Berikut ini 19 titik aksi bela rakyat 121 :
Sumatera Bagian Utara :
1. Aceh: DPRD Aceh dan Lhokseumawe
2. Padang: DPRD Sumatera Barat
3. Riau: DPRD Riau
Sumatera Bagian Selatan :
1. Jambi: DPRD Jambi
2. Palembang: DPRD Sumatera Selatan (Sumsel)
3. Bengkulu: Simpang Lima
4. Lampung: Tugu Adipura
5. Bangka Belitung: DPRD Babel
Jawa :
1. Jakarta: Istana Negara
2. Bandung: Gedung Sate/DPRD Jabar
3. Yogyakarta: DPRD Yogyakarta
4. Semarang: Kantor Gubernur
5. Surabaya: DPRD Jatim dan Pemprov Jatim
Kalimantan :
1. Samarinda: DPRD Kaltim
2. Banjarmasin: DPRD Kalsel
3. Pontianak: DPRD Kalbar/Tugu Digulis
Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua :
1. Mataram: DPRD NTB
2. Gorontalo: DPRD Provinsi dan Kabupaten Gorontalo
3. Merauke: DPRD Papua
Koordinator Aliansi Mahasiswa Kalimantan Barat (Kalbar), Muhammad Suriansyah saat dihubungi Rakyat Kalbar. Presiden BEM REMA Institut Keguruan dan Ilmu Politik (IKIP) Pontianak itu mengakui ada beberapa poin yang menjadi tuntutan rekan-rekannya. Di antaranya mendesak pemerintah membatalkan kenaikan tarif dasar listrik berdaya 900VA. “Padahal tahun 2015 pemerintah sudah menghilangkan subsidi listrik golongan 1.300 VA dan 2.200 VA. Namun, kami tidak melihat adanya optimalisasi pelayanan PLN yang merata di seluruh Indonesia,” ujar Suriansyah. Sejak kemarin, info aksi bertajuk Aksi Bela Rakyat 121 telah beredar via aplikasi WhatsApp (WA). “Jika hari ini rakyat masih disajikan dagelan drama pengelolaan negara, maka atas izin dzat yang jiwa kami berada di tangan-Nya, akan bergulir Reformasi Jilid 2,” demikian isi pesan yang beradar via WA.