
Untuk Jawa Barat, periode musim kemarau datang pada bulan Juni dengan terlebih dahulu masuk di wilayah sekitar pantura. Kemudian terus bergerak ke arah selatan. Pada saat musim kemarau, angin bertiup yang melewati Jawa Barat, adalah angin pasat tenggara atau angin timuran dari arah Benua Australia. Sedangkan pada bulan Juli, Agustus, September, di Australia sedang mengalami puncak musim dingin. Sehingga suhunya relatif lebih dingin dibandingkan musim penghujan.
Kondisi saat ini dipengaruhi juga dengan masih adanya kelembapan pada ketinggian permukaan hingga 1,5km di atas permukaan laut. Pada ketinggian tersebut relatif lembap, sehingga pada sore hari masih terlihat adanya pembentukan awan. Akan tetapi, pada ketinggian 3km di atas permukaan laut relatif kering, sehingga potensi awan yang terbentuk untuk terjadi hujan relatif kecil. Dampaknya kondisi kelembapan pada malam hingga pagi hari. Ini yang menambah kondisi suhu udara menjadi dingin.
Dari pantauan alat pengukur suhu udara di Stasiun Geofisika Bandung tercatat selama bulan Juli 2019 ini, suhu udara terendah tercatat sebesar 16,4 derajat celcius pada tanggal 12 Juli 2019. Sedangkan di lokasi dengan elevasi yang semakin tinggi seperti di pos observasi geofisika Lembang (1241 meter) tercatat 13,0 derajat Celcius pada tanggal 16 Juli 2019. Dengan karakteristik cuaca seperti ini diimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondisi badan supaya tetap fit. Salah satu di antaranya, saat bepergian ke luar rumah selalu mengenakan baju hangat atau jaket. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi buah-buahan serta sayuran.