Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label Kecelakaan. Show all posts
Showing posts with label Kecelakaan. Show all posts

Kecelakaan Maut Bus Widji Lestari vs Truk Tronton

Kronologi Penyebab Kecelakaan Maut Bus Widji Lestari vs Truk Tronton Badan Bus Widji Lestari terkoyak hingga bagian kabin kemudi terlihat. Bus tersebut diketahui terlibat tabrakan maut dengan truk di Jalan Pantura Rembang, Desa Pasarbanggi, Kecamatan Rembang, Jumat (10/3/2023). Akibat kecelakaan maut ini korban tewas adalah 4 orang.

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan mengatakan ada empat korban tewas dan 16 korban luka-luka akibat kecelakaan ini. Sementara korban yang mengalami luka-luka dilarikan ke RSUD dr R Soetrasno Rembang. Dua korban tewas adalah sopir truk yang melaju dari timur ke barat serta sopir bus. Sementara dua korban tewas lainnya saat ini masih dalam proses identifikasi. Beberapa korban merupakan penumpang bus.

"Itu sementara, nanti kami update lagi. Identitas korban juga masih kami data, ada beberapa korban yang tanpa identitas (tidak membawa tanda pengenal)," ujar Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan. "Saat ini kami masih konsentrasi untuk mengevakuasi truk terguling dan mengatur arus lalu-lintas agar kembali normal," tuturnya.

Rafathar Anak Raffi Ahmad dan Mbak Lala Kecelakaan Mobil

Kronologi Penyebab Rafathar Anak Raffi Ahmad dan Mbak Lala Kecelakaan MobilRafathar , anak Raffi Ahmad dan sang pengasuh Shela atau Mbak Lala mengalami kecelakaan mobil. Di mana mobil yang ditumpangi menabrak truk saat berada di Tol Antasari, Jakarta Selatan. Kabar mengejutkan ini dibagikan Raffi dalam kanal YouTube Rans Entertainment. Suami Nagita Slavina itu awalnya bertanya kepada Lala soal kecelakaan yang dialami mereka.

"Mobil nabrak ya tadi?" tanya Raffi dikutip Selasa (21/12/2021). "Iya pak," jawab Lala singkat. Kepada majikannya, Lala mengatakan dirinya dan Rafathar selamat dari kecelakaan tersebut berkat menggunakan sabuk pengaman. Ia pun bersyukur tidak mengalami luka. "Nggak apa-apa tapi?" tanya Raffi lagi. "Alhamdulillah kita pada pakai safety belt semua," imbuh Lala.

Lebih lanjut Lala menceritakan kronologi kecelakaan yang dialaminya bersama Rafathar. Lala menjelaskan kala itu dirinya dan Rafathar tengah berada di Tol Antasari. Kondisi yang tengah macet membuat mobil jalan perlahan. "Pas mau naik ke Antasari, itu kan macet pas keluar tol. Tadi itu jalannya pelan. Ndat ndut," jelas Lala.

Namun, truk yang berada di depan mobil mereka melakukan rem secara tiba-tiba. Hal ini membuat sopir yang mengendarai mobil Rafathar tidak bisa menghindari truk tersebut. Akibatnya, kecelakaan pun terjadi. Akibat kerjadian itu, Lala menuturkan jika sopirnya menabrak bagian belakang truk. Namun, Lala tak mengungkapkan bagaimana kondisi mobil yang ditumpanginya setelah kecelakaan itu. "(Sopir) injak rem. Kan truk yang buat angkut itu tinggi, jadi kena besi bemper atasnya," tutup Lala.

Anggota TNI dan istri meninggal jatuh dari hotel di Puncak

Kronologi Penyebab Anggota TNI dan istri meninggal jatuh dari hotel di PuncakPasangan suami istri (pasutri) dari keluarga TNI dilaporkan tewas usai melompat dari lantai enam sebuah hotel di wilayah Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (20/12). "Betul, tadi olah TKP (tempat kejadian perkara) bersama dengan Denpom (Detasemen Polisi Militer). Kami serahkan ke Denpom," kata Kapolsek Cisarua, Kompol Supriyanto, dikutip dari Antara.

Menurut dia, pasangan suami istri tersebut terjun dari ketinggian sekitar pukul 01.00 WIB setelah check in sekitar pukul 18.00 WIB pada Minggu (19/12) bersama dua anaknya. "Anaknya ada di kamar. Tapi yang lompat suami istri itu," kata Supriyanto. Informasi yang dihimpun, pasangan suami istri itu tidak melompat bersamaan, tetapi sang istri lebih dahulu melompat, kemudian disusul jatuhnya sang suami usai keduanya diduga bertengkar. 

Supriyanto mengonfirmasi bahwa pasangan suami istri itu merupakan keluarga TNI. Oleh karena itu, olah TKP pun dilakukan bersamaan oleh Denpom. "Kami sudah serah terima dengan teman-teman dari Denpom setelah olah TKP tadi," ujarnya. Pasca kejadian, Kedua jenazah pasangan suami istri tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi.

7 Korban Tewas di Tabrakan Maut di Tol Cipali

Kronologi PenyebabPara korban tewas akibat tabrakan bus Sinar Jaya dan Arimbi di tol Cipali dibawa oleh keluarganya masing-masing. Tujuh orang meninggal dunia akibat kecelakaan dua bus di Kilometer 117 Tol Cipali, Kabupaten Subang, Kamis (14/11/2019). Humas Rumah Sakit Umum Daerah Subang, Mamat, mengatakan saat ini seluruh jenazah sudah dalam proses pemulangan dan akan diberangkatkan secara bersamaan. "Sudah proses pemulangan ke dalam ambulans, tinggal dua jenazah lagi yang disiapkan untuk dimasukkan ke ambulans," kata Mamat saat dihubungi, Kamis.

Korban yang mengalami luka-luka sebanyak 25 orang. Sebagian, kata dia, sudah ada yang diperbolehkan pulang. Dari 25 pasien, hingga jam 13.00 WIB tersisa 11 pasien yang masih kita tangani," kata Mamat. Mamat menyebut pasien yang masih dirawat tersebut di antaranya ada yang mengalami luka berat seperti patah tulang. Termasuk sopir bus yang diduga menjadi penyebab kecelakaan karena mengantuk. "Untuk sopir, kita belum tahu persis lukanya, tapi tadi dia sudah di-rontgen untuk dipastikan sebelah mana lukanya," kata Mamat. Sementara itu, Kasatlantas Polres Subang, AKP Bambang Sumitro menyebut penyelidikan terhadap sopir bus Sinar Jaya akan dilakukan begitu proses perawatan sudah selesai.

"Menunggu proses perawatan dulu. Setelah perawatan langsung penyelidikan," kata Bambang. Kecelakaan di tol Cipali melibatkan Bus Sinar Jaya dengan nomor polisi B 7949 IS dan Bus Arimbi bernopol B 7168 CGA. Kecelakaan itu bermula dari Bus Sinar Jaya yang dikemudikan Sanudin dari arah Jakarta menuju Palimanan diduga hilang kendali dan menyeberang ke jalur berlawanan sehingga menabrak Bus Arimbi yang datang dari arah Cirebon. Pihak kepolisian menduga ada faktor kelalaian. Sopir Bus Sinar Jaya diduga mengantuk saat terjadinya kecelakaan maut tersebut

Misteri Jalur Maut KM 91-97 di Tol Cipularang

Kronologi Penyebab Keelakaan Maut dan Misteri KM 91 Hingga KM 97 Tol CipularangRuas jalan tol KM 97 Cipularang dikenal banyak meminta korban akibat kecelakaan. Jalan tol ini posisinya berada di sekitar Gunung Hejo, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Gunung Hejo dulu menjadi tempat bernaung binatang monyet, tetapi sekarang sudah punah. Juru Kunci Gunung Hejo, Jaya Sukaya menuturkan, selama menjadi juru kunci di Gunung Hejo, dia banyak mengalami kejadian mistis. Dia sering dijumpai penunggu gaib penunggu petilasan itu, yaitu Syekh Magelung Sakti. “Perawakan Syek Magelung, tinggi besar, berbaju putih, memakai sorban dan berjenggot,” katanya.

Jaya mengakui, selama ini Gunung Hejo dianggap angker dengan banyak kejadian aneh. Apalagi, setelah ada jalan tol, banyak kecelakaan terjadi di sana. Banyak orang yang menghubungkan kecelakaan dengan keberadaan gaib di gunung Hejo. “Mungkin saja Syekh Magelung marah, karena pembuat jalan tol ingkar janji. Dulu, katanya akan dibuat mushala di Gunung Hejo. Selain itu, juga akan dibuka akses jalan ke Gunung Hejo. Tapi ternyata, sampai sekarang tidak pernah ada realisasinya,” katanya.

Sebelum ada jalan tol, di kawasan sekitar Gunung Hejo adalah ladang dan persawahan yang membentang luas. Masyarakat yang akan ritual ke Gunung Hejo hanya bisa jalan kaki melewati pematang sawah dan jalan setapak di pinggir ladang. Tidak ada jalan untuk mobil ke arah gunung. Jika menaiki sepeda motor, harus hati-hati melewati jalan tanah yang cuma setapak.

Makanya ketika jalan tol mulai dibangun, masyarakat sekitar berharap akan dibuatkan jalan ke arah Gunung Hejo. Keyakinan itu bertambah, ketika pihak pembuat jalan tol berjanji akan membuatkan jalan dan membangun mushala. Namun, seperti yang terjadi, janji itu cuma pepesan kosong, jalan dan musala tak pernah terwujud. “Dengan adanya jalan tol, justru jika memakai sepeda motor akan kesulitan, karena jalannya terpotong. Paling hanya bisa berhenti di pinggir tol, terus jalan kaki lewat terowongan menyeberang ke Gunung Hejo. Jika ingin dekat ke arah gunung, harus memutar jalan yang cukup jauh,” katanya.

Namun menurut Polda Jawa Barat, ruas KM 90-100 merupakan daerah black spot. Maksudnya adalah titik-titik rawan di Tol Cipularang. Jalur Tol Cipularang sepanjang 58 kilometer ini didesain dengan mengikuti aturan-aturan yang sangat ketat mengenai tata cara membuat jalan tol. Jalan tol ini dirancang aman untuk kecepatan rata-rata 120 km/jam. Banyak yang mengatakan tanjakan di KM 97 sangat curam, padahal tingkat elevasi maksimum jalan tol yang didesain untuk tanjakan/turunan dengan kecepatan aman 100 km/jam adalah 6 persen. Artinya, kalau jalan harus mendaki bukit setinggi 60 meter, maka panjang jalan menanjak (tanjakan) minimal harus 1.000 meter atau 1 km.

Misteri Penyebab Kereta Anjlok di Bogor Hari Ini

Kronologi Misteri Penyebab Kereta Anjlok di Bogor Hari Ini PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengaku belum mengetahui penyebab anjloknya gerbong kereta rute Jatinegara-Bogor di Kebon Pedes, Bogor. Penyebab kecelakaan tersebut masih diinvestigasi. "Belum (penyebab kecelakaan). Untuk penyebab adanya anjlokan 1722 ini harus melalui proses investigasi," kata Vice President Corporate Communication PT KCI Eva Chairunisa ditemui wartawan di lokasi kecelakaan, Kebon Pedes, Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/3/2019).

Eva mengatakan saat ini semua unsur untuk penanganan dan penyelidikan kecelakaan tersebut sudah ada di lapangan. Di antaranya dari PT KAI, Kementerian Perhubungan, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Nah, ini semua akan melakukan proses investigasi. Baru bisa menjelaskan penyebabnya apa. Dan itu pun tidak bisa dalam waktu cepat. Karena biasanya proses investigasi itu membutuhkan waktu. Nanti kan semua tim gabungan ini baik dari PT Kereta Api, dari DJKA, dari KNKT ini kan akan melakukan diskusi ataupun koordinasi bersama dengan melihat berbagai hal yang terjadi ataupun kondisi lapangan," jelas Eva.

Eva mengatakan salah satu proses investigasi yang dilakukan adalah meminta keterangan dari warga. "Biasanya proses investigasi ada kewenangan di mereka ya meminta keterangan warga sekitar, meminta keterangan awak KA atau penumpang pasti itu dilakukan," katanya. Sementara itu, masinis kereta nahas tersebut, Eva mengatakan, saat ini sudah sadarkan diri. Namun masinis tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit."Tadi sekitar pukul 12.00 sudah sadar masinisnya. Jadi memang tadi kalau menurut dokter syok, pingsan karena trauma syok. Tapi kami akan tetap melakukan proses lanjutan, observasi. Tapi untuk masinis, kemungkinan akan rawat inap sampai dengan besok karena proses observasinya akan dilakukan di Rumah Sakit Salak," jelas Eva.

2 Pesawat Jet Tempur India Tabrakan di Udara

Video Penyebab 2 Pesawat Jet Tempur India Tabrakan di UdaraDua pesawat tempur milik Angkatan Udara India bertabrakan di udara saat latihan untuk pertunjukan aerobatik. Satu pilot tewas dan tiga orang lainnya luka-luka dalam insiden yang terjadi di wilayah Karnataka ini. Kedua korban luka itu merupakan pilot lain yang berhasil melontarkan diri keluar dari pesawat usai tabrakan terjadi. Satu korban luka lainnya merupakan seorang warga sipil yang terkena puing pesawat yang terlempar usai tabrakan terjadi.

Dalam keterangan terpisah, Kementerian Pertahanan India mengonfirmasi bahwa dua pesawat tempur jenis Hawk saling bertabrakan dan jatuh di dekat Pangkalan Udara Yelahanka pada Selasa (19/2) waktu setempat. Insiden terjadi saat kedua pesawat itu melakukan latihan aerobatik. Sejumlah saksi mata menuturkan bagaimana kedua pesawat tempur itu terbang secara spiral tak terkendali setelah saling bertabrakan di udara. Saksi mata menyebut tabrakan dua pesawat itu memicu bola api raksasa di langit.

Kedua pesawat tempur itu merupakan bagian dari Tim Pertunjukan Aerobatik Surya Kiran. Tim itu dijadwalkan akan tampil pada acara Aero India 2019, sebuah airshow selama lima hari yang diperkirakan akan diikuti 500 perusahaan penerbangan India dan asing juga kontraktor pertahanan. Insiden ini merupakan insiden mematikan kedua yang melibatkan Angkatan Udara India dalam sebulan terakhir. Pada 1 Februari lalu, pesawat latih Mirage 2000 jatuh di kota Bengaluru. Insiden itu menewaskan dua pilot yang ada di dalam pesawat.

Kecelakaan Maut Bus Kramat Jati di Cicalengka

Kronologi Penyebab Video Kecelakaan Maut Bus Kramat Jati di CicalengkaDaftar Lengkap 14 Korban, 2 di Antaranya Meninggal Dunia pada Kecelakaan Maut Bus Kramat Jati di Cicalengka. Bus Kramat Djati mengalami kecelakaan di sekitar Jalan Ciputat Cikopo Cicalengka, Rabu (6/2/2019) dini hari. Bus dengan nomor plat D 7591 AF ini terbalik di bawah by pass Jalan Garut-Bandung. Berikut adalah daftar nama korban

Luka berat dan ringan

1. Taufik nurohman, 31 tahun, karyawan swasta alamat Dusun Gunung Nangka rt. 08/06 ds. Gentasari Kroya.
2. Sujianto s, 48 tahun, karyawan swasta, alamat Sukaraja Kota Bandung.
3. Mujimin azis, 63 tahun, swasta, jl. H. Anwar gg. H. Fakih rt. 01/08 ds. Cibuntu Kota Bandung.
4. Dini mardiani, 38 tahun, irt, kp. Pataruman rt. 01/011 ds. Sayang Cianjur.
5. Achmad Aripin, 9 bln, alamat kp. Sobokerto rt. 02/06 ds. Griwarno kec. Girimarto Kab. Wonogiri.
6. Titik hariyanti, 30 tahun, pedagang, alamat kp. Sobokerto rt. 02/06 ds. Griwarno kec. Girimarto Kab. Wonogiri
7. Abas suharno, 67 tahun, pensiunan tni ad, alamat cilame indah rt. 04/20 ds. Cilame Kec. Ngamprah Kab. Bandung Barat.
8. Tusinah, 37 tahun, irt, alamat ujungkulon rt. 02/05 Citaman Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
9. Suharni, 50 tahun, irt, alamat jl. Ciwangka girang no. 208 rt. 07/10 Padasuka kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
10. Heri priatno, 43 tahun, wiraswasta, alamat kp. Pataruman rt. 01/011 ds. Sayang Cianjur.
11. Suwahri, 50 tahun, pedagang alamat jl. H. Anwar gg. H. Fakih rt. 01/08 ds. Cibuntu Kota Bandung
12. Aida, 10 tahun, pelajar, alamat kp. Pataruman rt. 01/011 ds. Sayang Cianjur.

Korban meninggal dunia 2 orang pria yang belum diketahui identitasnya. - TribunNews

Kecelakaan Istri dan Ajudan Kapolres Tulungagung

Kronologi Penyebab Kecelakaan Mobil Istri dan Ajudan Kapolres TulungagungMobil Toyota Land Cruiser yang ditumpangi Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengalami kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto. Istri Kapolres Tulungagung Anggi dan ajudannya meninggal dunia dalam kecelakaan ini. Kendaraan yang ditumpangi Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengalami kecelakaan, Kamis malam (27/9/2018). Istri Tofik dan ajudan Kapolres Tuluanggung Bripda Lutfi tewas akibat peristiwa nahas itu.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan musibah tersebut. Menurut dia, istri Tofik sudah disemayamkan di Masjid Arif Nurul Huda Mapolda Jatim. Sedangkan Tofik sendiri sudah menjalani operasi sejak pukul 06.15 WIB di Sidoardjo. "Dalam keadaan baik di RS Bahayangkara Polda Jatim. Selain itu, mohon tunggu perkembangannya," kata Barung kepada JawaPos.com, Jumat (28/9/2018). Barung masih enggan berkomentar banyak terkait kecelakaan yang menimpa Kapolres Tulungagung. Musibah terjadi usai Kapolres Tuluanggung menghadiri deklarasi pemilu damai di Mapolda Jawa Timur (Jatim).

Sekitar pukul 23.00, kendaraan melintas di Jalan Raya Tol Surabaya-Mojokerto KM 716+800 atau tepat di Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Mojokerto. Mobil Landcruiser AG 908 RS yang dikemudikan Bripda Tommy melaju dari arah timur ke barat. Kendaraan tersebut mencoba mendahului truk di depannya. Tommy berusaha mencari celah dengan mencoba menyalip di sisi kanan truk. Namun, usai berhasil mendahului truk, mobil yang ditumpangi Tofik oleng ke arah kiri. Truk tronton langsung menghantam mobil dari belakang karena jarak yang sangat dekat. Adapun truk dikemudikan Sugiyo (41), warga Dusun Pujok, Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. - Liputan6

Konstruksi Tol Pasuruan - Probolinggo Ambruk

Kronologi Penyebab Konstruksi Tol Pasuruan - Probolinggo AmbrukKonstruksi bangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Pasuruan – Probolinggo di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan ambruk. Tol Pasuruan-Probolinggo roboh pada Minggu, (29/10/2017) pukul 09.00 WIB. Insiden tersebut menyebabkan 1 orang meninggal dan 2 luka-luka.

Anggota Komisi V DPR RI Nizar Zahro menyesalkan dan mempertanyakan apakah pengerjaan proyek tersebut sudah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang sudah ditetapkan sebelumnya. Nizar meminta kepolisian segera melakukan pengusutan atas insiden ini. Politisi Partai Gerindra ini juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan turun tangan melakukan audit untuk memastikan apakah pengerjaan proyek sesuai dengan RAB.

Begitu juga Komisi Pemberantasan Korupsi, menurut dia harus mengusut apakah ada penyelewengan anggaran dibalik pengerjaan proyek itu. Nizar meminta kementerian maupun rekanan tidak main-main dalam pengerjaan proyek infrastruktur yang dilakukan. Ia menekankan pentingnya pengerjaan proyek yang sesuai dengan RAB. Dengan demikian, kualitas hasil pengerjaan akan baik dan tidak akan ambruk

Daftar Korban Kecelakaan Beruntun Tol Cipularang

Kronologi Penyebab Kecelakaan Beruntun Tol Purbaleunyi Daftar Nama Korban 4 Tewas 26 TerlukaKecelakaan maut terjadi di KM 90+800 Tol Purbaleunyi, Kamis 18 Mei 2017 malam. Insiden nahas itu menewaskan 4 orang, 1 luka berat, dan 26 orang lainnya luka ringan. Kecelakaan beruntun di Jalan Tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi) atau Cipularang, secara total, jumlah korban mencapai 31 orang. Sebanyak 18 orang di antaranya adalah perempuan. Penanganan seluruh korban tabrakan beruntun tersebut dilakukan di dua rumah sakit di Kabupaten Purwakarta. Kedua rumah sakit yang menjadi lokasi evakuasi adalah RS MH Thamrin dan RS Siloam Purwakarta. Di RS HM Thamrin terdapat 25 korban. Terdiri dari 4 orang yang meninggal, 1 luka berat, dan 20 orang luka ringan. Sebanyak 10 pria, sisanya perempuan.

Sebelas kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu:

Bus Kencana Jaya nomor polisi F 7580 SD
Truk Mitsubishi Fuso nomor polisi H 1767 AC (yang menabrak bus Kencana Jaya, lalu korslet, dan terbakar)
Truk trailer nomor polisi B 9679 UIV (yang hilang keseimbangan menabrak 8 mobil di depannya yang tengah antre karena kecelakaan pertama)
Daihatsu Luxio nomor poisi D 1315 AAL
Mazda bernomor polisi B 1869 BIO
Isuzu Panther nomor polisi B 1929 WMH
Honda Freed nomor polisi B 8 FP
Microbus elf City Trans nomor polisi D 7905 AM
Toyota Avanza nomor polisi D 1055 NY
Toyota Yaris nomor polisi B 1480 FUC
Daihatsu Sirion nomor polisi B 1875 KZX

Berdasarkan data polisi, jumlah korban dalam kecelakaan itu mencapai 31 orang. Perinciannya: 1 orang meninggal di tempat kejadian, 3 orang meninggal di RS Thamrin, 1 orang luka berat, dan 26 luka ringan. Korban tewas dan luka adalah yang terjadi pada kecelakaan kedua. Pada kecelakaan pertama tidak dilaporkan adanya korban, menurut polisi. Pengemudi truk yang menyeruduk sejumlah kendaraan di depannya itu diidentifikasi bernama Sutrisno (36). Ia adalah warga Desa Kaumanten Lor, Kecamatan Kaumanten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Daftar Nama Identitas korban tewas di kecelakaan Tol Purbaleunyi:

Nurbaeti Simanjuntak (30), perempuan, warga Jalan Tebet Dalam, Jakarta Timur.
Pertiwi Handayani (30), perempuan, warga Menteng Selatan, Jakarta Selatan.
Jordan Juan Azir Napiun (16), laki-laki, warga Surya Permata Indah bekasi.
Encuk Supriatna (36), laki-laki.

Kecelakaan ini bermula dari sebuah truk kontainer menabrak bus pariwisata Rencana Jaya di kilometer 91+400 sekitar pukul 19.52 WIB. Tabrakan tersebut membuat kontainer mengalami korsleting aki yang membuatnya terbakar. Dua mobil pemadam kebakaran Kabupaten Purwakarta berhasil menanggulangi kebakaran. Tidak ada korban dalam insiden pertama ini. Nahas, di antara kemacetan akibat tabrakan pertama, terjadi kecelakaan susulan yang melibatkan sedikitnya 8 unit kendaraan. Berdasarkan keterangan dari PT Jasa Marga, mobil-mobil yang terlibat kecelakaan beruntun pun sempat menutup jalur tol ke arah Jakarta. Di antara mobil-mobil yang terlibat kecelakaan ini, dipastikan pula terdapat satu unit kendaraan travel Citi Trans.

Pada kejadian itu sebenarnya terdiri dari 2 kecelakaan yang terkait. Kecelakaan ini bermula dari sebuah truk kontainer menabrak bus pariwisata Kencana Jaya di kilometer 91+400 sekitar pukul 19.52 WIB. Tabrakan tersebut membuat kontainer mengalami korsleting aki yang membuatnya terbakar. Dua mobil pemadam kebakaran Kabupaten Purwakarta berhasil menanggulangi kebakaran. Tidak ada korban dalam insiden pertama ini. Kecelakaan kedua terjadi di antara antrean kemacetan akibat tabrakan pertama. Kecelakaan susulan yang melibatkan 9 kendaraan kemuydian terjadi. Sebuah truk trailer menabrak 8 mobil lain yang berada di depannya yang tengah melambat akibat kemacetan kecelakaan pertama.

Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol Cipularang

Kronologi Penyebab Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol CipularangKecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang, pada Kamis (18/5/2017). Informasi awal yang terima, kecelakaan beruntun tersebut melibatkan 11 kendaraan. Kecelakaan terjadi di KM 91 masuk wilayah Purwakarta, Jawa Barat. Informasi awal kecelakaan terjadi sekira pukul 19.00 WIB. "Kapolres masih di lokasi data menyusul," ungkap Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Sementara itu, Kasubdit Bin Gakum Ditlantas Polda Jabar, AKBP Matrius, saat dihubungi Okezone via pesan singkat, menyebutkan kecelakaan terjadi di arah Bandung menuju Jakarta. "Nanti diinfokan lebih lanjut, kita sedang merapat ke lokasi," ungkap Matrius. Belum diketahui apa penyebab kecelakaan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi korban jiwa dalam kecelakaan beruntun tersebut.

Sehari sebelumnya, Truk kontainer berisi kain terguling di ruas jalan Tol Cipularang KM85, sekitar daerah Ciganea, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (17/5). Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Bandung sempat lumpuh. Truk terguling dengan posisi melintang menutup ruas jalan, bahkan kepala truk keluar jalur menimpa besi pembatas jalan. Truk tersebut sempat terbakar, namun api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam. Dalam peristiwa kecelakaan tersebut pengemudi mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS MH Thamrin Purwakarta.

Berita Putusan Sidang Ahok Vonis 2 Tahun Penjara

Berita Putusan Sidang Ahok Hari Ini Dipenjara atau BebasMajelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutuskan agar terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditahan setelah divonis penjara selama dua tahun. "Menimbang bahwa untuk menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, maka perlu dipertimbangkan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan meringankan terdakawa," kata Abdul Rosyad, anggota Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara saat pembacaan putusan perkara Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (9/5). Rosyad menyatakan keadaan yang memberatkan terdakwa tidak merasa bersalah, perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan dan mencederai umat Islam, perbuatan terdakwa dapat memecah kekurunan antar umat beragama dan antar golongan.

Sementara, kata dia, keadaan yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa bersikap sopan di persidangan, dan terdakwa bersikap kooperatif selama mengikuti proses persidangan. "Menimbang bahwa selama penyidkan penuntutan, dan pemeriksaan perkara ini terhadap terdakwa tidak dilakukan penahanan dan terhadap penahanan terdakwa dipertimbangkan bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 193 ayat 2 a KUHAP menyebutkan pengadilan dalam menjatuhkan putusan jika terdakwa tidak ditahan dapat diperintahkan supaya terdakwa tersebut ditahan," kata Rosyad.

Selanjutanya, kata dia, apabila dipenuhi ketentuan Pasal 21 dan terdapat alasan yang cukup untuk itu dan penjelasannya yang menyebutkan bahwa perintah penahanan terdakwa yang dimaksud adalah bilamana hakim pengadilan tingkat pertama yang memberi putusan berpendapat perlu dilakukannya penahanan tersebut karena dikhawatirkan bahwa selama putusan belum mempunyai kekuatan hukum tetap terdakwa akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti atau pun mengulangi tindak pidana lagi. "Menimbang bahwa Pasal 21 ayat 4 a KUHAP menyebutkan penahanan tersebut hanya dapat dikenakan terhadap tersangka atau terdakwa yang melakukan tindak pidana dan/atau percobaan maupun pemberian bantuan dalam tindak pidana tersebut dalam hal tindak pidana itu diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih," tuturnya.

Kemudian, kata Rosyad, menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan pengadilan terdakwa telah dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana tersebut dalam Pasal 156 a KUHP dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya lima tahun. "Menimbang bahwa Pasal 197 ayat 1 k KUHAP menyebutkan bahwa surat putusan pemidanaan menyebutkan perintah supaya terdakwa ditahan atau tetap dalam tahanan atau dibebaskan," kata Rosyad. Selanjutnya, Rosyad menyatakan menimbang bahwa pasal 197 ayat 2 KUHAP menyebutkan bahwa tidak dipenuhinya ketentuan dalam ayat 1 huruf a,b, c, d, e, f, h, j, k dan l pasal ini mengakibatkan putusan ini batal demi hukum. "Menimbang berdasarkan uraian tersebut di atas, pengadilan menetapakan agar terdakwa ditahan," kata Rosyad. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menuntut Ahok dengan menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun. - Sumber : Antara

Misteri Kecelakaan Maut Bus di Tawangmangu

Kronologi Penyebab Kecelakaan Bis di Tawangmangu Daftar Nama Korban TewasKecelakaan maut terjadi di Desa Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah pada Minggu (26/2/2017). Sebuah bus pariwisata Solaris Jaya K 1677 CD mengangkut rombongan guru dan keluarga SD Jimbaran Wetan, Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur terjun masuk ke sungai di Dusun Banaran, Kelurahan Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (26/2/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.

Puluhan guru yang menumpang bus Solaris Jaya dari Sidoarjo berencana berwisata ke Grojogan Sewu di Tawangmangu. Menurut salah satu guru yang selamat, para guru hendak menggelar acara perpisahan bagi guru yang sudah pensiun dan pindah tugas. Namun nahas, kecelakaan merenggut enam orang, dua di antaranya adalah guru yang pensiun dan pindah tugas tersebut.

Sebelum kecelakaan terjadi, para penumpang panik dan berteriak rem blong. Setelah itu, bus terperosok ke dalam jurang sedalam 10 meter. Belasan korban kecelakaan bus PO Solaris Jaya di Tawangmangu masih menjalani perawatan di RSUD Karanganyar. Korban selamat masih mengalami trauma akibat kecelakaan yang merenggut enam korban meninggal dunia tersebut. Terdapat empat belas korban luka-luka yang dirawat di RSUD Karanganyar. Sebagian korban mengalami patah tulang, luka di kepala dan mengalami trauma.

Adapun 14 korban selamat yang dirawat di RSUD Karanganyar antara lain, Yusuf (35), Murdiono (35), Sugiyanto (40), Riasih (35), Sofiana (32), Saiful Anom (40), Agustin (32), Dwi Rahayu (54), Anik Handayani (57), Javier (7), Ardi (9), Khuzaini Afifah (38), Farida Ismaniya (70) dan Suharyanto (50). Sedang untuk korban tewas ini antara lain, Suwandi (51), Ica Susilowati (34), Ria Risbara (25), Zuhro (34), Puji Haryanto (41) dan Eka Nanda (9).

Kronologi Penyebab Kecelakaan di Purwodadi

Kronologi PenyebabIni Penyebab Kecelakaan Maut di Purwodadi, Pasuruan, Simak Kronologisnya - Kasatlantas Pasuruan AKP Evon Fitrianto mengatakan, kecelakan di Purwodadi ini merupakan kecelakaan beruntun. Dalam kecalakaan ini, ada 15 kendaraan yang terlibat. "Sepeda motor ada 7, enam mobil baik itu sedan atau city car, dan dua dump truk. Satu berukuran kecil, satunya berukuran besar," katanya saat dihubungi Surya, Jumat (13/1/2017) sore. Korban meninggal sebanyak sembilan orang langsung di tempat kejadian.

Dia mengatakan dugaan sementara, kecelakaan ini disebabkan karena rem kendaraan Dump Truk Nopol B 9870 YM yang dikemudikan Farikhul (35) warga Jombang ini blong. Selanjutnya, dump truk itu menabrak kendaraan lain yang ada di depannya. "Dump truk bermuatan limbah ini menabrak sepeda motor dan mobil. Bahkan, ada kendaraan yang terpental dan berpindah jalar," terangnya. Indikasi rem dump truk ini blong, kata Evon, diperkuat dengan pengakuan kenek dump truk yang selamat yakni Zainul (25) warga Jombang. Kepada petugas, Zainul mengaku bahwa rem sudah terasa blong sejak melewati Bakpao Telo.

"Kata keneknya, rem sudah terasa blong di Bakpao Telo Lawang. Sejak saat sopir sudah berusaha menghentikan kendaraan, tapi faktanya tidak bisa berhenti," ungkapnya Evon menjelaskan, kejadian itu bermula saat dump truk melaju dari arah Malang ke Surabaya. Sesampainya di lokasi kejadian tepatnya Jalan Raya Purwodadi - Malang, di depan SMA Advent Purwodadi, dump truk menabrak kendaraan lainnya. "Sesuai keterangan saksi, dump truk menabrak kendaraan lainnya. Ada yang masuk sungai, ad ada juga yang terpental dan berpindah jalur sebaliknya, ada juga yang digilas," paparnya. Kendaraan baru bisa berhenti, kata Evon , setelah terjebur ke sungai. Meski sudah menabrak 15 kendaraan, truk belum mau berhenti.

"Truk baru berhenti setelah masuk sungai dengan kedalaman kurang lebih 20 meter," tandasnya. Untuk saat ini, lanjut Evon, puluhan orang luka - luka. Ada delapan orang mengalami luka berat dan ada empat orang yang dinyatakan meninggal dunia (MD). "Kami belum bisa memastikan berapa korbannya. Anggota melakukan pendataan , yang jelas korban sudah dievakuasi. Ada yang dibawa ke Puskesmas Purwodadi, ada juga yang dibawa ke RS Marsudi Waluyo," ungkapnya. Hingga berita ini ditulis, Evon menjelaskan, bahwa pihaknya sedang melakukan evakuasi kendaraan. Proses evakuasi sedikit kesulitan karena lokasi kejadian hujan deras.

Korban meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun di Purwodadi. Kecelakaan tersebut membuat jalur arah Malang-Surabaya menjadi lumpuh. Salah seorang saksi, Mukhidin, mengatakan, pada mulanya sebuah dump truk berjalan sangat kencang dari arah Malang menuju ke Pasuruan. Karena supir kehilangan kendali, lalu kendaraan tersebut menabrak sepeda motor dan beruntun kepada mobil.“Awalnya truk melaju kencang, lalu menabrak sepeda motor dan akhirnya terjadi kecelakaan beruntun, korban tewas sembilan orang,” kata saksi mata, Mukhidin, kepada MalangTODAY. Hingga berita ini diturunkan aparat kepolisian terus melakukan olah tempat kejadian perkara dan membantu arus lalu lintas jalan. Hingga berita ini diturunkan belum ada jumlah pasti korban tewas.

Penyebab Terbakarnya Kapal Zahro Express

Kronologi Penyebab Terbakarnya Kapal Zahro ExpressKemenhub Duga Kapal Zahro Express Terbakar akibat Korsleting Listrik - Penyebab terkabarnya kapal penumpang Zahro Express hingga kini masih terus diselidiki. Untuk sementara, Kementerian Perhubungan menduga penyebab terjadi kebakaran adalah akibat korsleting listrik di ruang mesin. "Dugaan sementara, insiden itu kemungkinan besar akibat korsleting di ruang mesin," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Tonny Budiono melalui keterangan tertulis, Minggu (1/1/2017). "Diasumsikan mesin kapal tersebut meledak kemudian terbakar di kamar mesin yang di dalamnya terdapat tangki bahan bakar," kata dia.

Tonny menyebutkan, kapal yang dibuat tahun 2013 dan berbahan fiberglass itu dinyatakan telah laik laut dengan sertifikat keselamatan yang dikeluarkan oleh KSOP Muara Angke yang masih berlaku hingga Juni 2017. Namun, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab terbakarnya kapal tersebut, Ditjen Hubla Kemenhub masih menunggu hasil investigasi Komite nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyerahkan sepenuhnya kepada KNKT untuk dilakukan investigasi lebih lanjut," ucap Tonny.

Para penumpang di kapal tersebut merupakan wisatawan yang hendak menghabiskan masa liburan awal tahun 2017 dengan berekreasi ke Pulau Tidung. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebut ada 23 orang meninggal dunia akibat kebakaran Kapal Motor (KM) Zahro Express pada Minggu (1/1/2017) pagi. Jumlah penumpang yang dinyatakan hilang ada 17 orang, sedangkan jumlah korban yang mengalami luka ada 17 orang. Adapun 194 penumpang yang dipastikan selamat. - Kompas

#Lihat pula : Daftar Nama Korban Kapal Zahro Express Terbakar

Rombongan Bus Demo 4 November Asal Solo

Kronologi Penyebab Kecelakaan Rombongan Bus Demo 4 November Asal SoloBus pariwisata bernomor polisi AA 1600 G terguling di kilometer 115.200 ruas jalan tol Cipali, Kamis (3/11/2016) sekitar pukul 03.30 WIB. Dari keterangan sopir bus, Ahmad Sakir (31), para penumpang bus akan mengikuti aksi unjuk rasa 4 November di Jakarta. Dalam kecelakaan tersebut, seorang laki-laki bernama Sarjono (47) meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka. Bus tersebut berasal dari Solo menuju Jakarta, terguling akibat menghindari truk pasir. Supir truk yang diduga mengantuk, kaget saat melihat truk pasir di depannya dan membanting setir, hingga terguling ke bahu jalan.

Rombongan bus berisi calon demonstran 4 November yang mengalami kecelakaan di ruas jalan tol Cikampek-Palimanan (Tol Cipali), Jabar, hasil konfirmasi ke beberapa pihak di Solo memastikan rombongan tersebut bukan berasal dari Solo. Rombongan Solo akan berangkat jam 13.00 nanti, start dari kantor DSKS (Dewan Syariah Kota Surakarta, Red) di selatan Pompa Bensin Jongke. Para calon demonstran dari Solo direncanakan naik 11 bus, dengan jumlah peserta sekitar 600 orang. Rencananya langsung menuju Masjid Istiqlal Jakarta, sambil melihat sikon (situasi dan kondisi.

Penyebab Gedung Roboh di Bintaro Tangerang

Kronologi Penyebab Robohnya Gedung di Bintaro TangrangSalah satu bagian dari sebuah gedung di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, roboh pada Kamis (2/6/2016) siang. Informasi itu dibenarkan oleh Wakapolres Tangerang Selatan Komisaris Bachtiar Alphonso saat dihubungi Kompas. "Betul, informasinya seperti itu. Anggota sedang bergerak ke sana," kata Bachtiar.

Gedung yang roboh itu berada di dekat Bintaro Trade Center, Sektor 7. Dari informasi sementara yang dihimpun, tidak semua bagian gedung roboh. Namun, dari foto yang beredar, asap yang ditimbulkan dari robohnya bangunan di sana cukup pekat. Hingga saat ini, belum ada informasi terkait korban jiwa. Polisi dan pihak terkait masih mencari tahu lebih lanjut penyebab robohnya bagian gedung tersebut.

Menara Gedung tua bank permata Bintaro sektor 7, Tangerang Selatan runtuh dengan sendiriny… https://t.co/sdb4ZbCJbt pic.twitter.com/i04THtTgNZ
— Tangerang Raya (@TngRaya) June 2, 2016. Bagian sisi kiri dan kanan gedung ambruk di Jl Bintaro Sektor 7 dekat fly over Bintaro. (P. Bian) pic.twitter.com/XpI6bm7wf0 — BPBD DKI Jakarta (@BPBDJakarta) June 2, 2016. Penulis : Andri Donnal Putera Editor : Indra Akuntono Sumber : Kompas


Tragedi Kecelakaan Maut Di Tugu Jogjakarta

Kronologi Penyebab Tragedi Kecelakaan Maut Di Tugu JogjakartaSebuah tragedi terjadi Kota Yogyakarta, Kecelakaan di Tugu Pal dan ada 3 Korban dalam Kecelakaan di Tugu Pal dan 1 Orang Meninggal pada Minggu, 29 Mei 2016. Kecelakaan lalu lintas di simpang empat Tugu Pal Putih Yogyakarta, sekitar pukul 06.00 WIB, Minggu (29/5/2016). Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah mobil Avanza silver dengan plat nomor H 9087 RR dengan sejumlah pengguna jalan lainnya di sekitar lokasi kejadian.

Disinyalir, seorang pengendara motor menjadi salah satu korban dan meninggal di lokasi kejadian dalam kecelakaan lalu lintas di simpang empat Tugu Pal Putih Yogyakarta, sekitar pukul 06.00 WIB, Minggu (29/5/2016). Update terbaru Ada 5 Korban, Dua Diantaranya Meninggal di Lokasi Kejadian.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, selain pengendara motor tersebut ada dua korban lainnya dalam kecelakaan yang melibatkan mobil Avanza. Kedua korban itu merupakan pengasong koran. Dua korban yang merupakan pengasong koran yang mengalami luka ringan dan ada yang pingsan telah dibawa di RS Bethesda Yogyakarta. Mereka langsung ditangani oleh petugas kesehatan.

Informasi dari lokasi kejadian menyebutkan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan sebuah mobil Avanza silver dengan plat nomor H 9087 RR dengan sejumlah pengguna jalan lainnya di sekitar lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, Tribun Jogja masih melakukan konfirmasi terhadap pihak-pihak bersangkutan.

UPDATE: Ada 5 Korban, Dua Diantaranya Meninggal di Lokasi KejadianTabrak Motor Lalu Banting Stir ke Penggal Jalan, Kronologis Kecelakaan di Tugu Pal PutihSatu Korban Kecelakaan di Tugu Pal Terjepit, Lainnya Diduga Terpental VIDEO : Situasi Sesaat Setelah Kecelakaan di Kawasan Tugu BREAKINGNEWS: Mobil Tabrak Pejalan Kali di Tugu Pal Putih, Ada Korban Tewas.


Dua Pendaki Semeru asal Cirebon Ditemukan

Kronologi Penyebab Dua Pendaki Semeru asal Cirebon DitemukanSupyadi (26) dan Zirli Gita Ayu Savitri (16), pendaki Semeru asal Cirebon kabarnya ditemukan. Tadi malam dua survivor itu dalam perjalanan ke Resort Ranu Pani, Lumajang, sekitar pukul 19.30 WIB. Namun, Kantor Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Arjosari, Malang, Jawa Timur, hingga tadi malam ternyata belum berhasil terhubung dengan Resort Ranu Pani. Sehingga, tim di Arjosari belum mengetahui situasi langsung di lapangan. Apalagi di Ranu Pani tidak ada sinyal seluler. Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Hendro Wahyono, mengaku masih berupaya berkomunikasi intensif dengan tim SAR yang berada di lapangan. Apalagi setelah TNBTS menyatakan bahwa pada pukul 08.00 WIB kemarin, Zirli memberi kabar keberadaannya di area bukit yang curam. Lokasi itu berdekatan dengan air terjun.

Dua pendaki Cirebon yang hilang di Gunung Semeru selama lima hari dikabarkan berhasil ditemukan tim SAR, Senin (23/5) malam. Kabar itu datang dari keluarga Supyadi (26) dan Zirli Gita Ayu Savitri (16) yang ada di Ranu Pani, Lumajang. Tadi malam, dua survivor itu dalam perjalanan ke Resort Ranu Pani, Lumajang, sekitar pukul 19.30 WIB. Rekan Zirli, Mega Karina, mengaku mendapat kabar dari paman Zirli bernama Iqbal Ganesa yang ada di Malang. Dalam komunikasi itu, Iqbal mengatakan, kedua survivor itu sudah ditemukan dalam keadaan selamat, namun masih lemas.

Dalam percakapan Mega dengan Iqbal lewat pesan pendek, korban dipastikan ditemukan. “Mang priben?? Ana info durung (Om bagaimana? Ada Info belum, red)??” tanya Mega. “Wis ketemu, lagi digawa mingsor (sudah ketemu, lagi dibawa ke bawah, red),” jawab Iqbal. “Durung nyampe pos tah (belum nyampe pos ya, red)??” tanya Mega lagi. “Iya masih ning perjalanan (Iya masih dalam perjalanan, red),” jawab Iqbal. “Tapi keadaane sehat ya mang (tapi keadaannya sehat ya Om, red)??” tanya Mega berikutnya. “Sehat tapi lemes paling dirawat dipit (sehat tapi lemas, paling dirawat dulu, red)” timpal Iqbal. Mega sendiri belum mendapat kepastian mengenai lokasi penemuan tersebut. “Sudah dibawa turun, namun lemas, butuh perawatan,” kata Mega Karina kepada Malang Post.
 
Support : Creating Website | Data Biografi | Mas Template
Copyright © 2011. Peristiwa Fenomena - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger