Asia's Got Talent Pinewood Studios Malaysia

Asia's Got Talent di Pinewood Studios, MalaysiaSetelah sukses di Inggris, kini acara pencarian bakat Got Talent merambah Asia. Bertajuk Asia's Got Talent, acara tersebut mengambil lokasi audisi di Pinewood Iskandar Malaysia Studios, Johor, Malaysia.

Audisi di tempat tersebut berlangsung pada 13-22 Januari 2015. Ada empat juri yang dihadirkan. Mereka antara lain David Foster, Melanie C, Anggun, dan Vannes Wu. Selain diikuti peserta dari negara-negara Asia lainnya, dalam audisi Asia's Got Talent juga terdapat peserta dari Indonesia.

"Total peserta dari Indonesia yang mengikuti audisi Asia's Got Talent ini ada 26," ujar Sharon Irene dari bagian Kreatif stasiun televisi ANTV kepada VIVAlife, Kamis, 15 Januari 2015.

Menurut Sharon, pihak ANTV juga memboyong dua host dari Indonesia ke ajang Asia's Got Talent, yakni Indra Bekti dan pemeran Arjuna dalam serial Mahabharata, Shaheer Sheikh.

Sementara itu Sharon mengaku belum bisa mempublikasikan apakah ada kontestan Indonesia yang berhasil lolos ke babak berikutnya. Untuk diketahui Asia's Got Talent merupakan versi ke-63 dari Got Talent. Acara Got Talent sendiri ditasbihkan Guinness World Records sebagai Most Succesful Reality TV Format di dunia pada tahun 2014.

Asia’s Got Talent baru akan mulai tayang di layar kaca pada bulan Maret mendatang. Ribuan kontestan akan mengikuti audisi mendapatkan tempat ke babak semifinal, di mana keempat juri akan menggembleng para semifinalis untuk menjadi yang terbaik.
22:45 | 0 komentar | Read More

Mole People Makhluk Seram Bawah Tanah

Mole People Makhluk Seram Bawah TanahDi AS Heboh Makhluk Seram Bawah Tanah Muncul ke Permukaan Bumi - Sebuah penemuan mengejutkan terjadi di Amerika Serikat. Satu kaum primitif yang dipanggil Mole People hidup 20 mil di bawah tanah dengan menggunakan terowongan rahasia, mereka memasuki USA.

Penemuan ini telah dibuat bukan oleh ahli arkeologi, tetapi oleh saintis NASA yang menggali jauh ke dalam bumi, dan mereka mencoba menyembunyikan keberadaan kaum ini dari pengetahuan publik. Pada awalnya, ada seorang pekerja NASA yang tidak mau disebut telah mengungkapkan gambar-gambar eksklusif and informasi mengenai kaum 'orang gua' ini.

"Berita ini harus diberitahu," kata sumber itu. "ini terlalu besar untuk disimpan". Sumber itu telah mengungkapkan beberapa rahasia besar mengenai Mole People. "Mereka tampak ramah", beliau berkata, " Tetapi mereka amat primitif.

Kami mencoba berkomunikasi dengan mereka, tetapi sangat susah karena mereka tidak bisa bahasa inggris ". "Mole People, sebagaimana yang kami panggil", kata sumber itu.

Situasi ini dikendalikan dengan penuh hati-hati. "Jika salah langkah bisa mengakibatkan makhluk ini menyatakan perang dengan manusia di atas. Kami tidak tahu pasti berapa jumlah mereka ini. Kami baru melihat satu kota sejauh ini, dengan perkiraan 2000 orang Mole tinggal di situ. "Tetapi ada pihak yang menyatakan bahwa mungkin jutaan orang Mole tinggal di kota-kota bawah tanah, bertebaran di bawah muka Bumi," ujarnya.

Makhluk menyeramkan di bawah tanah itu memiliki beberapa persamaan dengan manusia, dan juga sedikit perbedaan. "Seperti kita, mereka berjalan dengan dua kaki, tetapi mereka jauh lebih tinggi dari manusia biasa, setinggi 8 ke 10 kaki tinggi. Jari-jari mereka seperti kuku binatang.

Dan tangan mereka berselaput, dirancang untuk menggali." "Kulit mereka sangat kuat. Itu untuk menahan panas yang sangat di bawah bumi ".

Dapat diamati bahwa terdapat hubungan dan interaksi di antara manusia dengan makhluk ini suatu ketika dahulu - mereka bercakap di dalam bahasa yang hampir sama dengan dialek Navajo Lama. Sumber itu juga menyatakan bahwa kaum Mole ini mempunyai sistem otot-otot yang sangat besar, membuat mereka mampu bertindak ganas. Kekuatan mereka 5 kali lipat lebih besar ketimbang manusia.

"Ada seorang anggota ekspedisi itu menyalakan rokok, kaum Mole menganggap itu sebagai satu ancaman dan terus menyerangnya". Mereka mencakar dan menyerang orang tersebut bagaikan kucing hutan. Untungnya dia selamat dan dapat bertahan hidup dari insiden itu.

Kaum Mole ini amat berminat dengan dunia atas muka Bumi - pakaian, peralatan dan makanan terutama. Mereka sangat menyukai buah-buahan segar.

NASA amat berminat untuk mempelajari kaum Mole. "Kami ingin tahu segala-galanya mengenai mereka - apa yang mereka makan, bagaimana mereka tinggal dan yang paling penting, apakah hubungan mereka dengan kaum manusia". Kami tertanya-tanya jikalau mereka itu ada kaitan dengan manusia di dalam aspek-aspek tertentu. Apakah mereka adalah nenek moyang manusia modern hari ini secara genetis?

Pakar berkata terdapat spekulasi yang beragam mengenai kaum Mole. Mereka boleh jadi apa saja, dari Yetis (Bigfoot), makhluk asing dari angkasa atau sisa orang yang selamat dari kota Atlantis Yang Hilang. Pakar juga berkata penemuan ini telah menimbulkan beberapa tanda tanya.

Lantas apakah makhluk itu musuh dan suka berperang ataupun peramah yang bisa diajak bekerjasama? Dan bagaimana dengan minyak dan penyimpanan mineral di bawah Bumi? Siapa yang memilikinya, kaum Mole atau kita? Bagaimana dengan NASA dimana misi asalnya adalah untuk meneliti ruang angkasa - telah menjumpai kaum yang hidup di bawah muka Bumi?.

Sejauh ini NASA telah menemukan pintu rahasia ke dunia bawah tanah di sekitar Washington State's Mount Shasta, gua Mammoth di Kentucky dan juga gua-gua yang bertebaran sekitar barat daya US mengikut kata sumber. Berabad lamanya manusia telah bercerita tentang keberadaan makhluk di bawah muka Bumi. Sekarang, untuk pertama kalinya, spekulasi itu telah dibuktikan kesahihannya. Tetapi apakah makhluk-makhluk ini kawan ataupun lawan masih tidak diketahui.
23:48 | 0 komentar | Read More

Google Peringati 105 Tahun Momofuku Ando

Google Peringati 105 Tahun Momofuku AndoMomofuku Ando :Si Piatu Pencipta Mie Instan. Momofuku Ando adalah si jenius di balik penemuan mie yang bisa dengan cepatnya dimakan.

Meskipun hari ini mi ramen instan merupakan salah satu makanan andalan ketika sedang kehabisan uang, tapi harga ramen instan cukup mahal di Jepang. Momofuku Ando, pencipta produk merek ramen, menciptakan Ramen Ayam, ramen instan yang bisa dimakan dengan mudah dan di mana saja di tahun 1958.

Ia mendapatkan inspirasi ketika ia melihat makanan mulai langka dan sulit didapatkan setelah Perang Dunia II. Tapi ketika Anda melihat rak-rak supermarket di Jepang, ternyata harganya sangat mahal dibandingkan mie udon segar yang dijual seperenam biaya Ramen Ayam.

David Chang, pendiri restoran Momofuku, menjelaskan dalam Mind of Chef, daya tarik menggigit sepotong ramen mentah ditaburi bumbu sebagai camilan setelah sekolah memiliki sensasi tersendiri. "Waktu itu saya berusia sekitar delapan tahun. Setiap pulang sekolah saya mengonsumsi ramen. Saya tidak tahu itu buruk dikonsumsi anak-anak. Saya pikir itu enak untuk Anda konsumsi," ujarnya.

Museum ini disebut Museum CupNoodles. Bagunan ini didedikasikan untuk sejarah produk dan hasil pemikiran Momofuku Ando, pencipta mi ramen instan pertama. Museum ini menampilkan sebuah "My CupNoodles Factory," di mana pengunjung bisa membuat ramuan ramen mereka sendiri. Ada sekitar 5.460 kombinasi rasa mi di museum ini.

Momofuku Ando ingin membuat ramen portabel dan mudah dimakan tidak hanya di bumi, tetapi juga dalam ruang angkasa. Dan ia berhasil mewujudkan hal itu pada tahun 2005. Dua tahun sebelum ia meninggal, Ando menciptakan Space Ram, ramen yang dikemas dibuat dengan bentuk mi yang lebih kecil (sehingga mereka bisa dimasak tanpa menggunakan air matang) dan kaldu kental (untuk mencegahnya tumpah). Ramen itu dibuat untuk perjalanan astronot Jepang, Soichi Noguchi, di dalam pesawat ulang alik Discovery.
23:40 | 0 komentar | Read More

Megawati Meninggal Dunia Digigit Anjing

Megawati, bocah yang menjadi korban gigitan anjing di Kelurahan Kotawaringin Hulu, Kecamatan Kotawaringin Lama, akhirnya meninggal dunia. Dia hanya bertahan beberapa jam setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kamis (26/2).

Muhlis, sang kakek, mengatakan cucunya meninggal dunia di rumah sakit, Kamis (26/2) sekitar pukul 19.00 WIB. ”Kemarin cucu saya Megawati meninggal dunia,” ujar Muhlis dengan lirih usai acara tahlilan mendoakan cucunya, Jumat (27/2) sore.

Muhlis merasa kehilangan cucunya yang baru berusia 10 tahun. Dia tidak menyangka gigitan anjing liar pada 29 Januari lalu itu berakibat fatal bagi cucu yang diasuhnya sejak kecil itu.

Pada sore nahas itu, kisah Muhlis, Megawati disuruh neneknya membeli sabun. Saat pulang, dia diserang anjing dan pada sore itu juga langsung dibawa ke Puskesmas Kolam. Megawati diserang di bagian wajah.

Di Puskesmas, cucunya mendapat perawatan. Megawati mengalami luka cukup parah di bibirnya. Dia mendapat satu jahitan. Sementara dia juga mengalami dua lecet diduga bekas gigi anjing di bawah kedua matanya. Lebih tepatnya di kanan dan kiri hidungnya.

”Sebenarnya, cucu saya disarankan perawat dirujuk ke Pangkalan Bun tetapi saya lihat waktu itu tidak begitu parah. Yang lebih tepatnya, kami tidak ada biaya,” tutur Muhlis.

Sejak kejadian 29 Januari sampai Minggu (22/2), cucunya biasa-biasa saja. Mulai Senin (23/2) pekan ini, Megawati mengeluh sakit kepala. Pada hari berikutnya, bocah tersebut dibawa Muhlis ke petugas kesehatan dan disarankan agar segera dibawa ke Puskesmas.

Karena kondisinya semakin lemah, dia dibawa ke Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun pada Kamis. Namun bocah kelas 3 SDN 3 Kotawaringin Hilir (Kohil) akhirnya tidak tertolong lagi.(jpnn)
11:34 | 0 komentar | Read More

Dollar Terus Naik Menuju Rp13.000 Rupiah

Dollar Naik, Rupiah Turun - Ekonom The Development Bank of Singapore (DBS) Research Group, Gundy Cahyadi, memperkirakan penguatan kurs dolar AS terhadap mata uang global akan terus terjadi, sehingga mengakibatkan pelemahan rupiah berkepanjangan yang harus diantisipasi Bank Indonesia.

"Itu karena dampak pasar finansial global. Penguatan dolar AS terus berlanjut (2015, red), seiring dolar Amerika juga menguat ditambah sejumlah bank sentral juga mulai melemahkan nilai mata uangnya terhadap dolar AS," kata Gundy di Jakarta, Rabu (25/2).

Gundy menuturkan memang sinyalemen perang kurs dalam perekonomian global semakin terlihat setelah Bank Sentral Eropa (Europan Centra Bank/ECB) dan Bank Sentral Jepang (BoJ) memulai pelonggaran kebijakan moneternya yang diikuti sejumlah bank sentral dari Kanada, Australia, Singapura, bahkan India.

Dampak terhadap kurs rupiah sudah terlihat sejak akhir 2014, dimana rupiah yang saat itu berada di level Rp11.500 terus melemah hingga saat ini yang di kisaran Rp12.900. Pelemahan kurs secara global terhadap dolar AS tersebut, menurut Gundy, dilakukan untuk memberikan stimulus kepada ekspor, terutama ekspor sektor manufaktur.

Sayangnya, kata Gundy, pemerintah Indonesia tidak memiliki kesempatan untuk memanfaatkan pelemahan rupiah tersebut karena harga komoditas ekspor andalan yang masih lesu, disamping turunnya permintaan negara-negara mitra dagang. "Jadi kita tidak dapat membiarkan rupiah itu terus melemah, karena tidak efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

Di sisi lain, menurut Gundy, BI telah menopang real exchange rate (RER) rupiah, sehingga meskipun melemah terhadap dollar AS, rupiah tetap kompetitif dibandingkan mata uang asing lainnya. "Secara implisit, BI menyadari. Maka itu, rupiah sejatinya masih cukup kuat dalam 'basket' mata uang global. Tapi tetap saja rupiah harus dijaga agak tidak semakin melemah," ujarnya.

Gundy mengatakan jika BI gagal menjaga kurs rupiah terhadap dolar dan mata uang asing lainnya, kata Gundy, dampak negatifnya akan sangat terasa pada laju pertumbuhan ekonomi.

Jika, rupiah terus melemah dan melampaui Rp 13 ribu per dolar AS, maka laju pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin jauh dari target 5,7 persen seperti dalam APBN-P 2015. "Rupiah tidak bisa terlalu melemah karena bisa jadi bumerang untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," ucap dia.

*Sumber:Antara

11:23 | 0 komentar | Read More

Kontroversi dalam Serangan Umum 1 Maret

Hingga awal tahun 1970-an, serangan atas Yogyakarta 1 Maret 1949, sama sekali tidak pernah ditonjolkan, karena para pejuang waktu itu menilai, bahwa episode ini tidak melebihi episode-episode perjuangan lain, yaitu pertempuran heroik di Medan (Medan Area, Oktober 1945), Palagan Ambarawa (12 – 15 Desember 1945), Bandung Lautan Api (April 1946), Perang Puputan Margarana Bali (20 November 1946), Pertempuran 5 hari 5 malam di Palembang (1 – 5 Januari 1947) dan juga tidak melebihi semangat berjuang Divisi Siliwangi, ketika melakukan long march, yaitu berjalan kaki selama sekitar dua bulan – sebagian bersama keluarga mereka - dari Yogyakarta/Jawa Tengah ke Jawa Barat, dalam rangka melancarkan operasi Wingate untuk melakukan perang gerilya di Jawa Barat, setelah Belanda melancarkan Agresi II tanggal 19 Desember 1948. Dan masih banyak lagi pertempuran heroik di daerah lain. Hingga waktu itu, yang sangat menonjol dan dikenal oleh rakyat Indonesia adalah perjuangan arek - arek Suroboyo pada Pertempuran di Surabaya / Peristiwa 10 November 1945, yang dimanifestasikan dengan pengukuhan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Dari sumber-sumber yang dapat dipercaya serta dokumen-dokumen yang terlampir dalam tulisan ini, terlihat jelas bahwa perencanaan dan persiapan serangan atas Yogyakarta yang kemudian dilaksanakan pada 1 Maret 1949, dilakukan di jajaran tertinggi militer di wilayah Divisi III/GM III - dengan mengikutsertakan beberapa pucuk pimpinan pemerintah sipil setempat - berdasarkan instruksi dari Panglima Besar Sudirman, untuk membuktikan kepada dunia internasional bahwa TNI - berarti juga Republik Indonesia - masih ada dan cukup kuat, sehingga dengan demikian dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB.

Dalam naskah otobiografi Letnan Kolonel (Purn.) dr. W. Hutagalung disebutkan, bahwa Komandan Wehrkreis II Letkol Sarbini hadir dalam rapat perencanaan, sehingga tidak diperlukan lagi Instruksi tertulis. Instruksi Rahasia tersebut merupakan kelanjutan dari Perintah Siasat No. 4/S/Cop.I, tertanggal 1 Januari 1949 yang dikeluarkan oleh Panglima Divisi III/GM III, untuk antara lain: "... mengadakan perlawanan serentak terhadap Belanda sehebat-hebatnya... yang dapat menarik perhatian dunia luar...". Dari dokumen ini dapat dilihat dengan jelas, bahwa tujuan semua serangan besar-besaran adalah untuk menarik perhatian dunia internasional, dan sejalan dengan Perintah Siasat 1 yang dikeluarkan oleh Panglima Besar Sudirman pada bulan Juni 1948.

Dokumen ketiga yang membuktikan bahwa seluruh operasi tersebut ada di bawah kendali Panglima Divisi III/GM III, adalah Perintah Siasat No. 9/PS/19, tertanggal 15 Maret 1949. Perintah diberikan kepada komandan Wehrkreis I (Letkol. Bachrun) dan II (Letkol. Sarbini), untuk meningkatkan penyerangan terhadap tentara Belanda di daerah masing-masing, dalam upaya untuk mengurangi bantuan Belanda ke Yogyakarta dan tekanan Belanda terhadap pasukan Republik di wilayah Wehrkreis III yang membawahi Yogyakarta, setelah dilaksanakan serangan atas Yogyakarta tanggal 1 Maret 1949. Dengan demikian, tiga dokumen yang dikeluarkan oleh Panglima Divisi III/GM III, Kolonel Bambang Sugeng, yaitu:

Perintah Siasat No. 4/S/Cop.I, tertanggal 1 Januari 1949,
Instruksi Rahasia tertanggal 18 Februari 1949, dan
Perintah Siasat No. 9/PS/49, tertanggal 15 Maret 1949,

membuktikan bahwa sejak awal bergerilya, seluruh operasi di wilayah Divisi III, tetap diatur dan dikendalikan oleh Panglima Divisi III/Gubernur Militer III. Dokumen-dokumen tersebut diperkuat antara lain dengan catatan harian Kolonel Simatupang, Wakil KSAP, dan otobiografi Letkol dr. Wiliater Hutagalung, Perwira Teritorial, serta kemudian di dalam berbagai tulisan dari A.H. Nasution, yang waktu itu adalah Panglima Tentara & Teritorium Jawa/MBKD. Selain itu, semua dokumen menunjukkan, bahwa Panglima Divisi III selalu memberikan instruksi dan melibatkan ketiga Wehrkreise tersebut; dengan demikian menjadi jelas, bahwa komando operasi ada di tangan Panglima Divisi, dan bukan di tangan Komandan Brigade.

Instruksi Rahasia tertanggal 18 Februari 1949, cocok dengan catatan harian Simatupang tertanggal 18 Februari 1949 yang dimuat dalam buku Laporan dari Banaran, di mana tertera: Kolonel Bambang Sugeng, yang sedang mengunjungi daerah Yogyakarta (dia adalah Gubernur Militer daerah Yogyakarta - Kedu - Banyumas - Pekalongan - sebagian dari Semarang) datang dan bermalam di Banaran.

Buku yang diterbitkan SESKOAD, Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, mengandung sangat banyak kontroversi. Di satu sisi, buku tersebut dilengkapi dengan berbagai dokumen otentik yang sangat penting, namun di sisi lain, kesimpulan yang diambil hanya mengarah kepada yang telah digariskan oleh penguasa waktu itu, yaitu: Pemrakarsa dan Komandan Operasi Serangan Umum adalah Suharto. Banyak dokumen dilampirkan dalam buku tersebut, termasuk yang dikeluarkan oleh Panglima Divisi III/Gubernur Militer III Kolonel Bambang Sugeng, yaitu Perintah Siasat tertanggal 1 Januari 1949, dan yang terpenting adalah Instruksi Rahasia tertanggal 18 Februari 1949, di mana jelas tertera Instruksi kepada Komandan Daerah III Letkol Suharto dan Komandan Daerah I Letkol. M. Bachrun. Di samping kedua surat tersebut, Perintah Siasat yang dikeluarkan tanggal 15 Maret 1949 menunjukkan, bahwa Bambang Sugeng tetap memegang kendali operasi dan selalu melibatkan seluruh potensi yang ada di bawah komandonya.

Selain itu, juga terdapat kalimat yang memberi gambaran, bahwa serangan terhadap Yogyakarta tersebut adalah bagian dari operasi Gubernur Militer III, yang juga melibatkan pasukan di bawah komando Gubernur Militer II. Koordinasi pada tingkat Gubernur Militer, jelas tidak mungkin dilakukan oleh seorang komandan Brigade: Serangan yang akan dilaksanakan oleh Wehrkreis III sesungguhnya merupakan operasi sentral dari seluruh operasi yang dilaksanakan oleh GM III Kolonel Bambang Sugeng. Pasukan tetangga yang pada saat itu sedang melaksanakan operasi untuk mengimbangi serangan Wehrkreis III ialah pasukan GM II yang melaksanakan operasi di daerah Surakarta dan Wehrkreis II Divisi III yang melaksanakan operasi di daerah Kedu/Magelang.

Buku yang diterbitkan oleh SESKOAD untuk glorifikasi Suharto, sekaligus mengecilkan peran banyak atasan Suharto, dan bahkan hanya dengan beberapa baris kalimat, sangat menjatuhkan nama baik Presiden Sukarno serta pimpinan sipil lain, yang -setelah pertimbangan yang matang- memutuskan untuk tidak ke luar kota.

Sebagaimana telah dituliskan di muka, bahwa keputusan untuk tetap tinggal di kota, diambil setelah dilakukan Sidang Kabinet yang berlangsung dari pagi sampai siang. Selain itu, Panglima Besar Sudirman dan Kolonel Simatupang sendiri juga berada di Istana. Para penulis buku SESKOAD sama sekali tidak menyebutkan adanya Sidang Kabinet, percakapan antara Presiden Sukarno dengan Panglima Besar dan surat perintah Wakil Presiden/Menteri Pertahanan, yang ditujukan kepada seluruh Angkatan Perang, yang diserahkan langsung kepada Wakil Kepala Staf Angkatan Perang, Kolonel Simatupang, seusai Sidang Kabinet di Istana.

Buku SESKOAD juga tidak menjelaskan, siapa kelompok yang "mendongkol" dan akan menculik Presiden serta Wakil Presiden untuk dibawa ke luar kota. Mengenai kegiatannya sepanjang tanggal 19 Desember 1948, Simatupang menulis sangat rinci dalam buku Laporan dari Banaran, dan tidak menyebutkan bertemu dengan "kelompok yang mendongkol" tersebut. Seandainya memang benar ada rencana "penculikan" Presiden dan Wakil Presiden, pasti hal itu telah ditulis dalam catatan hariannya.
22:34 | 0 komentar | Read More