Headlines News :

Latest Post

Fenomena #2019GantiPresiden vs #DiaSibukKerja

Kronologi Penyebab #2019GantiPresiden vs #DiaSibukKerjaMassa aksi relawan Jokowi yang mengenakan kaos #DiaSibukKerja sempat berhadapan dengan massa aksi berkaos #2019GantiPresiden di Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin, Jakarta Ahad (29/4) tadi. Dalam sebuah video yang viral di media sosial (medsos) pun memperlihatkan salah satu kelompok yang melambaikan uang dan menuding aksi yang dilakukan oleh kelompok berkaus #DiaSibukKerja merupakan aksi bayaran.

Bahkan juga terdapat perempuan dengan kaos #DiaSibukKerja yang membawa seorang anak dan tampak mendapatkan intimidasi dari kelompok lain. Di video tersebut, anak itu pun kemudian tampak menangis.

Aksi kedua massa itu mendapatkan komentar dari masyarakat melalui media sosial. Di lini masa Twitter, tak sedikit warganet yang turut memberikan komentarnya dengan menuliskan tagar #DiaSibukKerja.

Seperti @mustafa_habibie yang mencuit "Massa #2019GantiPresiden Diduga Intimidasi #DiaSibukKerja."

Sedangkan, @Zamani_6403 memposting, "Lihat, pendukung Ganti Presiden aman-aman saja di tengah kerumunan yg berkaos #DiaSibukKerja .... Kenapa sebaliknya tidak terjadi? Mau ganti presiden dgn cara-cara premankah?"

Akun @CeciliaSuwanda1 juga memberikan cuitannya dengan memberikan tagar #DiaSibukKerja. "Hari ini tagar "Pokoknya 2019 Ganti Presiden" trending topic tapi ternyata fiksi, karena 1 akun 10 tagar. Ternyata mereka bahagia menipu diri sendiri," cuit dia.

Tak hanya masyarakat, terdapat tokoh negara yang turut menyampaikan pendapatnya terkait insiden tersebut. Seperti Mahfud MD melalui akun resmi Twitternya @mohmahfudmd. "Mau ganti Presiden itu hak, mau mempertahankan Presiden itu hak. Silakan saja, itu ada mekanisme konstitusionalnya. Tapi hati saya sangat tersayat dan menangis jika ada ibu yang hanya berduaan dengan anaknya dipersekusi ramai ramai. Mudah2an video yang menyayat hati itu hanya hoax krn montase."

Begitu juga Ketua DPP PSI dalam akunnya @TsamaraDKI yang mengatakan, "Saya salut dengan seorang ibu yang menggunakan kaos #DiaSibukKerja dalam video ini. Kita tidak akan pernah takut! Lawan intimidasi!" - Republika

Angin Puting Beliung - Belalai Air Danau Tempe

Angin Puting Beliung - Belalai Air Danau Tempe di WajoVideo pusaran angin puting beliung diabadikan warga yang berada di Kabupaten Wajo (Sulsel). Peristiwa yang dianggap langka oleh masyarakat itulah yang kemudian geger. Fenomena alam ini terjadi pada Selasa (27/2/2018) sekitar pukul 16.30 Wita, yang kemudian menjadi perbincangan hangat di sejumlah media sosial. Tampak indah dari kejauhan, pusaran angin ini berbentuk awan yang memutar dan menjulur dari langit.

Anto, salah satu warga Kota Sengkang, Wajo, yang dimintai konfirmasi mengatakan peristiwa ini berlangsung sekitar 2 jam dengan titik di sekitar Danau Tempe. "Tadi berlangsung sekitar 2 jam, lokasinya di sekitar Danau Tempe. Banyak tadi orang ambil gambar dan berdoa supaya tidak masuk ke kota," kata Anto. Beruntung, peristiwa puting beliung ini tertahan hanya di sepanjang danau dan tidak menerjang masuk ke rumah penduduk sebelum akhirnya reda dan hilang. - Heboh, Hujan Es Seukuran Bola Golf Landa Madinah. Video Madinah Tiba-tiba Dilanda Hujan Es, Tanda Kiamatkah?

Longsor Brebes dan Matahari Kudus Kebakaran

Kronologi Penyebab Longsor Brebes dan Matahari Kudus KebakaranBencana longsor di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Tak hanya menimbun sekitar 20 petani, tapi juga menyisakan kepedihan begitu mendalam bagi Warsad (35), warga Banjarharjo, Brebes. Pasalnya, hingga kini, nasib kerabatnya berjumlah delapan orang belum diketahui. Diduga, mereka menjadi korban tertimbun material longsor tebing setinggi 25 meter. Ia menuturkan, pagi tadi sekitar pukul 06.30 WIB, rombongan keluarganya yang berjumlah delapan orang mengendarai sebuah minibus merek Toyota Avanza dari Salem mau ke Banjarharjo.

"Tapi, pukul 08.00 WIB, belum sampai sini. Mereka melintas jalan yang longsor itu tadi pagi," ucap Warsad kepada Liputan6.com di lokasi longsor, Kamis (22/2/2018). Dia menambahkan, rombongan keluarga rencananya akan takziah di Kecamatan Banjarharjo. Namun, di tengah perjalanan, mobil yang ditumpangi mereka diduga tertimbun longsor Brebes tersebut. "Sampai sore ini ndak bisa dihubungi. Saya sudah telepon, tapi handphone-nya ndak aktif. Ya Allah, kemungkinan mereka menjadi korban longsor," katanya.

Kronologi Penyebab Longsor Brebes dan Matahari Kudus KebakaranSementara itu, Matahari Mall Kudus terbakar pada Kamis (22/2/2018) sekitar pukul 06.44 WIB. Sampai saat ini aksi pemadaman masih dilakukan. Sampai sekitar pukul 06.52 WIB hanya ada satu unit pemadam yang tiba di lokasi di Jalan Lukmonohadi, Kudus. Namun saat itu belum bisa langsung dilakukan aksi pemadaman. Salah seorang pedagang di Pasar Bitingan yang terletak di belakang Matahari Mall, Fauzul (23) mengatakan dirinya melihat asap dari belakang lantai atas. "Dari belakang lantai 2 saya lihat asap dari lantai 3 Matahari," katanya sambil merekam kebakaran.

Kebakaran membuat para pemilik stand atau tenat kalang kabut. Karena mereka khwatir jika kebakaran menghanguskan barang dagangannya. Pantauan di lokasi, asap pekat membumbung dari lantai atas gedung tempat perbelanjaan ini. Sebanyak 3 unit pemadam kebakaran akhirnya tiba sekitar pukul 06.55 WIB. Akses jalan menjadi macet. Sejumlah polisi siaga mengatur arus lalu lintas, Kamis (22/2/2018). Suara mobil pemadam kebakaran terus meraung tak henti di lokasi. Sampai sekitar pukul 06.57 WIB upaya pemadaman masih dilakukan.

11 Korban Tewas Kecelakaan Maut di Trans Kalimantan

Kronologi Penyebab Daftar Nama Korban Tewas Kecelakaan di Trans KalimantanKecelakaan maut, Sabtu (3/2/2018) merenggut nyawa sebanyak sebelas menumpang mobil pikap ternyata rombongan peziarah. Pikap yang ditumpangi ini bertabrakan dengan dumptruk di Trans Kalimantan Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah sebelum sampai ke tujuan.

Informasi yang terhimpun di lapangan menyebut, sebanyak 15 orang yang menumpang mobil pikap yang bertabrakan dengan dum truk saat melintas di Jalan Trans Kalimantan Desa Pundu tersebut, adalah rombongan dari Pontianak yang ingin ziarah ke makam ulama Habib Hamid di Banjarmasin Kalimantan Selatan. "Informasi sementara yang kami dapat, mereka rombogan dari Pontianak, ingin melakukan haul atau ziarah ke Makam Habib Hamid di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tapi kena musibah saat berada di Pundu," ujar Halidi warga Pundu.

Sementara itu, Kapolres Kotim AKBP Muchtar Supiandi Siregar, tampak berada di lokasi kecelakaan maut di Desa Pundu sesaat setelah kejadian kecelakaan maut tersebut terjadi. Kapolres tampak ditemani Kasat Lantas Polres Kotim untuk melakukan pengecekan lokasi. Sementara itu, rencana tiga orang korban luka parah yang dibawa ke RS Doris Sylvanus Palangkaraya gagal, sebab ketiganya saat ini masih di tangani di RS Mas Amsyar Kasongan dan berdasarkan koordinasi dengan pihak keluarga, semua korban yang meninggal dalam kecelakaan dikuburkan di pemakaman Pundu.

Semua, semua korban laka yang meninggal akan dimakamkan langsung di pemakaman daerah Pundu, rombongan jemaah ini sudah berkoordinasi dengan keluarga korban di Pontianak. "Pihak keluarga mengikhlaskan jenazah dimakamkan di daerah Pundu," ujar Kapolres.

Daftar Nama Suporter Bonek Kecelakaan di Tol Jombang

Kronologi Penyebab Daftar Nama Suporter Bonek Kecelakaan Tol JombangMobil Daihatsu Xenia nopol W 1410 SM yang mengangkut suporter Bonek asal Kota Surabaya dan Sidoarjo, terguling di Tol Mojokerto-Jombang. Meski tidak ada korban jiwa, namun 7 suporter mengalami luka. Berikut daftar nama korban yang diperoleh detikcom dari Kasat Lantas Polres Jombang AKP Inggal Widya Perdana.

1. Abdul Khodir (35), pengemudi Xenia warga Kelurahan Tambakwedi Baru No 15, Kenjeran, Kota Surabaya. Dirawat di RSUD Jombang
2. Marta Indra (28), warga Jalan Tambak Gringsing gang 4 No 04, Krembangan Utara, Pabean Cantian, Kota Surabaya. Dirawat di RSUD Jombang
3. Septa Agis Rosiah (25), warga Jalan Indrapura Jaya No 03, Kelurahan Krembangan, Pabean Cantian, Kota Surabaya. Dirawat di RSUD Jombang
4. Ari Lafiudin (31), warga Jalan Brigjend Katamso RT 030 RW 005, Kelurahan Balongpoh, Waru, Sidoarjo. Dirawat di RSUD Jombang
5. Imam Syafii (16), warga Kelurahan Tambakwedi Baru No 15, Kenjeran, Kota Surabaya. Tidak luka
6. Ari Fadilah (25), warga Jalan Perlis Selatan Gang 9 No 62, Kelurahan Perak Timur, Pabean Cantikan, Kota Surabaya. Dirawat di RS Al Aziz, Tembelang, Jombang
7. Amirudin (23), warga Jalan Indrapura Jaya gang 4 No 4, Kelurahan Krembangan, Pabean Cantikan, Kota Surabaya. Dirawat di RSUD Jombang
8. Andi Setiawan (29), warga Jalan Kolonel Sugiono gang 5 No 32, Kelurahan/Kecamatan Mergosono, Kabupaten Malang. Tidak luka

Mobil Xenia ini mengalami kecelakaan tunggal saat melaju dari arah Surabaya ke Kertosono di KM 673+600 Tol Mojokerto-Jombang, Desa Brangkal, Bandar Kedungmulyo, Jombang sekitar pukul 08.30 WIB, Sabtu (3/2/2018). Saat kejadian, Xenia melaju dengan kecepatan tinggi. Sampai di lokasi kecelakaan, ban depan sisi kanan pecah. Sehingga mobil oleng ke kanan dan terguling di jalur berlawanan.

Para suporter Bonek yang berada di dalam mobil nahas ini, sedianya akan menuju ke Solo untuk mendukung tim Persebaya Surabaya. Tim berjuluk Bajol Ijo ini akan bertanding dengan PSMS Medan di stadion Manahan, Solo sore nanti. "Mobil yang terlibat laka ini sudah kami evakuasi ke kantor Sat Lantas Polres Jombang," terang Inggal.

Video Viral Bocah vs Wanita Dewasa Bandung

Video Viral Bocah SD vs Wanita Dewasa BandungAksi dua bocah dan seorang wanita dewasa direkam di Bandung, Jawa Barat. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Adi Deriyan Jayamarta mengatakan, telah melakukan penyelidikan terkait video yang viral di media sosial. "Dan kita sudah bekerja sama dengan Polda Jabar. Kasus ditangani oleh Polda Jabar," ujar Adi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (5/1/2018). Adi menerangkan, lokasi direkamnya video berada di Bandung. Penyidik kepolisian masih melakukan penelusuran, termasuk kemungkinan dua bocah itu merupakan anak jalanan.

Video Viral Anak Kecil vs Perempuan Tante BandungSementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Yusri Yunus mengatakan, tiga pemeran dalam video belum ditangkap. "Belum, kita masih lidik dulu cuman lokasinya di sekitar Bandung sini," ujar Yusri. Yusri menerangkan, video direkam di salah satu hotel di Bandung. "Masih kita lidik," ujar Yusri. Video viral melalui aplikasi komunikasi. Adegan dalam video diperankan oleh wanita dewasa dengan dua bocah seusia siswa SD sekaligus. Diduga direkam di Indonesia, karena terdapat kantong plastik khas minimarket di Indonesia terekam dalam video. Pemeran wanita dan perekam juga terdengar berbicara dengan logat salah satu daerah di Indonesia.

Fenomena Langit Bakal Terjadi Tahun 2018

Fenomena Langit yang Diprediksi Terjadi Pada 2018Hal-hal indah dapat dilihat dan ditemukan lagi pada 2018. Berikut fenomena angkasa yang akan terjadi di tahun depan:

Supermoon, 2 Januari 2018

Di awal tahun 2018, kita sudah bisa menikmati fenomena langit yang pertama: supermoon! Tepat pada hari Selasa, 2 Januari 2018, kita bisa melihat bulan purnama di jarak terdekat dari bumi alias perigee. Hal ini menyebabkan bulan terlihat sedikit lebih besar dari biasanya, meskipun mungkin tidak terlalu tampak dengan mata telanjang. Supermoon kali ini merupakan yang paling terang sejak tahun 2016 hingga 2034. Sayangnya puncak supermoon terjadi pada pagi hari 09:24 WIB, sehingga kemunculannya mungkin akan terhalang sinar matahari. Namun, setidaknya kita masih bisa mengamati fenomena langit ini sejak Selasa dinihari.

Gerhana

Kita tidak akan melihat gerhana matahari total lagi di 2018. Meskipun begitu, ada tiga gerhana matahari sebagian dan dua gerhana bulan total yang bisa dilihat dari berbagai tempat di dunia.

31 Januari: Gerhana bulan total terlihat jelas dari Australia, Amerika Utara, timur Asia dan Samudra Pasifik.
15 Februari: Gerhana matahari sebagian bisa dilihat dari Antartika, Cile dan Argentina.
13 Juli: Gerhana matahari sebagian terlihat dari Antartika dan ujung selatan Australia.
27 Juli: Gerhana bulan total, sebagian besar terlihat dari negara-negara di Eropa, Afrika, Asia Tengah, dan Australia Barat.
11 Agustus: Gerhana matahari sebagian tampak di timur laut Kanada, Greenland, Eropa Utara, dan timur laut Asia.

Hujan Meteor

Hujan Meteor Quarantid, 4 Januari 2018. Setiap tahun, terjadi beberapa hujan meteor. Jika menangkap momen tersebut dengan kamera, Anda akan mendapatkan hasil foto yang spektakuler. Dua hujan meteor terbaik yang wajib Anda lihat adalah Perseid dan Geminid. Perseid akan muncul di langit malam pada 12-13 Agustus dengan 60 meteor per jam. Sementara Geminid akan menyapa pada 13-14 Desember dengan 120 meteor per jam.

Lubang hitam

April tahun ini, proyek multi teleskop bernama Event Horizon Telescope berusaha untuk memotret cakrawala peristiwa lubang hitam. Pada pertengahan 2018, diperkirakan kita bisa melihat gambar pertama lubang hitam Sagitarius A tersebut.

Eksplorasi Bulan

Ini memang belum pasti, namun sepertinya penduduk Bumi akan berkunjung lagi ke Bulan. Orang terakhir yang menginjakkan kaki di Bulan adalah Eugene Cernan, astronaut NASA, pada 1972. Di 2018 mendatang, India untuk pertama kalinya dalam sejarah, akan menempatkan rover di Bulan. Tiongkok dengan Chang’e 4 dan Chang’e 5-nya juga akan melakukan misi eksplorasi. Sementara itu, SpaceX bahkan mengatakan bahwa mereka memiliki rencana untuk meluncurkan paket wisata ke Bulan bagi warga biasa (bukan astronaut). Menggunakan wahana antariksa yang beroperasi tanpa pilot, SpaceX memungkinkan Anda mengelilingi Bulan selama seminggu.

Bertemu asteroid

Pada 2018, dua penjelajah asteroid akan bertemu dengan ‘target’nya. Di Juni, Hayabusa 2 milik JAXA, yang diluncurkan pada 2014 akan bertemu dengan asteroid Ryugu. Sementara pada Agustus, OSIRIS-REX dari NASA akan bertemu dengan asteroid dekan Bumi, Bennu.

Ledakan kembang api pulsar

Di tahun depan, pulsar, bintang neutron yang berotasi dengan cepat, akan terbang melintasi salah satu bintang paling terang di galaksi. Ketika itu terjadi, akan ada ledakan kembang api astrofisika yang membantu para peneliti mengukur massa, gravitasi, medan magnet, dan angin bintang.

Bluemoon 31 Maret 2018, Oposisi Super Dekat Mars, 27 Juli 2018, Elongasi Maksimum Venus 18 Agustus 2018,

Israel Alami Kekeringan, Kiamat Sudah Dekat

Penyebab Israel Alamai Kekeringan, Kiamat Sudah DekatPemerintah Israel telah mengeluarkan pengumuman tentang kondisi krisis yang dialami negaranya. Melalui media-medianya, Israel mengumumkan bahwa sumber air utama mereka, Danau Tiberias telah mengalami penyusutan yang sangat signifikan, setiap tahunnya. Akibatnya, negeri zionis itu dilanda kepanikan hebat, seiring dengan menyusutnya Danau Tiberias. Danau ini merupakan sumber utama kebutuhan air mereka. Bahkan pemerintah Israel memberikan peringatan khusus kepada masyarakatnya untuk menghemat air. Sejak tahun 2016, selalu ketinggian air berada dibawah Lower Red Line, sebesar -213,55.

Pemerintah Israel juga mengeluarkan peringatan agar warga yahudi menghemat air. Misalnya memperbaiki kebocoran westafel, mandi ala Navy Showers (mandi dengan cara mengelap badan menggunakan kain basah), mematikan air saat menggosok gigi, dan membilas cucian piring dengan menggunakan bak (bukan pada air mengalir). Sementara itu, Menteri Pendidikan Israel Naftali Bennett menyatakan bahwa ilmuwan mereka saat ini tengah berfikir keras untuk menemukan sumber air baru. Bahkan, pejabat Israel itu memohon kepada negara-negara Arab agar memberikan pasokan air yang cukup untuk negaranya.

Danau Thabariyah sebelumnya berada di wilayah Palestina, namun wilayah ini kini sudah jatuh ditangan Israel yang menjajah palestina selama puluhan tahun. Garis pantainya membentang sepanjang 53 km dengan luas 166 km2 dan kedalaman maksimal 43 M. Menariknya, danau ini berada pada 211 meter di bawah permukaan laut. Karena itulah, Danau Thabariyah dijuluki danau air tawar terendah di dunia. Saat ini Danau Thabariyyah menjadi kawasan wisata elite yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas maksiat dan bersenang-senang.

Dalam ajaran Islam, keringnya air pada Danau Tiberias memiliki keterkaitan dengan kemunculan Dajjal. Sebagaimana yang telah diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa turunnya permukaan air danau ini menjadi salah satu tanda-tanda kedatangan Dajjal. Dan Faktanya saat ini Danau Thabariyah benar-benar telah menyusut. Ini tentu menjadi musibah bagi kita semua karena kemunculan Al Masih Ad Dajjal akan membawa fitnah yang besar bagi umat islam dimanapun berada. Oleh karena itu Rasulullah shallallahun ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hal yang paling saya takutkan akan menimpa kalian adalah al-Masih ad-Dajjal.”
 
Support : Creating Website | Data Biografi | Mas Template
Copyright © 2011. Peristiwa Fenomena - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger