
"Harapannya biar diadili. Ibaratnya, dia udah melecehkan tauhid. Itu kan bukan milik organisasi, tapi punya umat Islam," kata Muslim saat ditemui di kompleks Masjid Istiqlal. Senada dengan Muslim, massa lain yang datang dari Cilacap bernama Widodo meminta Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qaumas meminta maaf kepada umat Islam. Sebab, menurutnya, hingga saat ini Yaqut dinilai belum minta maaf. "Kami ingin ibaratnya minta maaf, malah seolah dia keras kepala. Setahu saya di TV, Ketua GP Ansor belum minta maaf dan dia malah yakin itu bendera HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), padahal jelas dalam video itu kan tauhid," ujar Muslim.
Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan terkait Aksi Bela Tauhid yang digelar di Jakarta hari ini. Ribuan personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan kegiatan itu. "Aksi pembakaran bendera HTI, 7.633 personel gabungan (diturunkan)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Jumat (26/10). Aksi Bela Tauhid tersebut akan berlangsung di depan kantor Menko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, yang berseberangan dengan kawasan Monas, Jakarta Pusat. Aksi akan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.
Berkenaan dengan insiden itu, polisi sudah menyatakan bendera yang dibakar adalah bendera HTI. Polisi juga sudah mengamankan pembawa bendera yang diduga menjadi penyusup di Hari Santri Nasional. Senada, GP Ansor menegaskan bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dibakar personel organisasinya, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), merupakan bendera HTI. Meski begitu, GP Ansor menyesalkan pembakaran tersebut karena seharusnya bendera itu diserahkan kepada polisi. Ansor juga meminta maaf bila kasus itu menimbulkan kegaduhan. - Detik