit saya kurang, lalu saya tinggalkan HP korban di situ untuk membayar,” akunya. Robin membeberkan, total hasil penjualan dari barang-barang yang ia rampok dari korban mencapai Rp 2.870.000. Yakni, dari penjualan sepeda motor, laptop, dan perhiasan korban.

Setelah berhasil menjual barang-barang tersebut, Robin lalu kabur ke Ciputat, Tangerang, menggunakan bus umum. Di Ciputat, ia tinggal di tempat seorang rekan. Hingga kemudian, ditangkap anggota Buser Satreskrim Polres Pekalongan Kota pada Kamis (11/12) pagi pukul 07.00 di terminal Lebakbulus, yang berjarak sekitar satu kilometer dari tempat persembunyian Robin.

Sumber: Radar Pekalongan
11:33 | 0 komentar | Read More

Kebakaran Besar di Pusat Kota Los Angeles

Sebuah kebakaran besar di pusat kota Los Angeles menghancurkan menara apartemen yang sedang dibangun dan memaksa penutupan bagian dari dua jalan raya utama, menggeram lalu lintas jam sibuk Senin pagi.

Lebih dari 250 petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api di 909 Barat Temple Street Senin pagi, juru bicara Los Angeles Fire Department David Ortiz mengatakan kepada Los Angeles Times. Petugas pemadam kebakaran juga mengatakan bahwa dua bangunan lain di dekatnya mengalami kerusakan. Satu bangunan menderita "bersinar kerusakan panas" di tiga lantai, sedangkan yang kedua kerusakan akibat kebakaran menderita di tiga lantai dan kerusakan air di sisa 14 lantai.

Pejabat cenderung untuk percaya itu mungkin telah sengaja mengatur, The Times melaporkan. Kebakaran besar ini diperlakukan sebagai kriminal kebakaran.

Namun, Kapten James Moore. Mengatakan itu adalah "sangat jarang seluruh bangunan ditelan."

Peneliti federal bersama dengan Biro Alkohol Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak harus menyaring melalui lapisan bangunan sebelum keputusan akan dibuat.

Butuh petugas pemadam kebakaran lebih dari setengah dan setengah untuk memadamkan api. Tidak ada yang tinggal di sana belum dan tidak ada cedera yang dilaporkan.

Bagian dari US Route 101 dan Interstate 110 ditutup untuk waktu yang lebih kekhawatiran bahwa puing-puing mungkin jatuh ke jalur. Ke utara 110 tetap tertutup setelah matahari terbit, karena lalu lintas komuter didukung untuk km.

The Times melaporkan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 01:20 waktu setempat dan bisa dilihat di seluruh Los Angeles, dengan beberapa gambar dari kobaran api yang diambil dari jauh seperti Hollywood Hills muncul di media sosial.

Makalah ini melaporkan bahwa kompleks dalam pembangunan, yang dikenal sebagai Da Vinci, adalah yang terbaru dalam serangkaian bangunan apartemen dibangun di dekat 110-101 interchange, sebelah utara dari kota.

Tak lama setelah 04:00, api lain dilaporkan di gedung serba guna sekitar 2 mil ke barat. Lebih dari 100 petugas pemadam kebakaran dari berbagai instansi merespon dan memiliki api di bawah kontrol dalam waktu kurang dari dua jam, menurut Kepala Deputi Mario D. Rueda.

Satu orang di sebuah gedung apartemen di dekatnya dirawat untuk minor menghirup asap, katanya.

Sekitar 10 perusahaan yang bertempat di gedung berlantai dua di kawasan Westlake dan bagian dari itu sedang direnovasi untuk digunakan di rumah.

Tidak ada indikasi dua insiden yang terhubung, Kepala Los Angeles Fire Department Ralph Terrazas kepada The Associated Press.
20:04 | 0 komentar | Read More