Headlines News :

Latest Post

Showing posts with label Kontroversi. Show all posts
Showing posts with label Kontroversi. Show all posts

Daftar Kalimat Pernyataan Kontroversial Dr Lois

Kronologi Penyebab dr lois ditangkap akibat Kumpulan Kalimat Pernyataan Kontroversialdr. Lois menjadi perbincangan hangat publik berkaitan dengan pernyataan yang kontroversial terkait Covid-19. Dalam sebuah acara talk show, dr. Lois bahkan menegaskan ketidakpercayaannya terhadap Covid-19. 

Ketidakpercayaan dr. Lois terkait Covid-19 ditegaskan di acara talk show yang diunggah di kanal Youtube Hotman Paris Official pada Jumat, 9 Juli 2021.

- dr. Lois tak percaya sama sekali Covid-19, Ia menjelaskan penyebab kematian korban bukan karena virus Covid-19, melainkan interaksi antar-obat.
- Saat ditanya mengenai penyebab ribuan orang datang ke rumah sakit, dr. Lois menjawab hal itu diduga karena stres dan penurunan imunitas.

Berikut beberapa kicauan dr Lois yang kontroversial:

“Saya benar! Kematian di RS akibat interaksi antar obat! Kejadian berpuluh-puluh tahun. Cek daftar obat di RS. Hanya karena alat bilang (+) maka semua penyakit saat imun menurun disebut terpapar virus! Meyakini COVID-19 virus menular? Anda masuk jebakan setan!” tulisnya di akun Twitter @LsOwien dikutip Senin (12/7/2021). “Cuma karena kurang vitamin dan mineral, lansia diperlakukan seperti penjahat? COVID-19 bukan virus dan tidak menular,” tambahnya.

Lois juga menyebut nama dokter seperti dr Tirta dan menganggapnya dilatih sebagai alat propaganda terkait pandemi COVID-19. “Dunia ini sudah kehilangan Welas Asih. Menyiksa dan membunuh sesama lewat pandemi rekayasa ini. Nakes-nakes seperti dr. Tirta dilatih menjadi alat propaganda ketakutan dengan memuja alat setan yang seharusnya tidak pernah dibenarkan sebagai diagnosa utama!”

Terkait vaksin, Lois memiliki pandangan bahwa vaksin COVID-19 dapat mempercepat kematian dan fungsi vaksin yang akan meningkatkan antibodi adalah bohong semata. “Vaksin mempercepat kematian karena imunitas dibuat menurun drastis! Bohong kalau katanya antibody akan meningkat.”

Imbauan protokol kesehatan juga tak luput dari kicauan kontroversial Lois. Menurutnya, memperketat protokol kesehatan akan mempercepat kematian. “Semakin ketat Prokes akan cepat mati! Pakai masker enggak kendor-kendor risiko ketangkep alat setan akan (+). Dipaksa isoman diberi obat beracun. Pandemi TOLOL!”

Selain berkicau terkait COVID-19, Lois juga mengomentari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan kata-kata kasar. “IDI takut institusinya terbongkar. Jadi relawan di wisma atlet? Permintaan orang dungu yang tidak punya otak karena tidak bisa menilai fakta di depan mata karena hasil cuci otak! Pemahaman COVID-19 hanya dibukakan kepada orang-orang yang berhikmat. Tidak kepada manusia-manusia serakah dan egois!”

PB IDI dan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) pun mengundang Lois Owien untuk mengklarifikasi sejumlah pernyataan kontroversialnya soal Covid-19. Dokter Lois Owien akhirnya dipanggil Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) atas ‘konspirasi’ Covid-19 yang kerap dilontarkannya. Jika pernyataan dr. Lois tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, maka PB IDI Pusat bisa mempertimbangkan untuk mengurus dan memproses secara hukum. 

Fenomena Hukum Ucapan Selamat Hari Natal

Fenomena Hukum Ucapan Selamat Hari NatalKetua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siraj mengatakan sah-sah saja bila seorang muslim mengucapkan selamat hari Natal kepada umat Kristiani. Said Aqil menjelaskan, hari Natal adalah hari perayaan Isa Almasih menurut agama Islam, dan Isa adalah nabi besar. "Mengucapkan selamat atas lahirnya nabi, rasul Isa Almasih boleh," kata Said Aqil Siraj kepada wartawan usai menghadiri acara haul ke-7 Gus Dur, di kediaman almarhum di Jagakarasa, Jakarta Selatan, Jumat (24/12/2016). Said Aqil Siraj menyampaikan bahwa ucapan selamat itu bisa disampaikan dengan niat tidak lebih dari sekedar mengucapkan selamat hari lahirnya Isa yang oleh umat Kristiani disebut dengan Jesus, putra dari Mariam. "Selamat hari Natal, kelahirannya nabi besar, rasul Isa Almasih binti Mariam," katanya.

Fenomena Hukum Ucapan Selamat Hari NatalMajelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan Padangan dan Sikap MUI tentang larangan bagi seorang Muslim untuk mengenakan atribut keagamaan nonmuslim, termasuk atribut Natal. Dalam keputusan tersebut, MUI menilai haram bila seorang muslim melakukan hal tersebut. Lalu bagaimana sikap MUI jika seorang muslim mengucapkan selamat Natal terhadap umat Nasrani? Menurut Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin, soal ucapan Natal terhadap orang-orang yang merayakan Natal belum dibahas oleh MUI. Namun terkait perayaan ritual Natal oleh seorang muslim, Ma'ruf Amin mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan fatwa pelarangan untuk itu. "Itu sifatnya ritual, bukan ucapan," ujar Ma'ruf Amin kepada wartawan di kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).

Fenomena Hukum Ucapan Selamat Hari NatalJika sifatnya adalah resepsi, seperti yang selalu didatangi Presiden RI Joko Widodo dan para pejabat negara lainnya, maka seorang muslim menurut Ma'ruf Amin boleh-boleh saja melakukan hal tersebut, termasuk seorang presiden. Sedangkan terkait penyampaian ucapan selamat Natal oleh seorang muslim kepada umat Nasrani, karena masih banyak pertentangan pendapat antara ulama atas hal terebut, dan MUI belum juga mengambil sikap. Namun demikian, Ma'ruf Amin mengaku dirinya tidak akan melakukan hal tersebut. "Maksudnya (masih ada) perbedaan. Kalau ada perbedaan boleh atau tidak, saya tidak mau mengerjakan itu," terangnya. Lain halnya dengan penyampaian ucapan selamat Tahun Baru. Ma'ruf Amin menyebut boleh-boleh saja seorang Muslim menyampaikan hal tersebut ke orang lain. Kata dia, dalam Islam, Tahun Baru dipercayai sebagai hari kelahiran Nabi Isa AS. - TribunNews

Fenomena Hukum Ucapan Selamat Hari NatalMenurut Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan Para Pengikutnya - Mereka berpendapat, bahwa Hari Natal hukumnya adalah haram karena perayaan ini adalah bagian dari syiar-syiar agama mereka. Allah tidak meridhai adanya kekufuran terhadap hamba-Nya. Sesungguhnya didalam pengucapan selamat kepada mereka adalah tasyyabuh (menyerupai dengan mereka). Menurut Syeikh Yusuf al Qaradhawi - Beliau berpendapat bahwa perubahan kondisi global lah yang menjadikanku berbeda dengan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah didalam mengharamkan perayaan orang nasrani atau yang lainnya. Saya memperbolehkan pengucapan tersebut ‘jika’ mereka (kaum nasrani atau non-muslim) adalah orang-orang yang cinta damai terhadap kaum Muslim.

Fenomena Hukum Ucapan Selamat Hari NatalTag : Hukum Mengucapkan Selamat Natal 2016 - Ucapan Natal Dan Malam Tahun Baru - Santa Claus Christmas Pohon Natal -

Ahok Mewek Saat Berkisah di Sidang Perdana

Kronologi Penyebab Ahok Menangis di Sidang PerdanaSidang perdana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas kasus dugaan penistaan agama masih berlangsung. Ahok dijerat dengan Pasal 156a KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Ia ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penistaan agama karena menyebut surat Al-Maidah ayat 51 saat bertemu dengan warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016.

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T Purnama (Ahok) sempat menangis saat dirinya membaca nota keberatan dalam sidang perdana kasus dugaan penistaan agama yang didakwakan padanya. Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, mengatakan dirinya juga akan menangis bila berada di posisi Ahok. Fahri sendiri enggan berkomentar banyak soal persidangan kasus Ahok. Namun dirinya mengaku tidak setuju sidang Ahok terbuka untuk umum. Alasannya bila persidangan dilangsungkan terbuka, dikhawatirkan akan mengganggu independensi hakim.

Pada persidangan perdananya hari ini, Ahok sempat menangis saat membacakan nota pembelaannya. Ahok menangis saat menceritakan riwayat hidupnya. Ahok yang lahir dari pasangan nonmuslim di Belitung Timur, kemudian diangkat menjadi anak oleh keluarga muslim asal Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan. Kecintaan Ahok pada keluarga angkatnya begitu membekas di hati Ahok. Suara Ahok tertahan ketika menceritakan kisahnya merawat sang ibu angkat hingga ke pemakamannya.

Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjalani sidang perdana kasus penistaan agama pada hari ini, Selasa (13/12/2016). Selama proses sidang, Ahok terlihat menangis beberapa kali saat pembacaan ekspesi atas dakwan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ahok juga menangis saat menceritakan doa dari ibu angkatnya sebelum Ia menjadi Gubernur DKI.

Banyak netizen mengomentari tangisan Ahok. Bahkan tidak sedikit yang mengomentari dengan ungkapan jangan mau dibohongin pakai sinetron termewek-mewek, ada juga dengan ungkapan yang lebih keras dengan mengatakan air mata buaya seperti ditulis para netizen. “Waktu nenek nenek nangis meraung raung karena rumahnya nya di gusur si Ahok. Si ahok nangis kaga ya.?,” tulis akun Deri Andryan. “air mata buaya,” tulis akun Rudi Ajaah “Eleeeh….inget hok waktu maki-maki orang, ngomong kotor dan kasar, belaga kayak jagoan semua dilawan….. sekarang nangis. Cemen loe hok…,” tulis akun Ranu Subandi. Berbagai Sumber

Berita Keputusan Kasus Ahok Status Tersangka

Berita Keputusan Kasus Ahok Status TersangkaAhok ditetapkan menjadi tersangka, #KamiAhok populer - Setelah petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ditetapkan menjadi tersangka oleh polisi, media sosial ramai dengan kicauan #KamiAhok sementara tagar lain seperti #TangkapAhok dan #PenjarakanAhok juga masih banyak dibicarakan. Sejumlah dukungan terhadap Ahok banyak muncul termasuk sutradara Joko Anwar, dengan #KamiAhok, yang dikicaukan lebih dari 138.000 kali, topik populer sampai Rabu malam (16/11).

Joko Anwar menulis, "Ahok @basuki_btp dalah orang baik. Bila kita abai mungkin kita tak pantas maju. Mungkin kita tak pantas memilikinya. #ImwithAhok #KamiAhok." Cuitan Joko antara lain ditanggapi oleh Joe ‏@dimorpheo dengan tulisan, "Setuujuuuu, kita terlalu terbiasa dengan "yang waras ngalah" dan @Catfish_yang menyatakan," Ketika hati nurani dan logika sudah dibutakan fanatisme, harus bertanya, apakah kita pantas mengaku sebagai umat?"

Mantan presenter berita yang menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie menyerukan agar Ahok tidak takut dan maju terus. "Keadilan tidak buta. Lanjutkan perjuangan untuk merubah Jakarta jadi lebih baik", tulis Grace pada Twitter nya. Partai PSI baru lolos -dan satu-satunya partai baru yang lolos- verifikasi Kementerian Hukum dan HAM awal Oktober lalu. Sementara, pengamat politik dari Charta Politica, Yunarto Wijaya menanggapi status Ahok dengan gurauan. "Orangnya jadi tersangka #Kami Ahok malah jadi Trending Topic. Pasti konspirasi aseng atau wahyudi lagi ini", tulisnya.

Komentar lain antara lain dari Titi Rajo Bintang, melalui akun Twitternya, "Salut buat kepolisian yang adil, Jokowi yang netral dan Ahok yang taat pada hukum. Tetap damai ya." Namun tak sedikit yang menyambut keputusan polisi menjadikan Ahok sebagai tersangka. Fahira Idris, anggota DPD DKI Jakarta mengungkapkan kepuasannya atas keputusan polisi yang telah menetapkan Ahok sebagai tersangka. "Terima kasih kepada Polri yang telah menjadikan kebenaran sebagai satu-satunya ukuran untuk menegakkan hukum dan keadilan."

Dia juga melampirkan surat terbuka untuk Ahok yang ditulis oleh AM Fatwa, anggota DPD DKI Jakarta lain, yang menyerukan agar Ahok memelihara mulutnya dan bersikap rendah hati setelah ditetapkan sebagai tersangka. Surat tersebut adalah respon dari komentar Ahok yang menyamakan dirinya dengan Nelson Mandela, mantan presiden Afrika Selatan. Aktivis Ratna Sarumpaet juga memuji keputusan polisi yang menetapkan Ahok sebagai tersangka. "Gelar perkara ternyata tidak memihak Ahok. Artinya, Ahok ditangkap, wibawa Presiden Jokowi dan kepolisian naik", tulisnya. - BBC

Ahmad Dhani akan Dilaporkan ke Bareskrim

Kronologi Penyebab Ahmad Dhani akan Dilaporkan ke BareskrimMusisi Ahmad Dhani dilaporkan oleh Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Senin (7/11/2016) dini hari. Calon wakil bupati Bekasi itu dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo. "Kami (LRJ) dan Projo merasa Ahmad Dhani telah melecehkan dan menghina presiden pada saat dia berorasi di demo 4 November dengan kata-kata tidak senonoh," ujar Ketua Umum LRJ, Riano Oscha, saat dihubungi Kompas.com, Senin. Riano menambahkan, laporan ini dibuat atas desakan dari anggota LRJ dan Projo yang menyaksikan Ahmad Dhani menghina Jokowi di muka umum pada saat berorasi di depan Istana Negara, Jakarta, pada Jumat 4 November 2016 lalu. Ia menilai, tak pantas rasanya orang yang mengaku intelektual seperti Ahmad Dhani mengeluarkan kata-kata tidak senonoh kepada kepala negara di muka umum.

"Kami relawan Jokowi-JK merasa ucapan Ahmad Dani ini sudah keterlaluan. Masyarakat bisa menilai sendiri betapa tidak pantas seorang yang mengaku intelektual mengeluarkan kalimat-kalimat seperti itu," ucap dia. Dalam pembuatan laporan polisi ini, Riano mengaku membawa rekaman Ahmad Dhani saat berorasi pada demo 4 November lalu. Selain itu, ia membawa beberapa saksi yang menyaksikan langsung ketika Ahmad Dhani menghina Jokowi. Laporan yang dibuat oleh LRJ dan Projo tertuang dalam laporan polisi bernomor, LP /5423/XI/2016/PMJ/Dit Reskrimum tertanggal 7 November 2016. Dalam laporan tersebut, polisi menyertakan Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.

Laskar Rakyat Joko Widodo (LRJ) dan Pro Jokowi (Projo) berencana melaporkan musisi Ahmad Dhani ke Badan Reserse dan Kriminal Polri, atas tuduhan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo. Kedua organisasi masyarakat itu rencananya datang ke kantor Bareskrim di Gambir, Jakarta Pusat, pukul 23.00 WIB malam ini. "Ini desakan pengurus (LRJ dan Projo), agar dilaporkan segera. Malah ada yang ingin mengejar (Dhani) atau semacamnya, kalau organisasi tak ambil sikap," ujar Ketua Umum LRJ Riano Oscha saat dihubungi Tempo, Ahad, 6 November 2016. Menurut Riano, pelaporan tersebut terkait dengan sejumlah ucapan kebencian oleh Dhani, yang ditujukan pada Jokowi.

Laporan itu, kata dia, tak berkaitan dengan demo 4 November pada Jumat lalu, yang juga ditujukan pada pemerintah. Dhani memang meramaikan demo yang terkait dengan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Saat itu Dhani ditemani istrinya, Mulan Jameela, hadir di demo dan berorasi di Taman Pandang Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat. "Ini hal terpisah. Ini soal hate speech dia, yang mengandung penghasutan dan lainnya," ujar Riano. Bahan bukti pelaporan yang akan LRJ dan Projo sodorkan ke Polri, antara lain berupa video dan sejumlah bukti visual lain. "Nanti pukul 23.00 kami ke Polri, akan beri keterangan lagi. Yang berangkat belum pasti berapa, tapi ini kami dari Pancoran, sudah ada 40-an orang." Hingga berita ini diturunkan, Tempo belum berhasil menghubungi Ahmad Dhani.

