Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label Kriminalitas. Show all posts
Showing posts with label Kriminalitas. Show all posts

Kronologi Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Kronologi Penyebab Pelaku Penyiraman Air Keras Novel BaswedanPenyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras. Cairan berbahaya itu disiramkan tepat di wajahnya. "Kami mendapat informasi tersebut (penyiraman air keras dari pihak keluarga)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi Metrotvnews.com, Selasa, 11 April 2017.

Febri melanjutkan, saat ini Novel tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tim KPK, lanjutnya, juga tengah bergegas menuju lokasi. Dugaan awal, pelaku yang menyerang Novel adalah dua orang tak dikenal. Novel diserang saat dalam perjalanan pulang dari masjid di dekat rumahnya usai salat Subuh.

Ketua RW 10 Pengansaan Dua, Kelapa Gading, Alifa Nus Darusani membenarkan insiden penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Kejadiannya, terjadi di dekat Masjid Al-Ihsan RW 10. "Kondisinya betul, disiram pakai air keras, sepulang dari masjid usai Salat Subuh, sekitar beberapa meter mau masuk ke rumahnya," kata Alifa saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa 11 April 2017.

Menurut Alifa, kondisi jalanan saat itu tidak terlalu sepi, lantaran banyak warga yang juga pulang sehabis salat subuh berjemaah di masjid. Saat itu, pelaku diduga dua orang. "Kalau informasi yang kami dapat, pelaku itu naik motor, boncengan, setelah itu dia tahu dan meyakini itu pak Novel Baswedan, langsung disiram ke kepalanya," jelasnya.

Alifa melanjutkan, "Tapi, karena pakai kopiah, kena mukanya. Dia langsung teriak-teriak dan balik ke masjid dan minta tolong, disiramkan langsung ke mukanya pakai air di tempat wudu." Usai insiden, Novel langsung dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading. Insiden ini juga telah ditangani Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara. "Sudah di UGD RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Sudah diantar pengurus masjid dan warga sekitar," pungkas dia. - Metrotvnews

Perampokan dan Pembunuhan di Pulomas

Daftar Nama Korba dan Kronologi Penyebab Perampokan dan Pembunuhan di PulomasWarga Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016) pagi, tiba-tiba dibuat geger. Warga bersama polisi menemukan 11 orang dengan posisi saling bertumpukan di dalam kamar mandi sebuah rumah mewah nomor 7A, di Jalan Pulomas Utara, Jakarta Timur. Para korban tersebut disekap di dalam kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter persegi. Akibatnya, 6 orang tewas karena diduga kekurangan oksigen. Sementara itu, lima orang lainnya selamat, tetapi harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Rumah mewah bergaya minimalis tersebut milik seorang pengusaha yang bergerak di bidang properti bernama Dodi Triono. Dodi menjadi salah seorang korban yang tewas dalam kasus ini. Kasus ini pertama kali terbongkar dari laporan Sheila Putri. Dia merupakan teman salah satu anak Dodi yang bernama Diona Arika (16). Pada Selasa (27/12/2016), sekitar pukul 09.30 WIB, Sheila memutuskan ke rumah Dodi karena Diona tak bisa dihubungi sejak Senin (26/12/2016) sore. Padahal keduanya berencana untuk jalan-jalan pada hari Senin itu.

Setelah mengadu ke sekuriti, akhirnya diputuskan untuk melapor ke polisi yang berada di Pos Kayu Putih. Kemudian, polisi menemani Sheila untuk mengecek keadaan di rumah Diona. Mendengar ada rintihan di dalam kamar mandi, akhirnya polisi bersama warga mencoba membuka paksa pintu kamar mandi yang terkunci dari luar. Setelah berhasil didobrak, polisi bersama warga di lokasi kejadian terkejut saat melihat isi di dalam kamar mandi. Dalam kamar mandi itu terdapat 11 korban dalam kondisi bertumpuk satu sama lainnya. Setelah dievakuasi, lima orang tewas di tempat sedangkan satu orang lainnya tewas di rumah sakit.

Adapun kelima korban yang tewas di lokasi adalah Dodi Triono (59), Diona Arika (16) anak pertama Dodi, Dianita Gemma (9) anak ketiga dari dari Dodi, Amelia Callista (10) yang merupakan teman dari Dianita, serta Yanto sopir Dodi. Sementara itu, korban yang tewas saat di rumah sakit adalah Tasrok yang juga merupakan sopir Dodi. Adapun korban yang selamat adalah Zanette Kalila (13) anak kedua Dodi, Emi (41), Santi (22), dan Fitriani (23) serta Windy (23), yang merupakan pembantu rumah tangga. Sejauh ini, polisi masih menyimpulkan kasus tersebut murni pembunuhan. Sebab, jika disertai perampokan, polisi hingga saat ini belum menemukan barang berharga yang hilang di rumah berlantai 2 tersebut. Polisi pun menduga pelaku kasus ini berjumlah tiga orang. Mereka sempat menodongkan senjata api dan tajam kepada para korban.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa closed circuit television (CCTV) dan memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis itu. Sementara itu, Kepala Divisi Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda menduga ada dendam yang melatar belakangi kasus pembunuhan keluarga di rumah Jalan Pulomas Utara, Jakarta Timur. Erlinda menyampaikan hal itu setelah menjenguk anggota keluarga yang selamat di Rumah Sakit Kartika Pulomas, Selasa (27/12/2016) malam. KPAI selaku mitra polisi bertugas mendampingi anak-anak yang menjadi korban dalam kasus ini. Meski menyinggung soal dendam, Erlinda enggan menjelaskan lebih lanjut apa maksud dari kata-katanya itu. Dia juga mengaku enggan bercerita banyak karena kasus ini tengah ditangani pihak kepolisian. - Kompas

Klitih - Kriminalitas Remaja Teror di Jogjakarta

Kronologi Geng Klitih Teror di Jogjakarta Korban Adnan Wirawan Ardianto MeninggalDua siswi sekolah dan satu mahasiswi menjadi korban pembacokan orang tak dikenal. Ketiganya dilukai di tempat terpisah dalam rentang waktu satu jam di wilayah yang berdekatan. Dua siswi dibacok di Jalan Nyi Pembayun Kotagede Yogyakarta. Sementara mahasiswi dibacok di Janturan, Umbulharjo. Kapolsek Kotagede Kompol H.M. Suparman kepada Metrotvnews menjelaskan peristiwa terjadi pada Senin siang 25 April.

NER, 12, siswi SD Kotagede, tengah pulang sekolah dengan sepeda kayu. Saat melintas Lapangan Karang Kotagede, NER dipepet lelaki misterius yang naik sepeda motor. "Saya enggak sempat lihat senjatanya, karena sudah panik berdarah-darah," ujarnya seperti dikutip dari Tribun Jogja. NER sempat melihat sekilas, pelaku sendirian menggunakan motor Supra hitam dan memakai jaket hitam. NER menderita luka sayatan sepanjang 5 sentimeter. "Kami belum tahu jenis senjatanya," kata Suparman. NER dilarikan ke RS Muhammadiyah Kotagede. Lukanya harus ditutup dengan 20 jahitan.

Korban kedua K, 16, siswi SMA Banguntapan di jalan Pembayun Kotagede. K dibacok di lengan kanan dan menimbulkan luka panjang. "K dilarikan ke RS Hidayatullah," kata dia. Sedangkan mahasiswi berinisial N, 19, dibacok di Jalan Janturan Umbulharjo saat hendak masuk kuliah. Teman-temannya segera melarikan N ke RS Hidayatullah. Suparman mengatakan pelaku teror tidak ada sangkut pautnya dengan pelaku teror penembakan yang terjadi di Kota Magelang, Jawa Tengah. Menurut catatan media, pembacokan kerap terjadi di jalanan di Yogyakarta. Di grup tertutup Facebook Info Cegatan Jogja, yang rajin merekam kejadian di provinsi itu, aksi pembacokan kerap menghiasi linimasanya.

Merdeka mencatat, pada Desember 2014, dalam dua hari ada tiga pembacokan. Aksi pembacokan ini sering dikaitkan dengan kenakalan remaja. Mereka bisa menyebutnya dengan Klitih, alias mencari kesibukan. Kesibukan ini biasanya dilakukan dengan berkeliling mengendarai sepeda motor selepas sekolah. Mereka mencorat-coret tembok dengan cat semprot, atau mencari pelajar sekolah lain yang dianggap sebagai musuh. Namun tak jarang, mereka menyasar orang umum dan tak hanya beroperasi di waktu pulang sekolah. Menurut Cembre, salah satu pengakuan mantan pelaku, Klitih sudah lama dilakukan oleh oknum pelajar di Yogyakarta. Biasanya mereka tergabung dalam geng yang mengatasnamakan solidaritas satu sekolah.

Saat masih sekolah, dia bersama teman-temannya kerap putar-putar kota saat jam berangkat dan pulang sekolah. Menunggu di ruas jalan yang biasanya dilalui sasaran, yakni pelajar sekolah lain. Begitu mendapati target dengan mengidentifikasi dari bat seragam, dilancarkanlah aksi kekerasan itu. "Langsung disikat tanpa pandang bulu dia terlibat permusuhan atau tidak," kata Cembre. Awal bulan ini, kasus serupa menimpa seorang pelajar Madrasah Aliyah di Ngampilan Yogyakarta. Ari Prasetya (17) dibacok orang tak dikenal saat berangkat sekolah. Pelaku membacok korban tepat di depan gerbang sekolah, Sabtu (2/4) pagi. "Kasus ini masih diselidiki," jelas Kapolsek Ngampilan, Kompol Kusila.

Polres Sleman bahkan menggelar operasi Anti-Klitih di wilayahnya. Kapolres Sleman AKBP Yulianto mengatakan di wilayah Sleman masih ditemukan anak-anak yang keluar malam dan berujung melakukan tindakan melanggar hukum. "Mereka keluar malam, enggak jelas juntrungannya," ujar Yulianto, Rabu (6/4) seperti dipetik dari Tribun Jogja. Guna memberantas Klitih, Yulianto memerintahkan jajarannya untuk melakukan operasi di tempat-tempat yang sering digunakan untuk nongkrong anak muda.

Bom Temuan di Bekasi untuk Istana Presiden

Profil Pelaku Bom Temuan di Bekasi Mau Diledakkan di Istana Presiden BesokDensus 88 Antiteror menangkap tiga orang terduga teroris di sebuah rumah kos di Jalan Bintara Jaya VIII, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Sabtu, 10 Desember 2016. Mereka ialah Nur Solihin, Agus Supriyandi, dan Dian Yulia Novi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Argo mengatakan terduga teroris hendak meledakkan sebuah bom di Istana Presiden ketika acara serah terima jaga Paspampres pada hari Minggu pagi, 11 Desember 2016. "Besok pagi diledakkan, polisi sudah mengamankan pelaku," kata Argo di lokasi penangkapan di Bekasi, Sabtu, 10 Desember 2016.

Menurut Argo, penangkapan itu sebagai antisipasi serta penindakan terhadap aksi terorisme di Indonesia. Karena itu, pengungkapan kasus tersebut merupakan prestasi dari kepolisian yakni Densus 88 Antiteror. "Besok tidak ada kejadian (teror)," kata Argo. Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Umar Surya Fana mengatakan bom diduga memiliki daya ledak tinggi. Sebab, bom memiliki ukuran cukup besar yakni mencapai tiga kilogram. Bom dirakit dalam sebuah wadah seperti tempat penanak nasi.

Apabila bom tersebut berhasil diledakkan oleh terduga teroris di ruang terbuka, kecepatan daya ledak bisa mencapai 4.000 kilometer per jam. Selain itu ledakan bisa menghancurkan bangunan hingga benda yang berada dalam radius sekitar 300 meter. Mengenai dugaan pelaku teror bom ini, Umar Saya menyebut jaringan Bahrum Naim dari Solo, Jawa Tengah. "Ini jaringan Bahrun Naim, Solo," kata Umar.

Umar mengatakan bom tersebut telah dijinakkan oleh tim Gegana Polri dengan meledakkan di lokasi kejadian. Meski demikian, kata dia, pihaknya masih mengamankan lokasi kejadian untuk mensterilkan dari bom yang telah dijinakkan tersebut. "Tim masih melakukan olah tempat kejadian perkara," kata dia. - TEMPO

Berita Bom di Masjid Nabawi Madinah Hari Ini

Kronologi Ledakan bom bunuh diri di Solo dan Kelompok Pelaku Bom Masjid Nabawi di Madinah Hari IniSerangan Bom terjadi di Kota Madina, Arab Saudi, senin (4/7). Dua petugas keamanan dilaporkan tewas dalam aksi ledakan tersebut. Hingga saat ini pihak keamaan masih melakukan evakuasi. Sebelumnya telah terjadi ledakan di dua titik yang berbeda, Yakni Qatif dan sebuah ledakan di dekat kantor konsultan AS yang melukai dua petugas. Ledakan di Qatif muncul menargetkan salah satu rumah ibadah Syi’ah. Penyerang dilaporkan tewas, namun hingga kini belum ada korban lain yang di beritakan.

Kronologi Ledakan bom bunuh diri di Solo dan Kelompok Pelaku Bom Masjid Nabawi di Madinah Hari IniSerangan bom bunuh diri terjadi menjelang berbuka puasa di kota madina dekat makam Nabi Muhamad SAW pada senin (4/7). Sebelumnya telah terjadi ledakan yang menargetkan tempat ibada syi’ah di Qatif dan Kantor kedutaan Besar AS yang berada di jeddah. Sejumlah video atas penyerangan ini diunggah oleh warga setempat di media sosial. Sedikitnya empat orang tewas dalam penyerangan tersebut. Pelaku bom menerobos dengan mobil di tempat ibadah syiah di bagian timur Saudi, setelah sebelumnya penyerangan pertama terjadi di kedutaan AS pada hari yang sama. Hingga saat ini belum ada yang mengklaim bertanggung jawab atas tiga serangan bom ini.

Kronologi Ledakan bom bunuh diri di Solo dan Kelompok Pelaku Bom Masjid Nabawi di Madinah Hari IniDunia menyoroti pengeboman yang terjadi di Kota Madina pada senin (4/7). Serangan Bom terjadi pada 3 titik berbeda. Bom yang terakhir pecah pada di area parkiran masjid nabawi, yang berjarak sekita 500 meter dari Masjid pertama ummat Islam tersebut. Sebelumnya ledakan juga terjadi di Jeddah dan Qatif. Informasi beredar secara masif di media sosial, para netizen menghastag #PrayOfMadina. Namun siapa dibalik penyerangan tersebut, hingga saat ini belum ada yang mengklaim bertanggung jawab atas kejadian ini. Para Netizen mulai menduga-duga. Umat diminta untuk tidak menduga-duga dan menuding sana-sini sehingga berakhir kesia-siaan. Umat Islam justru banyak mendoakan atas peristiwa bom Madinah ini agar diberi hikmah dan fakta yang terang benderang di balik ledakan bom di Madinah.

Pelaku Pembunuhan Pratu Galang Ditangkap

Foto Pelaku Pembunuhan Pratu Galang DitangkapPelaku pembunuh Pratu Galang yang diduga berjumlah 20 orang dengan mengendarai sepeda motor masih diburu polisi. Pratu Galang tewas setelah dianiaya oleh puluhan orang karena ditusuk empat kali di bagian punggung yang terjadi di Jalan Rajawali batas kota Bandung-Cimahi. Pasca kejadian itu Tim gabungan Polrestabes Bandung, dan Polda Jabar kompak memburu anggorta geng motor yang membunuh Pratu Galang yang merupakan anggota TNI AD Kodam III Siliwangi tersebut. Perburuan memang sudah memasuki hari ke 3, dan kini kabarnya satu pelaku sudah ditangkap.

Sementara itu kabar lain beredar foto dua pemuda tanpa pakaian di media sosial yang disebut-sebut pelaku penusukan yang menewaskan seorang anggota TNI AD, Pratu Galang, di Jalan Rajawali, Kota Bandung, Minggu (5/6/2016) dini hari. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, memastikan, foto pemuda yang disebut-sebut pelaku penusukan Pratu Galang itu tidak lah benar. Pihaknya sejauh ini belum melakukan penangkapan dan masih menyelidiki kasus penusukan tersebut. "Itu hoaks, hanya untuk mencari sensansi saja," ujar Yusri kepada Tribun melalui sambungan telepon, Rabu (8/6/2016).

Yusri menegaskan, masyarakat jangan terpengaruh dengan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut. Pihaknya meminta masyarakat percaya kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. "Kami akan segera informasikan jika pelaku memang benar sudah ditangkap," ujar Yusri. Kendati begitu, Yusri mengatakan, satu dari dua foto pemuda yang beredar di medsos itu merupakan pelaku penganiayaan yang ditangkap Unit Reskrim Polsek Buah Batu. Pemuda itu diketahui berinisial CSM alias Ende (22), yang merupakan anggota kelompok berandalan bermotor. "Tersangka ini tidak ada kaitannya dengan penusukan Pratu Galang," ujar Yusri. Adapun CSM merupakan pelaku pembacokan yang korbannya AS (17) di Gang H Lukman RT 5/1 Kelurahan Jatisari, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, Minggu (5/6/2016), sekitar pukul 16.30 WIB. "Tersangka memukul dan membacok korban yang sedang nongkrong di pinggir jalan. Ia melakukan bersama tiga pelaku lainnya yang kini masih dalam pengejaran," ujar Yusri.

CSM (22) harus berurusan dengan aparat kepolisian. Pemuda asal Jalan Manjahlega, Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, itu diduga melakukan penganiayaan atau pengeroyokan. CSM yang mengaku kelompok berandalan bermotor itu diduga memukul dan membacok AS (17) di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, Minggu (5/6/2016). Pria pengangguran itu diduga melakukan penganiayaan bersama tiga rekannya yang kini menjadi buron. "Peristiwa itu berawal ketika pelaku mengendarai sepeda motor melewati lokasi kejadian. Ia kemudian melihat korban yang diduga merupakan lawan dari kelompoknya," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus kepada Tribun melalui sambungan telepon, Rabu (8/6/2016).

Lantas, kata Yusri, pelaku bersama tiga rekannya menghampiri korban yang tengah nongkrong di pinggir jalan. Seorang pelaku yang buron membacok AS dengan golok yang dibawanya. Ende yang ikut menghampiri korban memukul korban hingga tersungkur. "Selanjutnya korban diseret dan dilempar ke Sungai Cidurian," ujar Yusri. Beruntung korban selamat dan mengalami luka sobek pada bagian tangan kiri dan jari tangan kanannya. Selain itu, korban mengalami luka lecet pada bagian punggung. Setelah itu para pelaku kabur meninggalkan korban. Adapun Ende ditangkap masyarakat setelah kembali melakukan hal serupa terhadap seorang petugas keamanan. Ende memukul wajah seorang petugas keamanan yang menatap wajahnya di Komplek Sanggar Kencana Utama RT 2/3 Kelurahan Jatisari. "Tersangka diamankan masyarakat dan diserahkan ke Polsek Buah Batu," ujar Yusri.

#Lihat : Profil Pratu Galang - Anggota Pusdiklat Passus TNI AD


Penyebab Mahasiswa Bunuh Dosen UMSU

Kronologi Penyebab Pembunuhan Dosen UMSUKronologi Pembunuhan Dosen UMSU oleh Mahasiswanya Sendiri - Dosen Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Nuraini digorok mahasiswanya di kamar mandi. Seorang mahasiswa Andi menceritakan, pelaku yang kemudian diketahui identitasnya bernama Roymando Sah Siregar mengikuti dosen Nuraini Lubis dari pelataran fakultas. "Namun, saat korban mau buang air. Tiba-tiba tersangka langsung menggorok leher. Bahkan, badan Ibu Nur juga dibacok," ujarnya di depan kamar mandi Fakultas Ekonomi, Senin (2/5/2016).

Dia bilang, akibat pembacokan tersebut, Nurain meninggal dunia di Rumah Sakit Imelda Medan. Namun, mahasiswa laki-laki itu lari ke dalam kamar mandi Fakultas Ekonomi. "Sekarang masih di dalam kamar mandi, bang. Massa mengepung jadi payah kalau dibawa," ungkapnya. Namun, hingga berita ini diturunkan polisi belum berhasil menangkap pembunuh. Sedangkan, jasad Nur Ain sudah dibawa ke Rumah Sakit Imelda Medan. Informasi diperoleh Tribun, awalnya pelaku datang ke gedung FKIP untuk membicarakan masalah perkuliahannya.

Entah bagaimana, cekcok tiba-tiba saja terjadi. Bagaimana latarbelakang motif pembunuhan belum diketahui hingga kini. "Enggak lama anak itu masuk, tiba-tiba terdengar jeritan dari dekat ruang dosen. Tau-taunya sudah berdarah-darah," kata Fandi, salah seorang mahasiswa UMSU, Senin (2/5/2016) sore. Sampai saat ini, mahasiswa UMSU pelaku penggorokan dosennya sendiri masih dikepung saat bersembunyi kamar mandi. Dari informasi yang dihimpun, diduga ada motif dendam pelaku berinisial RM terhadap dosennya itu. “Pelaku diduga ada menyimpan dendam. Dia sudah mempersiapkan pisau di kamar mandi,” terang seorang dosen UMSU, Nirwan.

Saat ini, ribuan mahasiswa masih mengepung pelaku yang bersembunyi di kamar mandi lantai III Kampus UMSU. Diyakini, mahasiswa tak merelakan pelaku dibawa polisi. “Mungkin mahasiswa lainnya mengepung mau menghabisi pelaku, gak rela kalau dibawa polisi,” terang Nirwan. RM merupakan mahasiswa FKIP UMSU stambuk 2013. Dari informasi yang diperoleh, pelaku beralamat Jalan Merdeka Gg Madrasah Kelurahan Ombun Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Sidimpuan.

#Lihat pula : Biodata Roymando Sah Siregar - Mahasiswa FKIP UMSU


3 Siswa SMA Terluka di Prom Night Party

Siswa SMA Pesta di Prom Night PartyPenembak 18-tahun yang melukai dua siswa di prom sekolah tinggi di utara Wisconsin Sabtu malam meninggal setelah ia ditembak oleh polisi, kata para pejabat. Penembakan terjadi setelah 23:00 waktu setempat ketika tersangka muncul dengan senapan luar Sekolah Tinggi Antigo di Antigo, Wisconsin, dan mulai menembak, kata Eric Roller, kepala polisi kota.

Dua mahasiswa, seorang gadis dan anak laki-laki, ditembak ketika mereka keluar sekolah, kata polisi. Administrator Distrik Donald Childs mengatakan kepada ABC News anak itu adalah seorang mahasiswa Antigo dan gadis itu kencannya dari out-of-negara. School District The Unified Antigo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pria bersenjata, yang diidentifikasi oleh polisi sebagai Jakob Wagner, memiliki senapan bertenaga tinggi dan klip amunisi besar.

Petugas sudah di tempat parkir berpatroli acara membalas tembakan dan menembak tersangka, kata polisi. The Langlade koroner mengatakan hari Minggu bahwa Wagner meninggal setelah ia dibawa ke rumah sakit setempat. Tidak segera jelas apakah ia masih mahasiswa. Kedua korban diangkut ke Rumah Sakit Langlade Aspirus, di mana gadis itu sejak habis, kata polisi. Siswa laki-laki menjalani operasi Minggu untuk luka-non-mengancam kehidupan, kata polisi.

Setelah penembakan itu, semua orang di prom dikawal dari sekolah. Distrik sekolah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “tindakan cepat” oleh polisi dan staf “dicegah apa yang mungkin telah dinyatakan menjadi bencana proporsi tak terbayangkan.” Childs mengatakan kepada ABC News kabupaten mengantisipasi jadwal sekolah normal pada hari Senin.

Kronologi Bom Molotov di Tabligh Akbar PPP

Kronologi Penyebab Pelemparan Bom Molotov di Tengah Tabligh Akbar PPPBom Molotov Dilempar ke Tengah Massa Tabligh Akbar PPP, Satu Orang Tewas. Seorang simpatisan PPP meninggal akibat terkena lemparan bom molotov oleh orang tak dikenal. Pelemparan molotov terjadi saat massa beriringan pulang usai mengikuti Tabligh Akbar di Lapangan Mlati, Jalan Magelang, Sleman, Yogyakarta, Minggu (17/04/2016) sore. "Korban luka atasnama Taufan. Korban meninggal Didin Bolawen. Kedua korban warga Mlati, Sleman," ujar Ketua DPW PPP Yogyakarta Syukri Fadholi, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (17/06/2016).

Ia menceritakan, usai mengikuti Tabligh Akbar di Lapangan Mlati, Jalan Magelang, Sleman massa kembali ke rumah masing-masing. Ketika melintas di Jalan Kebonagung, Mlati, Sleman, tiba-tiba ada dua orang berboncengan sepeda motor melempar benda yang diduga bom molotov. Usai melempar, mereka melarikan diri. "Bom mengenai Didin Bolawen dan Taufan yang saat itu berboncengan," kata dia. Didin Bolawen yang berada di belakang (membonceng) meninggal dunia karena luka di bagian lehernya.

Sementara, Taufan yang mengemudikan sepeda motor luka di bagian punggung. "Jenazah Didin dibawa ke RSUP Dr Sardjito. Taufan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Akademik UGM untuk mendapat pertolongan," ucapnya. Fadholi meminta polisi untuk mengusut dan menangkap pelaku. "CCTV dilokasi sudah kami serahkan ke kepolisian. Polisi harus mengusut dan menangkap pelakunya," ujar dia. Fadholi menghimbau masa PPP tetap tenang dan tidak melakukan tindakan apapun. Ia juga menyampaikan turut berbelasungkawa atas peristiwa itu.

#Lihat pula : Didin Suparyanto - Korban Bom Molotov di Sleman

Ingin Dibelikan Motor, Irpan Dibunuh Ayahnya

Kronologi Penyebab Ingin Dibelikan Motor Irpan Dibunuh Ayahnya Sendiri MamanGuna mengungkap penyebab kematian siswa kelas X yang mayatnya ditemukan pada Sabtu pagi (9/4/2016) sekira pukul 06.00 WIB itu, jajaran kepolisian kini tengah melakukan penyidikan dan penyelidikan. Menurut Kapolsek Cisewu AKP Dede Yayat Hardiat yang dikonfirmasi wartawan, pihaknya sedang mememeriksa sejumlah saksi. Mulai Senin (11/4/2016) ini, kata dia, dua orang saksi tengah menjalani pemeriksaan. Kedua saksi itu adalah ayah korban bernama Maman (50 tahun), dan kakak korban bernama Horiman (35 tahun).

“Sampai saat ini belum diperoleh petunjuk soal penyebab kematian Irpan, apalagi bisa menyimpulkan orang yang patut diduga sebagai pelaku pembunuh korban. Pasalnya, pemeriksaan terhadap kedua saksi pun belum selesai,” ujar Yayat kepada wartawan melalui sambungan talepon, Senin (11/4/2016).

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Maman, ayah korban adalah orang yang pertama kali menemukan mayat Irpan tergeletak tak jauh dari rumahnya setelah dia lelah mencari korban sejak pukul 03.00 dinihari. Korban ditemukan sekitar lima meter dari belakang rumahnya dengan kondisi cukup mengenaskan, yakni leher nyaris putus seperti habis digorok senjata tajam (golok). Dugaan sementara waktu itu, korban tewas akibat bunuh diri.

Pada Sabtu siang, mayat Irpan pun dikuburkan di Kampung Cijoho. Tapi kegemparan di tengah masyarakat tidak serta merta hilang dengan dikuburkannya mayat korban itu. Malah yang muncul justru bentuk keheranan: mengapa mayat Irpan langsung dikuburkan sebelum diselidiki dulu guna mendapat kepastian penyebab kematiannya. “Hingga kini pun, dalam setiap obrolan, warga masih meragukan kalau Irpan tewas karena bunuh diri,” kata Kades Kirman.

Maman, sekitar pukul 11.15 WIB Kamis siang mengakui dugaan banyak orang selama ini bahwa dia yang menghabisi nyawa korban. Dijelaskan Yayat, saat korban yang warga Kampung Cijoho RT 003 RW 003 Desa Karangsewu, Kecamatan Cisewu, ditemukan tewas mengenaskan di belakang rumahnya sendiri akibat sayatan benda tajam (golok) pada Sabtu 9 April 2016, sekira pukul 06.00 WIB, polisi menemukan sejumlah kejanggalan kalau Irpan tewas karena bunuh diri.

“Dari beberapa kejanggalan yang kami temukan di lapangan, baik itu di TKP, ya kami terus berusaha semaksimal mungkin untuk mengungkap penyebab kematian Irpan. Dan, sesuai dengan janji kami paling lambat dalam seminggu mendapatkan keterangan yang pasti, akhirnya baru empat hari pun kami berhasil mengungkap siapa pelakunya. Ternyata, pelakunya tak lain adalah ayah kandung korban sendiri,” ujar Yayat.

Motif pembunuhan terhadap Irpan tersebut, dikatakan Yayat, berawal dari permintaan korban kepada ayah kandungnya, yakni ingin dibelikan sebuah sepeda motor jenis satria FU. “Kalau kaitan kronologis kejadian atau ancaman hukuman termasuk siapa saja pelaku selain ayahnya, nanti ya di Polres, yang lebih berwenang menjelaskan itu sesuai hasil pemeriksaan tersangka oleh penyidik di sana,” tegas dia.

#Lihat pula : Biodata Irpan Taupiq - Siswa SMK Cisewu Garut

Misteri Mutilasi Wanita Hamil, Warga Tangerang

Misteri Mutilasi Wanita Hamil, Warga TangerangWarga di kawasan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, digegerkan dengan penemuan potongan bagian tubuh tangan dan kaki. "Iya tadi malam, sekitar habis Isya jam 21.00 WIB ada ribut-ribut, soalnya ada potongan tangan sama kaki di semak-semak," ujar Saepul salah seorang warga sekitar, Kamis, 14 April 2016.

Saepul mengatakan, potongan bagian tersebut dibungkus dengan plastik hitam. Saat ini, potongan tubuh tersebut diamankan pihak kepolisian dan dibawa ke RSU Tangerang. Diduga, bagian tubuh tersebut milik wanita hamil yang dimutilasi di Kampung Telaga Sari, Desa Telaga Sari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Namun, sampai saat ini pihak kepolisian sektor Cikupa belum bisa dikonfirmasi. "Sebentar ya, masih proses pemeriksaan," kata Kapolsek Cikupa, Kompol Gunarko. Diketahui, mayat ibu itu ditemukan dalam kondisi terbungkus dalam plastik berwarna hitam di kamar mandi rumah kontrakannya.

Bagian tubuh yang ditemukan di lokasi hanya tubuh dari paha kaki hingga pangkal leher dan bagian kepala yang sudah terpisah. Sementara, kedua kaki dan tangan ibu yang tengah mengandung bayi dengan usia kandungan tujuh bulan itu sudah raib entah ke mana.

#Lihat pula : Agus Kusmayadi - Pelaku Mutilasi Wanita Hamil


Kronologis Penyebab Petugas Pajak Dibunuh

Corry Grace Lubis - Kronologi Penyebab Dua petugas pajak tewas dibunuhDua pegawai pajak tewas ditikam wajib pajak saat menagih di daerah Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara. Juru sita pajak negara bernama Parada Toga Fransriano S dan anggota satuan pengamanan, Soza Nolo Lase, tewas setelah ditikam wajib pajak bernama Agusman Lase. Saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh Polda Sumut. Pelaku telah menyerahkan diri, dan polisi juga telah memeriksa 10 saksi mata untuk perkara ini.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (12/4/2016). Agusman selaku wajib pajak tidak terima ditagih oleh petugas untuk membayar tagihan sebesar Rp 14,7 miliar. Saat berada di tempat usaha pelaku, kedua korban menanyakan kapan tunggakan pajak akan dibayarkan. Entah bagaimana, tiba-tiba saja cekcok terjadi. Kedua korban lantas ditikam pelaku dengan menggunakan pisau hingga tewas. Agusman langsung menyerahkan diri ke Mapolres Nias setelah melakukan penikaman.

Jenazah Parado Toga F Siahaan (30), petugas pajak yang dibunuh pengusaha karet, Agusman Lahagu Als Ama Tety (45), dibawa ke rumah orang tuanya, di Jl.Air Bersih/Komplek Pertamina III/,Block III No.4C Medan, Rabu (13/4) siang. Di atas peti mati korban diberi bendera merah putih sebagai lambang kehormatan dari negara karena meninggal dalam tugas. Para pelayat, sebagaian pegawai Direktorat Jendral Pajak (DJP) dan para tetangga, datang untuk ikut menangisi jenazah Parada. Terdengar juga tangisan boru Lubis, istri dari Parada Toga Fransriano Siahaan.

#Lihat pula : Agusman Lahagu - Pembunuh 2 Petugas Pajak


8 April - Deadline Tebusan Sandera Abu Sayyaf

Tanggal 8 April - Deadline Tebusan Rp15 Miliar Sandera Abu SayyafKapal Indonesia yang membawa 7.000 ton batu bara dan 10 awak kapal dibajak dan disandera kelompok Abu Sayyaf di perairan Filipina. Kelompok ini memberikan ultimatum pembayaran tebusan bagi 10 WNI yang disandera.

Seperti dikutip media Filipina, inquirer, Rabu (29/3/2016), di sebuah video di facebook oleh akun yang memiliki koneksi dengan militan, disebutkan bila pembayaran itu tak dilakukan sandera akan dibunuh.

Para penyandera meminta tebusan 50 juta peso, atau sekitar Rp 15 miliar. Tebusan mesti dibayarkan paling telat pada 8 April 2016. Pemerintah Filipina sendiri sudah menegaskan tidak membolehkan pemberian pembayaran tebusan.

Sementara pemerintah Indonesia sedang mengupayakan penyelamatan 10 WNI ini. Menlu Retno Marsudi menegaskan bahwa prioritas yang utama adalah keselamatan WNI.

naman 10 WNI ini adalah awak kapal tug boat Brahma yang menarik kapal tongkang Anand 12 yang berisi batubara. Tug boat dilepaskan tetapi 10 WNI dan awak Brahma disandera. Berikut Profil Kelompok Abu Sayyaf dan Daftar 10 Nama ABK yang disandera Kelompok Abu Sayyaf - Profil Kelompok Abu Sayyaf

Foto Hoax Jessica Wongso dan Mirna Salihin

Foto Hoax Jessica Wongso dan Mirna SalihinKabar adanya hubungan khusus antara Jessica Kumala Wongso dan Wayan Mirna Salihin sempat hebohkan publik. Namun ayah Mirna, Dermawan Salihin, dan juga pengacara Jessica, Yudi Wibowo, sudah menyangkalnya. Tiba-tiba muncul foto yang dikait-kaitkan dengan Jessica dan Mirna. Dalam foto yang beredar itu tampak dua orang perempuan mirip Jessica dan Mirna. Keduanya terlihat menggenakan baju berwana biru dan tampak tengah asyik melakukan aktivitas sebagai pasangan.

Foto Hoax Jessica Wongso dan Mirna SalihinSoal motif apa yang melatarbelakangi Jessica meracuni Mirna memang belum terjawab. Polisi juga belum memberikan keterangan resmi soal motif dalam dugaan pembunuhan tersebut. Namun foto mirip Wayan Mirna Salihin dan Jessica Kumala Wongso tidak dapat dipastikan keasliannya. Berkas kasus yang menghebohkan itu akan segera dilimpahkan ke kejaksaan dan publik diminta untuk bersabar terhadap kasus yang telah menjadi sorotan itu.

Foto Hoax Jessica Wongso dan Mirna SalihinMasyarakat agar tidak membuat polemik dan isu negatif tentang hubungan Jessica Kumala Wongso (27), dengan Wayan Mirna Salihin (27). Adapun beredarnya foto Jessica dengan Mirna itu hoax. Penyidik enggan membeberkan bukti yang dimilikinya tentang kasus Mirna karena khawatir jika masyarakat membentuk opini sendiri tentang kasus tersebut. Terbukti belum juga dibeberkan secara detil tentang kasus Mirna, masyarakat telah berpolemik. Bahkan, masyarakat telah membentuk opini negatif tentang hubungan Jessica dengan Mirna.

6 Ledakan Teror Bom di Sarinah MH Thamrin

6 Ledakan Teror Bom di Sarinah MH ThamrinSebanyak Enam ledakan terjadi di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016). Sebanyak 3 polisi dan 3 sipil menjadi korban tewas. Sekitar pukul 12.37 WIB, ledakan kembali terdengar dari arah Starbucks. Belum diketahui apakah ledakan tersebut berasal dari polisi yang sedang menangkap pelaku atau pelaku yang meledakan diri. Ledakan itu terdengar hingga ke Jalan Sabang yang berada di belakang gedung Djakarta Theatre.

Jantung ibu Kota Jakarta, di awasan Sarinah Jalan MH Tharmin dan Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (14/1/2016) pagi, diguncang serangkaian ledakan yang diduga merupakan serangan bom. Enam orang yakni tiga polisi dan tiga warga sipil jadi korban dalam peristiwa itu. Selain ledakan bom, sempat terdengar suara tembakan di gedung Sarinah.

6 Ledakan Teror Bom di Sarinah MH ThamrinKesaksian warga internet dan foto-foto mengenai kejadian ini banyak beredar di Twitter. Sebagian tampaknya merupakan pekerja yang berkantor di sekitar lokasi. “Bom meledak sudah lima kali di area perempatan Sarinah,” kicau seorang pengguna di akun @ariana_graens. Pengguna lain menyebutkan bahwa rentetan ledakan yang diduga bom itu turut diiringi bunyi lain mirip letusan-letusan senjata api.

Sebuah foto memperlihatkan pos polisi di perempatan jalan di depan gedung Sarinah dalam keadaan hancur. Seorang polisi dilaporkan menjadi korban tewas. “Baku tembak masih berlangsung sampai sekarang. Mohon info rekan dan keluarga,” tulis pengguna Twitter lain bernama @Daurie_Alam, sekitar pukul 11.15 WIB. Informasi mengenai kejadian ini masih simpang-siur. Belum jelas apa yang terjadi atau siapa saja yang terlibat. Beberapa foto yang diunggah warga yang berada di sekitar tempat kejadian ke Twitter. - tribunnews

Mirna Salihin dan Rhoma Irama Meninggal

Biografi Profil Biodata Mirna Salihin dan Rhoma Irama MeninggalSementara itu Rhoma Irama akhirnya meninggal dunia pada Selasa 6 Januari 2016. Rhoma Irama alias Oman merenggang nyawa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. Rhoma Irama alias Oman ini bukan si raja dangdut tapi mahasiswa STKIP Bima yang menjadi korban pembacokan. Rhoma Irama meninggal setelah sempat dirawat intensif di RSUD Bima. Mahasiswa semester VII tersebut dikabarkan menderita luka serius pada bagian kepala.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota Antonius Gea sedang melakukan penyelidikan. Sedangkan Korban menurut saksi hanya melerai mahasiswa lain yang disrempet motor di samping Aula Kampus STKIP Bima. Pelaku marah pada Oma karena turut campur. Entah apa dibenak pelaku hingga menusuk Oma pada bagian kepala. “tersangka sudah kami indentifikasi dan segera kita kejar,”kata Antonius Gea.

Biografi Profil Biodata Mirna Salihin dan Rhoma Irama MeninggalWayan Mirna Salihin (27), perempuan yang meninggal seusai minum kopi di sebuah kafe di Grand Indonesia. Pihak kepolisian belum mendapat informasi mengenai riwayat kesehatan. "Soal riwayat kesehatan, kami masih menunggu informasi dari pihak keluarga," ujar Kapolsek Tanah Abang AKBP Jefri Siagian kepada Kompas, Jumat (8/1/2016). Ia mengatakan, saat ini pihaknya belum memiliki data apa pun terkait Mirna. Sebab, hingga kini pihak keluarga belum mau memberikan banyak keterangan.

"Keluarga bilang masih dalam suasana berduka. Mereka baru mau dimintai keterangan seusai pemakaman," ucapnya. Jefri menyampaikan, keluarga hanya memberikan ponsel Mirna Salihin saat ditemui pihak kepolisian di RS Abdi Waluyo. Alat komunikasi itu diberikan terkait pencarian informasi lebih lanjut mengenai Mirna. Seperti diberitakan, Mirna Salihin meninggal dunia seusai menyeruput es kopi Vietnam di sebuah kafe di West Mall, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2016).

Warga Cimahi Tewas Dikeroyok Geng Motor

Didin Haerudin Warga Cimahi Tewas Dikeroyok Geng MotorDidin Haerudin (43), warga Cibabat, meninggal dikeroyok sejumlah orang yang diduga geng motor. Korban meninggal pada Selasa (24/11) sekitar pukul 13.00 di RS Cibabat Cimahi. Pengeroyokan terjadi di rumah tinggal korban, Gang Karya Bakti III No 37 Kelurahan Cigugur Tengah Kota Cimahi. Waktu kejadian hari Selasa 24 November sekitar pukul 02.00 pagi dini hari. Para pelaku sempat meneriakkan nama sebuah geng motor di Jawa Barat.

Pada saat itu korban yang sedang berada di depan rumahnya menegur pengendara motor yang menjalankan kendaraan dengan kencang. Tidak lama kemudian berselang sekitar 15 menit datang beberapa orang dan langsung menyerang korban dengan menggunakan benda tumpul. Korban dipukul di bagian kepala sehingga mengakibatkan korban langsung pingsan. Selain itu pelaku juga merusak rumah dan kemudian membawa barang-barang elektronik, seperti monitor komputer dan speakernya.

Berdasarkan keterangan istri korban Suharni (42), korban saat itu juga langsung dilarikan ke RS Cibabat Cimahi. Namun sekitar pukul 13.00 siang korban menghembuskan napas terakhirnya. Berdasarkan keterangan keluarga korban juga, almarhum Didin Haerudin dimakamkan di pemakaman Purabaya Padalarang sekitar pukul 17.00 WIB sore. Korban merupakan pegawai swasta berprofesi sebagai tukang pengantar jahitan (driver tailor). Korban meninggalkan dua anak dan satu orang istri.

Dua pelaku sudah tertangkap, yaitu Andika Turangga alias Bombom (22), alamat Jalan Pesantren Kelurahan Cibabat, Cimahi Utara. Dan satu orang lagi Agung Abidin (26), alamat Jalan H Tajudin no 24/b, Karang Tengah, Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Polisi terpaksa menembak Agung Abidin (26) karena saat penangkapan tersangka mencoba melawan petugas dengan menggunakan golok. Penangkapan dilakukan Selasa, (24/11)sekitar pukul 16.00 WIB, didaerah Cimindi, Kota Cimahi. Sementara pelaku lainnya, ditangkap terpisah.

Kronologi Serangan Terror di Paris Prancis

Kronologi Serangan Terror di Paris PrancisLebih dari 150 orang dikabarkan tewas dalam enam rangkaian serangan di Paris Jumat (14/11). Serangan dilakukan di gedung konser Bataclan, restoran Kamboja, Le Petit Cambodge di Rue Bichat serta di luar sebuah stadion olah raga Stade de France saat tim sepak bola Prancis bertanding dengan Jerman.

Korban terbesar yakni di stadion Bataclan. Sekitar 118 orang tewas di satu titik serangan. Polisi Prancis terus memperbaharui jumlah korban. Berikut kronologi insiden malam serangan Paris (dalam waktu setempat), seperti dikutip Daily Mail.

20.30 : Dua bom bunuh diri meledak di luar stadion Stade de France saat pertandingan digelar antara Prancis-Jerman.

21.30 : Ada laporan penembakan di Petit Cambodge yang letaknya lima mil dari stadion.

22.00 : Polisi Prancis mengonfirmasi sedikitnya 18 orang tewas dalam serangan di restoran. Ada laporan serangan di gedung konser Bataclan.

22.10 : Korban tewas bertambah jadi 26 orang di restoran dan 15 orang di Bataclan. Pelaku menyandera sekitar100 orang di dalam gedung konser.

23.00 : Hollande mendeklarasikan kondisi darurat dan menutup perbatasan. Kematian bertambah jadi 42 orang.
23.20 : Ledakan dan tembakan terdengar di Bataclan tengah malam. Polisi menerobos gedung, menewaskan tiga pelaku penembakan dan menyelamatkan sandera. Sekitar 100 orang diperkirakan tewas.

01.00 : Juru bicara kota Paris mengatakan sedikitnya 140 orang tewas. Ia mengonfirmasi ada dua restoran yang jadi sasaran penembakan.

Sumber : Republika

Siapa Pelaku Pembunuhan Anak dalam Kardus

Siapa Pelaku Pembunuhan Anak dalam Kardus di KalideresPenemuan mayat bocah dalam kardus di Kalideres, Jakarta Barat pada Sabtu (3/10) menyentak publik. Bagaimana tidak, bocah perempuan berusia 9 tahun itu dibunuh dengan keji, lalu dimasukkan ke dalam kardus, dan dibuang di pinggir jalan. Polisi pun mengerahkan kekuatan besar agar bisa mengungkap kasus pembunuhan dan pemerkosaan ini secepatnya. Titik terang untuk mengungkap misteri pembunuh bocah ini pun mulai muncul.

Bocah yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa itu sebelumnya hilang sejak Jumat (2/10) saat pulang sekolah. Bocah yang dikenal ceria tersebut memang biasa pulang sekolah sendiri. Setelah ditemukan tewas, jenazah bocah kemudian diautopsi di RS Polri Kramat Jati atas izin keluarga. Dari autopsi, terungkap bahwa bocah tewas dengan cara dicekik. Pembuluh darah korban pecah hingga mengeluarkan darah di mulut, hidung dan telinga.

Sebelumnya, dia diduga mengalami kekerasan ditemukan di tubuhnya. Pelaku juga diduga melakukan tindakan sadis lainnya yaitu menginjak tubuh bocah agar bisa masuk ke dalam kardus. Polisi optimistis bisa mengungkap pembunuhan keji ini. Penyisiran lokasi penemuan bocah dalam kardus dilakukan sejak pukul 14.00 WIB dan mendapatkan sejumlah benda yang mungkin akan memberikan petunjuk dalam mengungkap pelaku.

Siapa Pelaku Pembunuhan Anak dalam Kardus di KalideresPolisi juga membawa anjing pelacak bernama Tina ke lokasi. Dia mulai bertolak dari sebuah gang sempit, di mana mayat korban ditemukan lalu lari ke arah timur ke dekat pembuangan sampah yang berada di bawah jembatan. Melewati lahan kosong, Tina menyusuri got dan berhenti di dekat sumur milik warga. Anjing tersebut kemudian mengitari rumah warga sebanyak 3 kali. Namun, tidak ada sesuatu barang yang ditemukan polisi yang berkaitan dengan peristiwa pembunuhan.

Belum ada hasil dari penelusuran dengan anjing pelacak, polisi kemudian menganalisis rekaman CCTV yang tak jauh dari lokasi pembuangan mayat bocah itu. Dari rekaman CCTV terlihat ada pemotor yang melintas dan membawa kardus. Meski tak begitu jelas, rekaman CCTV ini menjadi salah satu titik terang di kasus ini. Rekaman CCTV itu diperoleh tim kepolisian Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Jakbar dan Polsek Kalideres dari sebuah gudang yang berjarak sekitar 500 meter dari TKP, di Kampung Belakang, Kamal, Kalideres, Jakbar. Gudang berisi besi-besi tua tersebut adalah milik Sujaroadi (54).

Lokasi gudang berada di hook yang di belakangnya terdapat sebuah jalan kecil yang hanya bisa dilalui motor saja. Setelah ramai penemuan mayat bocah di dekat gudangnya itu, Sujaroadi pun sempat mengecek rekaman CCTV-nya pada Sabtu (3/10) sore. CCTV merekam 2 pemotor yang melintas dalam tempo yang berbeda. Di rekaman pada pukul 18.04 WIB, ada pemotor yang melintas dengan posisi membelakangi kamera CCTV atau dari gang besar ke gang kecil yang merupakan tempat korban ditemukan.

Sayangnya, sosok pembawa kardus itu tak begitu tampak karena lampu motor menyala dan membuat kamera terpendar. Pemotor itu memakai jaket namun tidak memakai helm. Kardus tersebut diletakkan di jok belakang motor dan disandarkan ke punggung pemotor. Siapakah pria misterius itu? Apakah rekaman CCTV ini bisa menjadi kunci untuk membuka misteri pembunuhan keji bocah dalam kardus?

Menolak Tambang, Salim Kancil pun Dibantai

Masalah Penyebab Dibunuhnya Salim KancilKepala Kepolisian Resor Lumajang Ajun Komisaris Besar Fadly Munzir Ismail mengatakan telah menetapkan 18 tersangka terkait dengan kasus penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. "Sampai saat ini, kami sudah mengamankan dan menetapkan 18 tersangka dalam kasus tersebut," kata Fadly, Senin, 28 September 2015.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua warga Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, diduga menjadi korban penganiayaan, Sabtu, 26 September 2015. Aksi kekerasan ini menimbulkan satu korban tewas dan satu orang kritis. Korban tewas adalah Salim, 52 tahun, warga Dusun Krajan II.

Sedangkan korban kritis adalah Tosan, 51 tahun, warga Dusun Persil. Kedua korban kekerasan ini dikenal sebagai warga penolak tambang pasir di pesisir Pantai Watu Pecak. Keduanya dihajar di tempat terpisah berjarak tiga kilometer satu sama lain.

Masalah Penyebab Dibunuhnya Salim KancilFadly menuturkan jumlah tersangka kemungkinan bisa bertambah sesuai dengan hasil penyidikan dan penyelidikan anggotanya yang ada di lapangan. Ke-18 tersangka mempunyai peran yang berbeda. "Masing-masing mempunyai peran yang berbeda-beda, mulai mengajak, memerintahkan, memukul, melempar, hingga menyetrum korban," ucap Fadly.

Menurut Fadly, pihaknya telah menangkap otak dan penggerak kejadian tersebut. "Di antara 18 orang yang kami amankan, ada otak dan penggeraknya," katanya. Fadly tidak menyebutkan siapa otak dan penggerak penganiayaan dan pembunuhan itu. "Kami lihat nanti lebih lanjut, siapakah aktor intelektualnya. Apa yang di ada di antaranya 18 orang tersebut atau berkembang ke yang lain," katanya.

Fadly berujar, pihaknya berkonsentrasi menangani kasus tersebut. Dia meminta agar masyarakat mempercayakan kasus ini kepada polisi. "Kami akan bekerja semaksimal mungkin untuk terus mengungkap sampai tuntas," ucapnya.

Terkait dengan kasus penganiayaan dan pembunuhan ini, polisi mengamankan 36 orang di Polres Lumajang. Sebanyak 18 dari 36 orang tersebut kemudian dijadikan tersangka.
 
Support : Creating Website | Data Biografi | Mas Template
Copyright © 2011. Peristiwa Fenomena - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger