Headlines News :
Home » » Alat Pantau Aktivitas Tangkubanparahu Dicuri

Alat Pantau Aktivitas Tangkubanparahu Dicuri

Aktivitas TangkubanparahuSeismometer yang disimpan di Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu, kembali hilang digondol maling sehingga menyulitkan petugas pengamat untuk melihat aktivitas Tangkubanparahu. Akibat aksi pencurian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun ikut kehilangan sejumlah alat pemantau seperti aki, sensor seismik, kabel sensor, dan konektor di Stasiun Kawah Ratu. "Kami kesulitan memantau aktivitas Kawah Ratu, karena seismograf tidak beroperasi sejak Senin sore (20/5). Sebelumnya tanggal 28 April, kabel sensor lebih dulu hilang," ungkap pengamat Gunung Tangkubanparahu, Johan Kusuma di Lembang, Rabu (22/5).

Menurutnya, di kawasan Gunung Tangkubanparahu, PVMBG memiki empat stasiun, yakni stasiun Kawah Ratu, Ciater, Tower, dan Gunung Putri. Keempat stasiun mengirim data dengan menggunakan menembakkan sinyal ke repeater (mesin pengulang data, red). Dari repeater, data dikirim ke kantor pusat PVMBG dan pos pengamatan Gunung Tangkubanparahu. "Sungguh perbuatan terkutuk, pelaku mengambil alat seismik. Bagaimana kalau tiba-tiba aktivitas vulkanik Tangkubanparahu meningkat dan tidak ada peringatan karena alatnya hilang?" ujar Johan.

Dikatakan, alat pemantau merupakan kepentingan umum. Apalagi penggantian alat baru tidak bisa dilakukan begitu saja. Agar tidak kecolongan lagi, pihaknya mendapat instruksi dari PVMBG untuk melakukan pengukuran suhu secara intensif. Selama alat pemantauan belum beroperasi lagi, pengukuran suhu menjadi upaya satu-satunya untuk mengamati aktivitas vulkanik Tangkubanparahu. "Saat ini bila ingin mengetahui aktivitas vulkanik, dilakukan dengan cara manual, yaitu turun langsung ke kawah untuk mengukur suhu," ungkapnya.

Akibat hilangnya alat pemantau, PVMBG mengestimasi kerugian mencapai lebih dari Rp 90 juta. Mengantisipasi kemungkinan kerugian lebih besar, PVMBG mengamankan alat pemantau yang masih ada seperti boks radio, tiang, dan kabel stasiun. "Tidak hanya berdampak pada kerugian material, kejadian ini juga berpotensi membahayakan. Kami telah melaporkannya kepada pihak berwenang," ujarnya.

Tidak terpantau - Kepala PVMBG, Surono membenarkan telah terjadi pencurian alat pencatat kegempaan berikut baterainya. "Kejadiannya sekitar pukul 15.30 WIB kemarin. Yang hilang itu seismometer dan baterai (aki) di Stasiun Kawah Ratu," kata Surono. Hilangnya peralatan pemantauan, tambahnya, sangat mengganggu kegiatan pemantauan aktivitas vulkanik di gunung yang berada di Kawasan Bandung Utara (KBU) itu.

"Dengan hilangnya alat pemantau seismik di Stasiun Ratu dan rusaknya repeater di bibir Kawah Ratu, maka aktivitas kegempaan Gunung Tangkubanparahu tidak terpantau. Pemantauan yang dapat kami lakukan saat ini hanya pemantauan visual," tuturnya. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Martinus Sitompul membenarkan bahwa pihaknya telah mendapat laporan kehilangan alat pemantau di kawah Gunung Tangkubanparahu.

"Kami mendapat laporan kehilangan beberapa alat milik PVMBG yang terpasang di Kawah Ratu berupa 1 aki basah 12 volt, 1 alat seismometer L22C (3 komponen), dan kabel seismometer sepanjang 5 meter milik PVMG. Akibat kejadian tersebut, pihak korban menderita kerugian sekitar Rp 90 juta," paparnya. Martinus juga menuturkan, pihak kepolisian akan langsung melakukan pengusutan. "Polda jabar akan langsung mencari pelakunya," tegasnya. (B.84)** Galamedia
Share this article :
 
Support : Creating Website | Data Biografi | Mas Template
Copyright © 2011. Peristiwa Fenomena - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger