
Terlihat jelas, tidak ada yang menemani Ashanty di sampingnya. Beberapa orang tampak agak menjauh dari posisi Ashanty. Rupanya, para pelayat juga tengah memberikan ruang dan waktu bagi Ashanty berdekatan dengan sang ibu untuk terakhir kalinya. Di hadapan Ashanty, terdapat sebuah buku Yaasin, menandakan Ashanty habis membaca doa untuk sang bunda. Wajah Ashanty juga terlihat kuyu serta matanya tak lepas memandang wajah ibunda tercinta. Anang Hermansyah menjelaskan, jika ibu mertuanya tersebut terjatuh di kamar mandi saat hendak mengambil air wudu.
"Jadi waktu itu mau ambil wudu, mau salat Ashar karena memang sudah masuk salat Ashar," ujar Anang Hermansyah melalui sambungan telepon kepada Bintang.com, Minggu (6/11/2016). Saat itu pihak keluarga langsung membawa ibunda Ashanty ke rumah sakit. Namun rupanya nyawa Ibu Ratu Farida sudah tidak tertolong lagi. Menurut manajer Ashanty, Vida, ibunda Ashanty tersebut tidak sedang sakit. "Nggak sakit, beliau sehat bahkan Jumat lalu masih ikut perayaan ulang tahun bunda (Ashanty)," ujar Vida melalui sambungan telepon. Rencananya, jenazah ibunda Ashanty yang kini disemayamkan di rumah duka di kawasan Villa Cinere Mas, Jakarta Selatan akan dikebumikan pada Senin (7/11/2016) di TPU Jeruk Purut, Jakarta, setelah ibadah salat Dzuhur. - Bintang