Dana 100 Miliar Aksi Demo Ahok 4 November

Dana 100 Miliar Aksi Demo Ahok 4 NovemberKetua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia(GNPF-MUI) KH. Bachtiar Nasir telah mengungkapkan bahwa total dana yang digunakan untuk demontrasi kasus penistaan agama Ahok pada 4 November 2016 kini telah mencapai Rp 100 miliar. Tidak hanya itu saja, nyatanya mungkin lebih dari Rp 100 miliar. Pada acara konferensi pers di Hotel Grand Sahid di Jakarta pada hari Selasa 1 November 2016 mengatakan “mungkin lebih Rp 100 miliar. Kami disubsidi lebih dari Rp 100 miliar”.

Menurut Bachtiar, dana tersebut berasal dari seluruh rakyat Indonesia yang telah menjadi donatur untuk digunakan sebagai penyedia dapur umum dan juga penunjang kesehatan. Bachtiar mengungkapkan bahwa jumlah massanya ada seratus ribu. Namun kini diperkirakan akan mencapai dua ratus ribu orang. GNPF MUI telah menjadi penggerakn aksi tersebut. Mereka menuntut agar Gubernur DKI Jakarta yakni Basuki Tjahaja Purnama ditangkap demi tegaknya supremasi hukum dan juga rasa keadilan dari kekecewaan terhadap pernyataan yang telah dilontarkan oleh Ahok.

Rencana aksi demo pada hari Jumat 4 November 2016 GNPF MUI yang mengatasnamakan organisasi agam akan digelar di depan Istana Negara, Jakarta Pusat. Hal ini membuat rasa khawatir tersendiri bagi Ketua DPR RI yakni Ade Komarudin. Dirinya merasa khawatir aksi Demo 4 November tersebut akan dijadikan sebuah alat oleh kelompok tertentu untuk membuat suasana ini menjadi lebih gaduh dan rusuh. Ade Komarudin mengatakan bahwa di berbagai daerah kini sudah mulai terlihat gerakan untuk menuntut Gubernur DKI Jakarta yakni Ahok untuk segera diproses hukum karena dinilai sudah melakukan penistaan terhadap agama. Oleh karena itu, Akom meminta kepada seluruh tokoh untuk menghindari pernyataan yang bisa menimbulkan ketagangan lagi.

Kontroversi Kritik Agama Game Pokemon Go

Arti kata Pokemon Saya Yahudi - Penyebab Kontroversi dan Kritik Agama Game Pokemon Go Makna Pokemon dalam Bahasa YahudiPokémon merupakan nama romanisasi dari nama Jepang "Pocket Monsters" (ポケットモンスター Poketto Monsutā?). Kata "Pokémon", selain merujuk ke waralaba Pokémon itu sendiri, juga merujuk pada 721 spesies fiksi yang muncul dalam semua seri Pokémon. Seperti kata deer dan sheep, penyebutan kata tunggal dan jamak Pokémon dalam bahasa Inggris tidak ada bedanya. Kata Pokémon dalam bahasa Inggris bisa merujuk pada satu Pokémon saja atau lebih dari satu.

Pandangan Islam - Di Arab Saudi, pada tahun 2001, pemerintah setempat sempat menarik semua versi Pokémon dikarenakan beberapa nama Pokémon diindikasikan mengandung arti bahasa Yahudi yang bisa mempengaruhi iman seorang Muslim. Selain itu, nama-nama yang disematkan kepada Pokémon juga berarti harfiah kekerasan Muslim terhadap seorang pemeluk Yahudi. Namun saat ini masalah tersebut sudah selesai, tepatnya sejak pertengahan tahun 2004, dengan jalan keluar semua waralaba media Pokémon yang diimpor ke Arab Saudi diharuskan memakai nama asli dan bukan nama versi Inggris.

Pandangan Kristen - Para pemeluk agama Kristen sempat berang dengan adanya serial Pokémon. Salah satu sebabnya adalah, Pokémon secara tidak langsung mengakui adanya teori evolusi yang dikemukakan oleh ilmuwan biologi kontroversial, Charles Darwin. Selain itu beberapa nama Pokémon juga diartikan bisa mengundang masalah kekerasan bila ditilik dari iman Kristiani, karena merujuk pada kreasi yang berakar dari kitab Kejadian dalam Perjanjian Lama. Sekali lagi masalah ini bisa diselesaikan setelah pihak Gereja Katolik Roma di Vatikan yang saat itu masih dijabat Paus Yohannes Paulus II menegaskan bahwa setelah para kardinal dan uskup meneliti Pokémon, di dalamnya sama sekali tidak ditemukan hal-hal yang berbau kekerasan dalam agama Katolik Roma. Lebih lanjut kemudian juru bicara Vatikan menegaskan bahwa Pokémon adalah murni imajinasi seseorang dan tidak mengandung unsur pelecehan moral. Sementara itu, Gereja Anglikan di Inggris merilis sebuah permainan kartu bernama "Christian Power Cards" pada tahun 1999 untuk merespon tuduhan pada Pokémon yang berjuluk Pokémon to be Satanic, game ini sama dengan Pokémon TCG namun dengan memakai unsur-unsur dari Al-Kitab.

Pandangan Yahudi - Pada tahun 1999, beberapa orang pemeluk agama Yahudi yang tergabung dalam sebuah grup bernama Anti-Defamation League sempat menuntut Nintendo untuk mengubah gambar dalam Pokémon TCG untuk gambar Golbat dan Ditto, karena gambar di dua kartu tersebut menggambarkan sesuatu yang anti-Semit. Aslinya, gambar tersebut adalah gambar kartu yang khusus dipasarkan di Jepang yang notabene mayoritas penduduknya beragama Buddha dan Shinto. Nintendo akhirnya mengalah dan membuat versi lain untuk Amerika Utara dan Eropa pada tahun 2000.

Kesehatan - 16 Desember 1997, lebih dari 635 anak Jepang dilarikan ke rumah sakit dengan gejala epilepsi. Diyakini penyebabnya adalah salah satu episode Pokémon yaitu, "Dennō Senshi Porygon", (versi romaji: "Electric Soldier Porygon", season 1, episode 38). Sebagai jalan keluar dari masalah di atas, episode tersebut, dalam Pokémon versi AS dan Eropa (termasuk yang disiarkan di SCTV pada tahun 2001) dibatalkan dan dicoret dari skema original non-Jepang. Masalahnya terletak pada cahaya warna biru dan merah yang ditenggarai bisa menyebabkan masalah epilepsi, termasuk kepada orang yang sebelumnya tidak pernah terkena epilepsi. Apes bagi Pokémon karena kemudian franchise ini jadi bahan parodi di berbagai serial kartun saingan, di antaranya dalam The Simpsons, South Park, dan Transformers: Beast Machine.

Monster in My Pocket - Pada Maret 2000, Morrison Entertainment Group, sebuah perusahaan pengembangan mainan kecil yang berpusat di Manhattan Beach, California, menuntut Nintendo karena dalam anggapan mereka, Nintendo dirasa memakai nama Pokémon sebagai pengembangan dari karakter "Monster in My Pocket". Untung bagi Nintendo karena hakim pengadilan tidak menemukan bukti yang cukup untuk bisa menghukum Nintendo. Akhirnya Morrison mengalah dan mencabut tuntutannya pada November 2001. #Lihat pula : Biografi Satoshi Tajiri - Penemu Game Pokemon


Anggota DPR RI Arzetti Bilbina Terjerat Kasus

Anggota DPR Arzetti Bilbina Terjerat KasusMahkamah Kehormatan Dewan (MKD) belum memproses kasus anggota DPR dari Fraksi PKB, Arzeti Bilbina, yang dikabarkan digerebek saat berada di sebuah kamar hotel bersama Komandan Komando Distrik Militer 0816 Sidoarjo Letkol Kav Risky. Wakil Ketua MKD Junimart Girsang mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Denpom TNI sebelum memutuskan apakah kasus tersebut dapat ditetapkan sebagai perkara. "Tentu MKD punya tata cara. Kita masih menunggu bagaimana perkembangan hasil pemeriksaan di Denpom," ujar Junimart saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/10/2015).

Junimart menambahkan, MKD akan membicarakan perkara tersebut dalam rapat pimpinan MKD yang kemudian akan dibawa ke rapat anggota forum. "Lalu, kita putuskan apakah ini menjadi perkara tanpa aduan atau kita menunggu ada laporan," ujarnya. Namun, menurut dia, selama perkara tersebut menjadi konsumsi publik, MKD bisa menetapkannya menjadi perkara tanpa aduan. Meski begitu, ia mengatakan, MKD akan tetap menunggu hasil investigasi Denpom dan menganut asas praduga tak bersalah. "Kita tunggu saja bagaimana perkembangannya. Kita berharap itu tidak benar karena kita dengar beliau ke sana dalam rangka kunjungan dapil, dalam rangka CSR," tutur Junimart.

Anggota DPR Arzetti Bilbina Terjerat KasusPertemuan rahasia Arzeti Bilbina dengan Dandim Sidoarjo Letkol Kav Rizki Indra Wijaya memunculkan isu baru. Setelah sebelumnya dirumorkan, beredar pula gosip miring kalau Arzeti dan suaminya, Didit, akan bercerai. Menanggapi rumor baru tersebut, Arzeti yang kini menjadi anggota DPR itu mengaku terkejut. Namun ia membantah kalau Didit berencana menceraikannya menyusul isu berduaan di kamar hotel dengan anggota TNI. "Sekarang ada lagi katanya aku digugat cerai. Suamiku kaget-kaget," ujar mantan model tersebut. "Enggak ada itu gugatan (permohonan) perceraian."

Sejauh ini, rumah tangga Arzeti dan Didit baik-baik saja. Didit juga berusaha berpikir positif dan menganggap isu tersebut disebar oleh orang yang tak suka dengan Arzeti. Sementara itu, Dandim Sidoarjo, Letkol Kav Rizki Indra Wijaya, akhirnya angkat bicara. Rizki membela diri kalau ia bertemu Arzeti untuk urusan sosial. Diakui Rizki, ia mengenal Arzeti sejak masih Taruna. Namun Rizki baru bertemu Arzeti, Ramadhan lalu saat ada acara di alun-alun Sidoarjo.

"Kami sebatas teman. Kebetulan, karena saya butuh bantuan, kita ketemu," kata Rizki yang mengaku datang ke hotel dengan mobil dinas dan ditemani bawahan. "Dia sebagai anggota dewan. Jadi tak ada salahnya minta bantuan dengan mengajukan proposal." Proposal yang dimaksud itu untuk pembangunan masjid ke salah satu panti asuhan yang diasuh Rizki ketika bertugas di Malang. Di sana ia mengasuh tiga panti asuhan anak yatim dan satu pondok pesantren.

Ejekan Juli Bun Bun di Resepsi Pernikahan Teman

Ejekan Juli Bun Bun di Resepsi Pernikahan TemanPernikahan menjadi hari paling penting dan membanggakan untuk pasangan yang telah menanti-nantikan hari bahagia tersebut. Namun bagaimana jadinya ketika ternyata hari yang telah ditunggu itu mendapat kritikan dari salah satu tamu dan ejekan tersebut ditulis kemudian disebarkan ke seluruh dunia? Adalah seorang blogger kecantikan asal Singapura bernama Juli ‘Bun Bun’ yang kini tengah jadi sorotan media karena dianggap sebagai tamu pernikahan paling buruk. Juli mendapat cap demikian karena dia menulis review buruk mengenai pernikahan salah satu kerabatnya yang dia datangi belum lama ini.

Juli tanpa ampun menuliskan berbagai kritik mengenai acara pernikahan di mana sang mempelai pria adalah teman baik dari suaminya. “Aku tidak mengenal pengantin wanitanya dan tidak dekat juga dengan pengantin prianya, tapi aku khawatir akan mengungkapkan semua dari acara hari ini. Tidak mereka tidak baca blogku dan aku tidak akan mengungkapkan identitas mereka,” begitu tulisnya sebelum mulai menuliskan review mengenai pernikahan kerabatnya itu.

Ejekan Juli Bun Bun di Resepsi Pernikahan TemanEjekan dimulai Juli dengan menulis mengenai mobil pengantin. Dia mengkritik habis dekorasi mobil pengantin yang awalnya dia kira akan sangat indah, namun ternyata biasa aja. “Untuk apa rumput kering ada di atas sana,” tulisnya. Setelah mobil, kritikan Juli berlanjut pada makanan yang disajikan di acara pernikahan tersebut. “Makanannya cukup oke. Makan malam berakhir sebelum pukul 10.00 malam, jarang terjadi untuk acara pernikahan orang China,” tulisnya.

Juli tidak melewatkan untuk menjadi fashion police dalam acara pernikahan itu. Wanita yang blognya populer setelah dirinya mengalami kerusakan wajah pasca facial itu menuliskan betapa buruknya gaun pengantin mempelai wanita. “Mempelai wanitanya kesulitan dengan gaunnya sepanjang waktu. Dia pendek seperti aku, tapi dia tenggelam dalam gaunnya karena toko yang menjual gaunnya tidak memotong gaun tersebut,” tulis Juli. Hampir setiap aspek dalam pernikahan tersebut dikritik oleh Juli. Pidato yang diucapkan kedua mempelai, hingga MC dari acara tersebut juga tak luput dari perhatiannya.

Ejekan Juli Bun Bun di Resepsi Pernikahan TemanPasca blog berisi kritikannya terhadap acara pernikahan kerabatnya itu dibaca banyak orang, berbagai komentar datang padanya. Ada yang merasa terhibur, tapi tak sedikit juga yang mengecam tindakannya. “Aku akan sangat malu kalau aku jadi pengantinnya,” demikian bunyi salah satu komentar. “Bukan hal yang baik apalagi kalau ternyata pasangan ini membaca tulisanmu,” tulis seorang komentator lainnya. Setelah tulisannya di blog itu menjadi kontroversi, Juli menghapusnya. Dia mengaku tidak mau ada salah persepsi terhadap apa yang sudah ditulisnya tersebut.

Fakta Tentang Proyek Waduk Jatigede Sumedang

Penampakan Luas Waduk Jatigede dari UdaraWaduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat sudah mulai diisi air. Setelah dilakukan pembebasan lahan, waduk ini akan menenggelamkan beberapa tanah desa yang menjadi dasar waduk ini.

Proses pembayaran uang kerohiman untuk warga terus dilakukan oleh pemerintah. Pro dan kontra pun mewarnai perjalanan pembangunan waduk ini. Berikut beberapa fakta proyek pembangunan Waduk Jatigede yang merupakan waduk nomor dua terbesar se-Indonesia ini:

1. Waduk Jatigede merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur yang juga berada di Jawa Barat. Proyek ini digagas sejak 1963. Pembebasan lahan untuk proyek waduk ini dimulai sejak 1970-an. Namun pembangunan bangunan bendungan baru dilakukan pada 2010.

2. Ada 28 desa di Kecamatan Darmaraja, Wado, Jatigede dan Jatinunggal yang terkena dampak genangan Waduk Jatigede. Desa Jemah Kecamatan Jatigede, merupakan desa yang pertama kali digenangi air Sungai Cimanuk. Dalam peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakat Pembangunan Waduk Jatigede, 28 desa itu disebutkan berada di lima kecamatan di Kabupaten Sumedang.

3. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono hari ini resmi melakukan pengisian awal Waduk Jatigede yang ditandai dengan penurunan atau penutupan pintu Diversion Tunnel (Saluran Pengelak). Namun, jangan harap genangan raksasa akan langsung muncul seketika setelah persemian ini. Dibutuhkan waktu sekitar 219 hari agar tinggi muka air mencapai ketinggian operasinya.

4. Proyek pembangunan Waduk Jatigede sudah dimulai sejak 50 tahun lalu, namun baru mulai dikerjakan pada 2010. Nilai investasi waduk ini adalah US$ 467 juta, atau sekitar Rp 6,5 triliun dengan kurs yang sekarang. Kontraktor waduk ini adalah PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk.

5. Denyut aktivitas warga di Desa Jemah berangsur mati. Dua pekan ke depan perkampungan di lokasi tersebut tenggelam oleh air Waduk Jatigede. Kenangan manis dirasakan penduduk setempat yang bermukim selama puluhan tahun. Untuk menenggelamkan Desa Jemah dibutuhkan waktu 18 hari. Sementara, untuk menenggelamkan 27 desa lain di Kecamatan Darmaraja, Wado, Jatigede, dan Jatinunggal, dibutuhkan waktu sekitar 6 bulan.

Sosok Pria Bernama Tuhan di Banyuwangi

Sosok Pria Bernama Tuhan di BanyuwangiJika ada seseorang yang mengaku Tuhan, tentu bakal berakhir masuk bui lantaran dianggap telah menistakan agama. Namun, bagaimana jika nama tersebut benar adalah Tuhan.

Derasnya arus informasi saat ini membuat Tuhan mendadak terkenal terutama di jagad sosial media.

Saat ini beredar seorang pria yang memiliki nama Tuhan. Disebut Tuhan karena nama tersebut sesuai dengan yang tertulis di kartu tanda penduduk (KTP). Identitas yang memiliki nomor induk kependudukan (NIK) 3510243006730004 dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Dalam KTP tersbeut tercatat Tuhan adalah Warga Dusun Krajan, Desa Klincing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi RT/RW: 001/002. Tuhan dilahirkan pada 30 Juni 1973 dan merupakan penduduk asli Banyuwangi.

KTP tersebut dikeluarkan pada tanggal 7 oktober 2012 dan habis masa berlakuknya pada 30 Juni 2017. Tuhan saat ini bekerja sebagai wiraswasta. Saat ini KTP tersebut beredar di sejumlah pengguna sosial media terutama di grup jejaring sosial.

Ihya Ulumudin, warga Jemursari, Wonocolo, Surabaya mengaku mendapatkan foto KTP Tuhan dari sejumlah grup yang dikutinya.

"Saya dapat dari grup foto itu. Ya kaget juga kok ada orang yang namanya Tuhan," ujar pria yang bekerja di lingkungan Pemprov Jatim kepada Okezone, Jumat (21/8/2015).

Saat menerima kiriman foto tersebut, Ihya mengaku sempat tertawa lebar lantaran namanya yang aneh. Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Banyuwangi terkait kebenaran nama warganya itu. Dan sampai saat ini, foto KTP milik Tuhan itu tengah beredar luas.

Kontroversi dalam Serangan Umum 1 Maret

Hingga awal tahun 1970-an, serangan atas Yogyakarta 1 Maret 1949, sama sekali tidak pernah ditonjolkan, karena para pejuang waktu itu menilai, bahwa episode ini tidak melebihi episode-episode perjuangan lain, yaitu pertempuran heroik di Medan (Medan Area, Oktober 1945), Palagan Ambarawa (12 – 15 Desember 1945), Bandung Lautan Api (April 1946), Perang Puputan Margarana Bali (20 November 1946), Pertempuran 5 hari 5 malam di Palembang (1 – 5 Januari 1947) dan juga tidak melebihi semangat berjuang Divisi Siliwangi, ketika melakukan long march, yaitu berjalan kaki selama sekitar dua bulan – sebagian bersama keluarga mereka - dari Yogyakarta/Jawa Tengah ke Jawa Barat, dalam rangka melancarkan operasi Wingate untuk melakukan perang gerilya di Jawa Barat, setelah Belanda melancarkan Agresi II tanggal 19 Desember 1948. Dan masih banyak lagi pertempuran heroik di daerah lain. Hingga waktu itu, yang sangat menonjol dan dikenal oleh rakyat Indonesia adalah perjuangan arek - arek Suroboyo pada Pertempuran di Surabaya / Peristiwa 10 November 1945, yang dimanifestasikan dengan pengukuhan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Dari sumber-sumber yang dapat dipercaya serta dokumen-dokumen yang terlampir dalam tulisan ini, terlihat jelas bahwa perencanaan dan persiapan serangan atas Yogyakarta yang kemudian dilaksanakan pada 1 Maret 1949, dilakukan di jajaran tertinggi militer di wilayah Divisi III/GM III - dengan mengikutsertakan beberapa pucuk pimpinan pemerintah sipil setempat - berdasarkan instruksi dari Panglima Besar Sudirman, untuk membuktikan kepada dunia internasional bahwa TNI - berarti juga Republik Indonesia - masih ada dan cukup kuat, sehingga dengan demikian dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB.

Dalam naskah otobiografi Letnan Kolonel (Purn.) dr. W. Hutagalung disebutkan, bahwa Komandan Wehrkreis II Letkol Sarbini hadir dalam rapat perencanaan, sehingga tidak diperlukan lagi Instruksi tertulis. Instruksi Rahasia tersebut merupakan kelanjutan dari Perintah Siasat No. 4/S/Cop.I, tertanggal 1 Januari 1949 yang dikeluarkan oleh Panglima Divisi III/GM III, untuk antara lain: "... mengadakan perlawanan serentak terhadap Belanda sehebat-hebatnya... yang dapat menarik perhatian dunia luar...". Dari dokumen ini dapat dilihat dengan jelas, bahwa tujuan semua serangan besar-besaran adalah untuk menarik perhatian dunia internasional, dan sejalan dengan Perintah Siasat 1 yang dikeluarkan oleh Panglima Besar Sudirman pada bulan Juni 1948.

Dokumen ketiga yang membuktikan bahwa seluruh operasi tersebut ada di bawah kendali Panglima Divisi III/GM III, adalah Perintah Siasat No. 9/PS/19, tertanggal 15 Maret 1949. Perintah diberikan kepada komandan Wehrkreis I (Letkol. Bachrun) dan II (Letkol. Sarbini), untuk meningkatkan penyerangan terhadap tentara Belanda di daerah masing-masing, dalam upaya untuk mengurangi bantuan Belanda ke Yogyakarta dan tekanan Belanda terhadap pasukan Republik di wilayah Wehrkreis III yang membawahi Yogyakarta, setelah dilaksanakan serangan atas Yogyakarta tanggal 1 Maret 1949. Dengan demikian, tiga dokumen yang dikeluarkan oleh Panglima Divisi III/GM III, Kolonel Bambang Sugeng, yaitu:

Perintah Siasat No. 4/S/Cop.I, tertanggal 1 Januari 1949,
Instruksi Rahasia tertanggal 18 Februari 1949, dan
Perintah Siasat No. 9/PS/49, tertanggal 15 Maret 1949,

membuktikan bahwa sejak awal bergerilya, seluruh operasi di wilayah Divisi III, tetap diatur dan dikendalikan oleh Panglima Divisi III/Gubernur Militer III. Dokumen-dokumen tersebut diperkuat antara lain dengan catatan harian Kolonel Simatupang, Wakil KSAP, dan otobiografi Letkol dr. Wiliater Hutagalung, Perwira Teritorial, serta kemudian di dalam berbagai tulisan dari A.H. Nasution, yang waktu itu adalah Panglima Tentara & Teritorium Jawa/MBKD. Selain itu, semua dokumen menunjukkan, bahwa Panglima Divisi III selalu memberikan instruksi dan melibatkan ketiga Wehrkreise tersebut; dengan demikian menjadi jelas, bahwa komando operasi ada di tangan Panglima Divisi, dan bukan di tangan Komandan Brigade.

Instruksi Rahasia tertanggal 18 Februari 1949, cocok dengan catatan harian Simatupang tertanggal 18 Februari 1949 yang dimuat dalam buku Laporan dari Banaran, di mana tertera: Kolonel Bambang Sugeng, yang sedang mengunjungi daerah Yogyakarta (dia adalah Gubernur Militer daerah Yogyakarta - Kedu - Banyumas - Pekalongan - sebagian dari Semarang) datang dan bermalam di Banaran.

Buku yang diterbitkan SESKOAD, Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, mengandung sangat banyak kontroversi. Di satu sisi, buku tersebut dilengkapi dengan berbagai dokumen otentik yang sangat penting, namun di sisi lain, kesimpulan yang diambil hanya mengarah kepada yang telah digariskan oleh penguasa waktu itu, yaitu: Pemrakarsa dan Komandan Operasi Serangan Umum adalah Suharto. Banyak dokumen dilampirkan dalam buku tersebut, termasuk yang dikeluarkan oleh Panglima Divisi III/Gubernur Militer III Kolonel Bambang Sugeng, yaitu Perintah Siasat tertanggal 1 Januari 1949, dan yang terpenting adalah Instruksi Rahasia tertanggal 18 Februari 1949, di mana jelas tertera Instruksi kepada Komandan Daerah III Letkol Suharto dan Komandan Daerah I Letkol. M. Bachrun. Di samping kedua surat tersebut, Perintah Siasat yang dikeluarkan tanggal 15 Maret 1949 menunjukkan, bahwa Bambang Sugeng tetap memegang kendali operasi dan selalu melibatkan seluruh potensi yang ada di bawah komandonya.

Selain itu, juga terdapat kalimat yang memberi gambaran, bahwa serangan terhadap Yogyakarta tersebut adalah bagian dari operasi Gubernur Militer III, yang juga melibatkan pasukan di bawah komando Gubernur Militer II. Koordinasi pada tingkat Gubernur Militer, jelas tidak mungkin dilakukan oleh seorang komandan Brigade: Serangan yang akan dilaksanakan oleh Wehrkreis III sesungguhnya merupakan operasi sentral dari seluruh operasi yang dilaksanakan oleh GM III Kolonel Bambang Sugeng. Pasukan tetangga yang pada saat itu sedang melaksanakan operasi untuk mengimbangi serangan Wehrkreis III ialah pasukan GM II yang melaksanakan operasi di daerah Surakarta dan Wehrkreis II Divisi III yang melaksanakan operasi di daerah Kedu/Magelang.

Buku yang diterbitkan oleh SESKOAD untuk glorifikasi Suharto, sekaligus mengecilkan peran banyak atasan Suharto, dan bahkan hanya dengan beberapa baris kalimat, sangat menjatuhkan nama baik Presiden Sukarno serta pimpinan sipil lain, yang -setelah pertimbangan yang matang- memutuskan untuk tidak ke luar kota.

Sebagaimana telah dituliskan di muka, bahwa keputusan untuk tetap tinggal di kota, diambil setelah dilakukan Sidang Kabinet yang berlangsung dari pagi sampai siang. Selain itu, Panglima Besar Sudirman dan Kolonel Simatupang sendiri juga berada di Istana. Para penulis buku SESKOAD sama sekali tidak menyebutkan adanya Sidang Kabinet, percakapan antara Presiden Sukarno dengan Panglima Besar dan surat perintah Wakil Presiden/Menteri Pertahanan, yang ditujukan kepada seluruh Angkatan Perang, yang diserahkan langsung kepada Wakil Kepala Staf Angkatan Perang, Kolonel Simatupang, seusai Sidang Kabinet di Istana.

Buku SESKOAD juga tidak menjelaskan, siapa kelompok yang "mendongkol" dan akan menculik Presiden serta Wakil Presiden untuk dibawa ke luar kota. Mengenai kegiatannya sepanjang tanggal 19 Desember 1948, Simatupang menulis sangat rinci dalam buku Laporan dari Banaran, dan tidak menyebutkan bertemu dengan "kelompok yang mendongkol" tersebut. Seandainya memang benar ada rencana "penculikan" Presiden dan Wakil Presiden, pasti hal itu telah ditulis dalam catatan hariannya.
 
Support : Creating Website | Data Biografi | Mas Template
Copyright © 2011. Peristiwa Fenomena - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger