Headlines News :
Home » » Fakta Tentang Proyek Waduk Jatigede Sumedang

Fakta Tentang Proyek Waduk Jatigede Sumedang

Penampakan Luas Waduk Jatigede dari UdaraWaduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat sudah mulai diisi air. Setelah dilakukan pembebasan lahan, waduk ini akan menenggelamkan beberapa tanah desa yang menjadi dasar waduk ini.

Proses pembayaran uang kerohiman untuk warga terus dilakukan oleh pemerintah. Pro dan kontra pun mewarnai perjalanan pembangunan waduk ini. Berikut beberapa fakta proyek pembangunan Waduk Jatigede yang merupakan waduk nomor dua terbesar se-Indonesia ini:

1. Waduk Jatigede merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur yang juga berada di Jawa Barat. Proyek ini digagas sejak 1963. Pembebasan lahan untuk proyek waduk ini dimulai sejak 1970-an. Namun pembangunan bangunan bendungan baru dilakukan pada 2010.

2. Ada 28 desa di Kecamatan Darmaraja, Wado, Jatigede dan Jatinunggal yang terkena dampak genangan Waduk Jatigede. Desa Jemah Kecamatan Jatigede, merupakan desa yang pertama kali digenangi air Sungai Cimanuk. Dalam peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakat Pembangunan Waduk Jatigede, 28 desa itu disebutkan berada di lima kecamatan di Kabupaten Sumedang.

3. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono hari ini resmi melakukan pengisian awal Waduk Jatigede yang ditandai dengan penurunan atau penutupan pintu Diversion Tunnel (Saluran Pengelak). Namun, jangan harap genangan raksasa akan langsung muncul seketika setelah persemian ini. Dibutuhkan waktu sekitar 219 hari agar tinggi muka air mencapai ketinggian operasinya.

4. Proyek pembangunan Waduk Jatigede sudah dimulai sejak 50 tahun lalu, namun baru mulai dikerjakan pada 2010. Nilai investasi waduk ini adalah US$ 467 juta, atau sekitar Rp 6,5 triliun dengan kurs yang sekarang. Kontraktor waduk ini adalah PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk.

5. Denyut aktivitas warga di Desa Jemah berangsur mati. Dua pekan ke depan perkampungan di lokasi tersebut tenggelam oleh air Waduk Jatigede. Kenangan manis dirasakan penduduk setempat yang bermukim selama puluhan tahun. Untuk menenggelamkan Desa Jemah dibutuhkan waktu 18 hari. Sementara, untuk menenggelamkan 27 desa lain di Kecamatan Darmaraja, Wado, Jatigede, dan Jatinunggal, dibutuhkan waktu sekitar 6 bulan.
Share this article :
 
Support : Creating Website | Data Biografi | Mas Template
Copyright © 2011. Peristiwa Fenomena - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger